Sentuhan Simpel Michael Carrick Hidupkan Cara-Cara Lama Manchester United

Sentuhan Simpel Michael Carrick Hidupkan Cara-Cara Lama Manchester United
Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Michael Carrick membawa kembali kesederhanaan ke Manchester United, meski ia tidak bisa sepenuhnya mengakhiri kekacauan yang melekat di klub tersebut. Namun, dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham, kesederhanaan dan kekacauan justru berpadu dalam satu momen penentu.

Laga di Old Trafford itu sempat tampak aman bagi United setelah unggul dua gol. Situasi berubah drastis di menit-menit akhir, ketika Fulham menyamakan kedudukan dan mengancam menghentikan momentum awal Carrick sebagai pelatih kepala.

Pada akhirnya, keberanian United untuk terus mengejar kemenangan menghasilkan gol penentu di masa tambahan waktu. Di balik momen penuh chaos itu, ada fondasi keputusan tenang dan terukur yang menjadi ciri pendekatan Carrick.

Kesederhanaan yang Mengubah Arah Laga

Kesederhanaan yang Mengubah Arah Laga

Selebrasi trio Manchester United, Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha dalam laga versus Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

United semula mengendalikan pertandingan berkat gol Casemiro dan Matheus Cunha. Keunggulan tersebut hampir sirna setelah penalti Raul Jimenez dan gol penyeimbang Fulham di awal injury time.

Gol penentu Benjamin Sesko pada menit ke-94 membalikkan keadaan. Gol itu lahir dari pergerakan sederhana, menerima umpan Bruno Fernandes sebelum berputar dan menuntaskan peluang dengan tenang.

Momen tersebut mengingatkan pada kemenangan khas “Fergie Time” di hadapan Sir Alex Ferguson. United memilih mengejar gol kemenangan ketimbang bertahan demi satu poin, dan keputusan itu berbuah hasil.

Sentuhan Carrick di Tengah Transisi

Sentuhan Carrick di Tengah Transisi

Pemain Manchester United, Casemiro, saat pertandingan Liga Inggris melawan West Ham di Stadion Old Trafford, Kamis (4/12/2025). (c) AP Photo/Dave Shopland

Tiga pertandingan sejak mengambil alih tim hingga akhir musim, Carrick mengantar United meraih kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham.

Rangkaian hasil itu membawa United ke persaingan tak terduga menuju zona Liga Champions.

Kebangkitan ini sering dikaitkan dengan kembalinya “DNA” menyerang klub. Namun, inti perubahan di bawah Carrick adalah penghapusan kebingungan dan kompleksitas yang sebelumnya muncul.

Pendekatan tersebut terlihat jelas dari pergantian pemain yang berani. Carrick mengganti penyerang dengan penyerang, sesuatu yang jarang dilakukan Ruben Amorim, dan memberi kejelasan peran bagi setiap pemain.

Kejelasan Taktik dan Dampaknya ke Pemain

Kesederhanaan juga tercermin dari susunan pemain di awal pertandingan. Carrick mempertahankan empat bek dan duet Casemiro bersama Kobbie Mainoo di lini tengah, berbeda dari sistem tiga bek yang hampir selalu dipakai Amorim.

Mainoo menjadi salah satu pemain paling menonjol di bawah Carrick, setelah sebelumnya tidak pernah menjadi starter di liga musim ini. Perannya di lini tengah defensif memberi kebebasan bagi Bruno Fernandes untuk kembali bermain sebagai nomor 10.

Di lini depan, kembalinya Bryan Mbeumo dan Amad dari tugas AFCON memberi Carrick lebih banyak opsi. Mereka tampil efektif karena digunakan di posisi terbaik masing-masing, selaras dengan filosofi baru yang menekankan kejelasan dan kepercayaan.

Keberanian Mengambil Risiko

Pendekatan Carrick berbanding terbalik dengan masa lalu United di bawah Amorim, yang ditandai perubahan konstan dan ketidakpastian. Kekacauan taktik kala itu membuat performa tim goyah dan hasil buruk terus berulang.

Kini, United bermain dengan kebebasan dan kepercayaan diri. Pergantian pemain yang terlihat sederhana justru menunjukkan keberanian Carrick untuk mengambil risiko demi menang.