FOLLOW US:


Pertanyaan Besar: Seandainya MU Dijual Glazers, Siapa yang Sanggup Membeli?

17-11-2019 19:00

 | Richard Andreas

Pertanyaan Besar: Seandainya MU Dijual Glazers, Siapa yang Sanggup Membeli?
Selebrasi skuat Manchester United saat menghadapi Brighton © MUFC Official

Bola.net - Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, tidak terlalu yakin dengan kritikan keras terhadap keluarga Glazer sejauh ini. Dia ragu MU bakal lebih baik di tangan pemilik yang lain.

Keraguan terhadap Glazer ini terus menguat seiring menurunnya prestasi klub. Intinya, fans MU sudah tidak percaya dengan keluarga Glazer yang kerap kali gagal mendukung pelatih dalam usaha transfer pemain hebat.

Dewasa ini, muncul rumor ketertarikan pangeran Arab Saudi terhadap klub berjuluk Setan Merah tersebut. Kabarnya, sang pangeran siap mengeluarkan banyak uang untuk membeli MU dan berinvestasi lebih lanjut.

Rumor ini tentu disambut positif oleh sebagian besar fans MU yang doyan menyuarakan protes #glazerout, tapi Neville tidak langsung sepakat.

Mengapa demikian? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Siapa yang Sanggup Membeli?

Bagi Neville, melihat nilai klub dan sejarah MU, jelas hanya orang yang benar-benar kaya yang sanggup membeli. Artinya, hanya segelitir miliarder dari negara-negara tertentu yang bisa dipertimbangkan.

Di sinilah letak kekhawatiran Neville. Dia cemas calon pembeli MU berasal dari negara-negara bermasalah. Dia ingin MU berada di tangan yang tepat.

"Apa alternatifnya [selain Glazers]?" tanya Neville, dikutip dari The Times.

"Entah klub bakal dikelola keluarga Rusia, keluarga Cina, keluarga Asia, atau keluarga Arab Saudi."

"Jika MU benar dijual 3 miliar poundsterling, pada dasarnya hanya orang-orang yang punya 15-20 miliar pounds yang bisa membeli. Seperti apa pembeli itu? Ya, negara dengan masalah hak asasi manusia yang baru saja saya sebutkan," imbuhnya.

2 dari 2

Tiru Man City?

Neville memberi contoh klub tetangga MU, Manchester City. Sejak dibeli Sheikh Mansour, Man City berkembang begitu pesat jadi penantang juara. Namun, di sisi lain ada keraguan tentang permasalahan hak-hak manusia di negara miliarder tersebut.

"Sebagian orang tidak percaya Sheikh Mansour merupakan pemilik klub sepak bola yang baik, sebab ada masalah hak-hak manusia di Abu Dhabi," sambung Neville.

"Di sisi lain, ada yang berkata mereka telah jadi pemilik klub yang luar biasa. Mereka berinvestasi pada Manchester, pada stadion, pada tim."

"Saya bisa memahami kedua sisi cerita ini, tetapi yang paling saya perhatikan adalah dampak luar biasa yang mereka bawa di sisi lain kota itu," tutupnya.

Sumber: Times