FOLLOW US:


Termasuk Angel Di Maria, Ini Pemain Terburuk Manchester United Sejak Era Premier League

26-03-2020 17:10

 | Aga Deta

Termasuk Angel Di Maria, Ini Pemain Terburuk Manchester United Sejak Era Premier League
Angel Di Maria © AFP

Bola.net - Manchester United merupakan salah satu klub tersukses di Inggris. Mereka merajai kompetisi Premier League yang bergulir sejak 1992.

Di era manajer kondang, Sir Alex Ferguson, saja Setan Merah mampu meraih 13 trofi Premier League. Tak hanya itu, Manchester United juga mampu memenangi dua gelar Liga Champions, yakni pada musim 1998-1999 dan 2007-2008.

Kesuksesan yang diraih Manchester United tersebut membuat klub yang berkandang di Old Trafford itu banyak menjadi tujuan pesepak bola dunia untuk meniti karier menuju puncak.

Sudah banyak tentunya pemain berlabel yang pernah memperkuat Setan Merah atau pemain yang akhirnya menjadi bintang saat memperkuat Setan Merah, sebut saja Cristiano Ronaldo, David Beckham, Eric Cantona, Ryan Giggs, dan masih banyak lainnya lagi.

Kendati demikian, Manchester United pernah pula memiliki pemain gagal, terutama dalam 28 tahun terakhir.

Para pemain tersebut biasanya tak memiliki karier panjang bersama Manchester United. Satu di antaranya ialah Angel Di Maria.

Pemain asal Argentina itu hanya bertahan selama satu musim, setelah itu hengkang ke Paris Saint-Germain. Padahal, Di Maria tampil ciamik saat berkostum Real Madrid pada medio 2010-2015.

Namun, Angel Di Maria bukan satu-satunya pemain yang dianggap gagal yang dimiliki Manchester United.

Berikut ini rangkumannya dari Give Me Sports, 25 pemain gagal Manchester United di berbagai posisi sejak era Premier League.

1 dari 4

Kiper

Penjaga gawang:

1. Mark Bosnich

2. Massimo Taibi

3. Roy Carroll

Mark Bosnich merupakan kiper utama Manchester United menggantikan Peter Schmeichel pada musim 1999-2000. Sementara, Massimo Taibi didatangkan Setan Merah dengan banderol 4,5 juta pounds.

Namun, Taibi gagal tampil mengesankan dan hanya tampil empat kali. Sementara, Roy Carroll diingat karena gol hantu yang dicetak Pedro Mendes pada 2005.

2 dari 4

Bek

Bek:

1. William Prunier

2. Phil Jones

3. Marcos Rojo

4. Matteo Darmian

5. Tyler Blackett

6. Guillermo Varela

7. Alexander Buttner

8. Jonathan Spector

William Prunier langsung tampil buruk pada laga keduanya bersama Manchester United. Setelah itu, Prunier tak lagi muncul di skuad Setan Merah.

Di sisi lain, ada Phill Jones yang justru mampu bertahan sembilan tahun, meski tampil kurang mengesankan. Kemudian pemain muda seperti Tyler Blackett, Guillermo Varela, Alexander Buttner, Jonathan Spector tak memiliki tekad menjadi sukses di klub sebesar Manchester United.

3 dari 4

Gelandang

Gelandang:

1. Angel Di Maria

2. Gabriel Obertan

3. Kleberson

4. Eric Djemba-Djemba

5. Luke Chadwick

6. Juan Sebastian Veron

7. David Bellion

8. Zoran Tosic

9. Wilfried Zaha

Angel Di Maria mungkin pantas menjadi pemain gagal Manchester United. Kala itu, Setan Merah harus menggelontorkan 59,7 pounds untuk memboyong Di Maria dari Real Madrid pada 2014.

Selain Di Maria, ada Juan Sebastian Veron yang juga didatangkan dengan nilai kontrak besar, tetapi tak sesuai ekpekstasi. Kemudian pemain lain, ada Zoran Tosic yang dijuluki The Next Cristiano Ronaldo, yang juga tak pas dengan harapan.

4 dari 4

Penyerang

Penyerang

1. Radamel Falcao

2. Diego Forlan

3. Manucho

4. Dong Fangzhou

5. Bebe

Radamel Falcao merupakan satu di antara bomber terbaik dunia. Kendati demikian, Falcao tak bisa menaklukkan Premier League, terutama saat berkostum Manchester United.

Kala itu, Setan Merah mengontraknya dengan status pinjaman pada 2014-2015. Selama memperkuat Manchester United, Falcao hanya mengukir empat gol dari 29 pertandingan.

Kondisi tersebut membuat Setan Merah memutuskan untuk tidak mengontraknya secara permanen. Selain Falcao, ada Diego Forlan yang juga gagal.

Pemain asal Uruguay itu hanya mencetak 10 gol dari 63 pertandingan di Premier League. Meski begitu, Forlan memiliki momen terbaik saat mencetak dua gol pada laga kontra Liverpool.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Faozan Tri Nugroho/Editor Aning Jati
Published: 26 Maret 2020