
Bola.net - AS Roma kembali menelan pil pahit saat menjamu Napoli dalam lanjutan Liga Italia. Pasukan Gian Piero Gasperini harus mengakui keunggulan tamu dengan skor tipis.
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Giallorossi saat menghadapi tim-tim raksasa Serie A. Roma tercatat selalu kesulitan meraih poin penuh dalam laga bertajuk big match.
Sebelumnya, Paulo Dybala dan kawan-kawan juga takluk dari Inter Milan dan AC Milan. Anehnya, semua kekalahan tersebut berakhir dengan skor identik 0-1.
Gasperini menolak anggapan adanya pola permainan yang salah dalam kekalahan-kekalahan tersebut. Ia lebih menyoroti faktor fisik dan energi pemain yang terkuras habis.
Energi Terkuras di Eropa

Sang pelatih mengakui timnya tampil di bawah standar yang diinginkan saat melawan Napoli. Kelelahan pasca laga Liga Europa tengah pekan menjadi kambing hitam utama.
Roma baru saja bertanding melawan Midtjylland pada hari Kamis sebelumnya. Dampaknya, tempo permainan mereka menjadi lambat dan sulit menembus organisasi pertahanan Napoli.
"Napoli juga memiliki peluang yang sangat sedikit, yang mengecewakan kami adalah kami tidak memiliki energi yang tepat, karena kami membayar harga mahal untuk pertandingan Liga Europa hari Kamis dan tidak memiliki kecepatan yang tepat, atau memindahkan bola dengan cukup cepat," keluh Gasperini kepada DAZN Italia.
"Sayangnya, kami sedikit tertatih-tatih hari ini dan tidak bisa bermain seperti yang kami inginkan di pertandingan besar ini," tambahnya.
Pertandingan yang Membosankan
Duel dua tim papan atas ini sejatinya diharapkan menyajikan tontonan menarik. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan permainan yang cenderung lambat dan hati-hati.
Gasperini menilai laga melawan Napoli, Inter, dan Milan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Namun kali ini, hiburan sepak bola yang biasa disajikan Roma seolah hilang.
"Itu semua adalah pertandingan yang berbeda. Temponya lebih lambat dari kedua tim, itu tidak menghibur seperti yang biasa kami lakukan," ungkap Gasperini.
"Sayang sekali, kami tidak memiliki energi yang diperlukan," lanjut pelatih berkebangsaan Italia tersebut.
Persaingan Ketat Papan Atas Serie A
Kekalahan ini membuat persaingan di papan atas klasemen Serie A semakin memanas. Jarak poin antar tim sangat tipis layaknya sebuah kompetisi sistem gugur.
Setiap hasil pertandingan kini menjadi sangat krusial bagi nasib tim di akhir musim. Gasperini sadar betul bahwa timnya tidak boleh lagi membuang poin percuma.
"Musim ini sangat panjang, sangat ketat di puncak dan hampir seperti kompetisi eliminasi dengan pentingnya setiap hasil dan begitu banyak tim yang terlibat," analisis Gasperini.
"Sekarang kami memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri dan beristirahat, kemudian kami akan kembali menjalani pertandingan setiap tiga hari. Kami harus belajar dari pertandingan seperti ini dan membawanya ke depan," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:00Prediksi Piala Dunia 2026: Iran vs Selandia Baru 16 Juni 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 13:00Prediksi Piala Dunia 2026: Arab Saudi vs Uruguay 16 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:56Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:40Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 13 Juni 2026 14:34AC Milan Selangkah Lebih Dekat Pekerjakan Mantan Pelatih MU Ini
-
italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 20:42
Diduga Monopoli Suplier, 18 Satuan Pelayanan Gizi Dibekukan
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:52Megawati Kembali ke Makam Bung Karno, Ada Pesan yang Terus Dirawat
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:41Kebakaran Hebat Dekat Balai Kota Depok, Lebih dari 5 Toko Ludes
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259060/original/007936000_1781444278-IMG-20260611-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259056/original/020544500_1781442659-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_19.27.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259034/original/010431900_1781436966-IMG_20260614_171441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258997/original/080329600_1781432460-1001358425.jpg)
