FOLLOW US:


Terungkap! Ini Alasan Sebenarnya Christian Pulisic Tolak MU dan Pilih Chelsea

19-08-2019 11:40

 | Richard Andreas

Terungkap! Ini Alasan Sebenarnya Christian Pulisic Tolak MU dan Pilih Chelsea
Pemain Chelsea, Christian Pulisic. © Chelsea FC

Bola.net - Christian Pulisic bisa jadi mengenakan kostum Manchester United pada musim 2019/20 ini. Namun, transfer Pulisic batal karena satu alasan kuat, kini dia jadi bintang baru andalan Chelsea.

Pulisic mendarat di Stamford Bridge untuk 60 juta euro pada Januari 2019 lalu. Kala itu, Pulisic sempat dihubungkan dengan MU, tapi pada akhirnya Chelsea yang lebih cepat menuntaskan transfer bibit terbaik sepak bola Amerika Serikat itu.

Pulisic diharapkan bisa menjadi pengganti masa depan Eden Hazard. Memang kemampuan Pulisic yang sekarang masih belum selevel Hazard, tapi dia diyakini bisa berkembang bersama Chelsea.

Mengapa pada akhirnya Pulisic memilih Chelsea? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Faktor Mourinho

Mantan pelatih Pulisic muda, Robin Walker mengungkapkan diskusinya dengan Pulisic tahun lalu. Kala itu, Pulisic harus memilh salah satu di antara MU atau Chelsea.

"Saya adalah fan Chelsea, saya tumbuh di London dan mendukung mereka. Ketika saya berada di Dortmund tahun lalu, saya berkata padanya [Pulisic] bahwa dia harus datang," buka Walker kepada The Telegraph.

"Dia tidak akan memilih Manchester United karena ada Jose Mourinho. Ayahnya tidak bisa menerima Mourinho, sebab dia tidak mempromosikan pemain-pemain muda."

2 dari 2

Pesona London

Ya, Pulisic menolak MU karena saat itu masih ada nama Jose Mourinho di kursi pelatih. Lalu, salah satu alasannya memilih Chelsea adalah daya tarik Kota London, kandang The Blues.

"Saat itu saya bertanya padanya: 'bagaimana dengan London? Di situ Chelsea berada'. Saya berusaha menjual kotanya," imbuh Walker.

"Dia setuju dan berkata: 'ketika anda harus membuat keputusan sebesar ini, yang penting adalah investasi dan properti'. Saya puas mendengar dia memilih Chelsea," tandasnya.

Sumber: The Telegraph