
Bola.net - Laga leg pertama semifinal Coppa Italia antara Como dan Inter Milan berakhir tanpa pemenang. Duel di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, ditutup dengan skor 0-0 yang membuat segalanya masih terbuka.
Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, namun tak satu pun mampu memecah kebuntuan. Como mendapat kesempatan emas lewat Mergim Vojvoda dan terutama Alex Valle yang gagal memaksimalkan peluang dari jarak lima meter.
Di sisi lain, Inter juga hampir mencuri gol lewat Matteo Darmian. Bek sayap Nerazzurri itu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang hanya membentur tiang gawang.
Hasil ini membuat penentuan tiket final akan digelar di Giuseppe Meazza pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung 21 atau 22 April mendatang. Meski Inter akan bermain di kandang, Cesc Fabregas menolak anggapan bahwa lawannya otomatis menjadi favorit pemenang.
Bukan Soal Favorit, Fabregas Bicara Mentalitas

Secara logika, bermain di Giuseppe Meazza memberi keuntungan tersendiri bagi Inter. Namun pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak ingin terjebak dalam label favorit atau tidak.
Fabregas menilai semifinal Coppa Italia adalah pencapaian besar bagi Como, terlepas dari siapa lawannya. Ia lebih melihat perjalanan timnya dibanding membandingkan kekuatan di atas kertas.
“Saya tidak tahu apakah Inter menjadi favorit sekarang, saya hanya tahu kami adalah Como dan mereka adalah Inter. Tentu ada mentalitas yang berbeda antara klub dan tim saat ini, setidaknya untuk saat ini. Kami terus berusaha meningkatkan standar,” kata Fabregas pada Sport Mediaset, via Football Italia.
Fokus Serie A Dulu, Leg Kedua Belum Jadi Prioritas

Fabregas juga menegaskan bahwa leg kedua masih cukup jauh untuk dipikirkan. Ia memilih memusatkan perhatian pada agenda Serie A yang sudah menanti dalam beberapa pekan ke depan.
Menurutnya, perjalanan Como hingga semifinal sudah melampaui ekspektasi banyak pihak. Ia mengingat kembali posisi timnya dua tahun lalu yang masih berkutat di Serie B.
“Kami bermain di semifinal Coppa Italia, jadi jika Anda memberi tahu penggemar Como atau bahkan saya tentang hal itu ketika kami berada di Serie B dua tahun lalu, saya ragu ada yang akan mempercayai Anda. Masih ada jalan panjang sebelum leg kedua, kami memiliki banyak pertandingan Serie A yang harus dimainkan terlebih dahulu, dan kami harus fokus pada pertandingan-pertandingan tersebut," tegasnya.
Lempar Tekanan ke Chivu

Dalam laga leg pertama, kedua pelatih membuat keputusan tak terduga. Inter hanya menurunkan satu penyerang tengah, sementara Como menggunakan Nico Paz sebagai false nine hampir sepanjang pertandingan.
Fabregas menilai pendekatan Inter kali ini berbeda dari biasanya. Ia bahkan menyebut performa timnya layak mendapat apresiasi karena mampu meredam dominasi tim tamu.
“Saya pikir pertanyaan sebenarnya adalah untuk Cristian Chivu, karena Inter datang ke sini dan bermain berbeda dari biasanya. Mereka mendominasi di Serie A, melakukan pressing ketat, tidak memberi ruang sedikit pun, dan saya rasa para pemain saya menampilkan performa yang luar biasa hari ini.”
Dengan pernyataan tersebut, Fabregas seolah melempar tekanan kepada pelatih Inter, Cristian Chivu, jelang leg kedua nanti. Semua masih terbuka, dan duel di Giuseppe Meazza dipastikan menjadi penentu sesungguhnya.
Klasemen Liga Italia
(Football Italia)
Baca Juga:
- Hasil Como vs Inter: Terkunci 0-0 di Sinigaglia, Nerazzurri Bawa Modal ke Meazza
- Como vs Inter: Tak Puas 0-0, Cesc Fabregas Klaim Timnya Layak Menang
- Peringatan Zielinski Jelang Como vs Inter Milan: Awas Masterclass Fabregas!
- Como vs Inter: Fabregas Belajar Bodo/Glimt untuk Taklukkan Nerazzurri
- 5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
- 5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 4 Juni 2026 17:02Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026
-
Piala Dunia 4 Juni 2026 17:01Prediksi Paraguay vs Nikaragua 6 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 4 Juni 2026 17:53Ketika 'Godzilla' Mengancam Serang Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
-
italia 3 Juni 2026 17:05Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
SOROT
-
Liputan6 4 Juni 2026 17:40Alasan Kejagung Tak Sita 21.801 Motor Listrik di Kasus Korupsi BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 17:39Begini Awal Mula Kejagung Bongkar Kasus Korupsi MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734493/original/027373100_1780540375-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7760053/original/015473900_1780569649-IMG_1768.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734498/original/009442500_1780540376-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734490/original/066688800_1780540374-3.jpg)

