Inter di Puncak Klasemen, Tapi Tumpul Saat Big Match: Alarm Scudetto Mulai Berbunyi?

Inter di Puncak Klasemen, Tapi Tumpul Saat Big Match: Alarm Scudetto Mulai Berbunyi?
Pemain Inter Milan usai laga melawan Napoli di Serie A, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Inter Milan masih berdiri di puncak klasemen Serie A 2025/2026, dengan keunggulan tiga poin dari AC Milan yang ada di bawahnya. Namun, posisi itu menyimpan kegelisahan yang tak kecil.

Hasil imbang 2-2 melawan Napoli di San Siro kembali menegaskan satu persoalan krusial. Inter kesulitan mengunci kemenangan saat berjumpa rival langsung.

Dua kali unggul, dua kali pula keunggulan itu sirna. Scott McTominay menjadi sosok yang merusak malam Inter dengan dua gol penyeimbang.

Situasi ini membuat perburuan Scudetto tetap terbuka. Lebih dari itu, muncul tanda tanya besar tentang mental dan ketajaman Inter di laga-laga besar. Situasi ini sudah terjadi sejak lama bagi Inter.

1 dari 3 halaman

Catatan Buruk Inter di Laga Rival Langsung

Catatan Buruk Inter di Laga Rival Langsung

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) AP Photo/Luca Bruno

Hasil kontra Napoli bukan insiden tunggal. Inter kini tanpa kemenangan dalam 14 laga terakhir melawan Milan, Napoli, dan Juventus di semua ajang.

Rinciannya mencemaskan. Tujuh kali imbang dan tujuh kali kalah. Sebuah statistik yang sulit diterima bagi tim kandidat juara.

Musim ini, Inter kalah 1-3 dari Napoli di Naples. Mereka juga tumbang 0-1 dari AC Milan.

Bahkan saat berjumpa Juventus, Inter kalah dengan skor tipis 3-4. Pola kegagalan itu terus berulang tanpa solusi nyata.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 15 Januari 2026
Inter Milan Inter Milan
02:45 WIB
Lecce Lecce
2 dari 3 halaman

Masalah Mental yang Belum Terpecahkan

Masalah Mental yang Belum Terpecahkan

Luka Modric dari AC Milan (kiri) berebut bola dengan Lautaro Martinez dari Inter Milan dalam laga Serie A/Liga Italia di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kemenangan terakhir Inter atas rival besar terjadi pada 22 April 2024. Saat itu, mereka menaklukkan Milan dan mengunci Scudetto ke-20.

Sejak momen bersejarah itu, laga besar justru menjadi batu sandungan. Musim lalu, hasil imbang kontra Napoli sudah terbukti merugikan.

Kini, pola yang sama muncul di era Cristian Chivu. Taktik bisa berubah, skema bisa disesuaikan, tetapi hasil tetap tak maksimal.

Ada kesan kuat bahwa Inter mengalami hambatan mental. Ketegasan menghilang di momen krusial. Masalah warisan era Simone Inzaghi itu kini menjadi pekerjaan rumah terbesar Chivu.

Sumber: Football Italia