
Bola.net - Rasa kecewa menyelimuti ruang ganti AC Milan usai hasil imbang 2-2 melawan Parma di Stadion Ennio Tardini. Sempat unggul dua gol lebih dulu, Rossoneri justru gagal menjaga keunggulan dan harus pulang dengan satu poin yang terasa seperti kekalahan.
Matteo Gabbia, bek Milan, tak menutupi perasaan frustrasi timnya. Dalam wawancara seusai laga, ia mengakui bahwa hasil tersebut meninggalkan rasa pahit yang sulit diterima, terutama karena Milan kembali kehilangan poin berharga dalam perburuan papan atas Serie A.
Laga itu menjadi cerminan persoalan klasik Milan: tampil meyakinkan di awal, lalu kehilangan fokus di momen krusial. “Kami kecewa karena kami membuang dua poin,” ucap Gabbia, yang menjadi salah satu pemain bertahan utama malam itu.
Milan Gagal Menjaga Fokus, Dua Poin Terbuang

Milan sejatinya memulai laga dengan sempurna. Alexis Saelemaekers membuka keunggulan di menit ke-17, kemudian memenangkan penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Rafael Leao. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Milan tampak menguasai permainan sepenuhnya.
Namun, keunggulan itu perlahan menguap. Gol spektakuler Adrian Bernabe jelang turun minum menghidupkan semangat Parma. Tim tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan lewat Enrico Del Prato di babak kedua. Milan sebenarnya memiliki dua peluang emas 1 lawan 1 di akhir laga, tetapi semuanya gagal berbuah gol.
“Kami tahu ini bukan pertama kalinya kami kehilangan poin seperti ini musim ini,” kata Gabbia kepada Sky dan DAZN. “Kami harus bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati saat mempersiapkan pertandingan seperti ini. Kami harus mencoba melakukan sesuatu yang lebih.”
Bek berusia 26 tahun itu juga menyoroti masalah konsentrasi yang kerap muncul ketika menghadapi tim-tim papan bawah. “Ini sering kali soal fokus. Kami harus bermain dengan lebih hati-hati,” ujarnya. “Pelatih selalu mengingatkan kami untuk tetap bersatu. Kami mampu melakukannya saat melawan tim besar, tetapi tidak cukup melawan tim yang lebih kecil.”
Kesalahan Milan Bukanlah pada Rencana Permainan

Menurut Gabbia, kesalahan Milan bukanlah pada rencana permainan, melainkan pada pelaksanaannya di lapangan. Ia menilai timnya gagal menjaga komunikasi dan kesatuan di lini pertahanan.
“Saya berkata pada diri sendiri bahwa kami tidak turun ke lapangan dengan baik. Kami tidak mampu bersatu dan berkomunikasi dengan benar, dan akhirnya kami tidak bertahan dengan baik,” ujarnya. “Inilah kekecewaan besar malam ini, dan hal ini harus menjadi pelajaran agar kami tidak kehilangan poin seperti ini lagi.”
Gabbia menambahkan bahwa intensitas dan fokus menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas permainan. “Kesalahan malam ini bukan karena persiapan pertandingan, melainkan karena kami bisa tampil lebih baik dengan fokus dan komunikasi yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Milan kembali kehilangan dua poin penting yang bisa menjaga jarak dengan pesaing di papan atas. Gabbia pun menutup dengan nada penuh refleksi. “Kami harus tetap tenang dan memperbaiki hal-hal ini untuk mencoba memenangkan pertandingan seperti ini juga,” tutupnya.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen

Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Rapor Pemain AC Milan: Ketika Ledakan Daya Juang Parma Membuat Rossoneri Kehilangan Kendali Permainan
- Man of the Match Parma vs AC Milan: Enrico Del Prato
- Hasil Parma vs AC Milan: Drama Penuh Adrenalin, 4 Gol Tercipta
- Daya Ancam Belum Pudar: Lini Belakang Barcelona Harus Waspadai Iago Aspas
- Pemain Terbaik dan Terburuk dari Juventus vs Torino: Kiper Tangguh, Striker Loyo
- Man of the Match Juventus vs Torino: Alberto Paleari
- Hasil Juventus vs Torino: Derby della Mole Tanpa Pemenang, Ketangguhan Dua Kiper Jadi Pembeda
- 'Tes Kryptonite' bagi Inter Milan
- Tugas Inter Milan Kini: Perbaiki Konsentrasi, Jaga Ritme, Tunjukkan Konsistensi
- Manchester City vs Liverpool: Pertarungan Mesin Gol di Etihad Stadium
- Jelang Laga Rayo Vallecano vs Real Madrid: Xabi Alonso Dihadapkan pada 3 Masalah Krusial
- Real Madrid Berusaha Bangkit setelah Kalah Menyakitkan di Anfield
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 13 Mei 2026 09:586 Pelajaran dari Duel Milan vs Atalanta: Waktu Rafael Leao Sudah Habis
SOROT
-
Liputan6 13 Mei 2026 13:04Cerita Awal Mula Rencana Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Liputan6 13 Mei 2026 12:35Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat MPR Digugat ke PN Jakpus
MOST VIEWED
- 3 Nama Ini Adalah Pilar Utama Fondasi untuk Membangun Juventus yang Kuat
- Napoli vs Bologna: Tim Conte Gagal Comeback, Tiket Liga Champions pun Terancam
- Transfer Alisson Sulit, Juventus Bidik Kiper Napoli
- Persaingan Tiket Liga Champions di Serie A Memanas: Juventus Salip Milan, Roma Beri Ancaman Serius!
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5751489/original/079642800_1778652274-Sidang_Andrie_Yunus.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5575122/original/035128200_1778038911-IMG_1368.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672813/original/028858600_1778497603-03c64b4f73069593aac03f5f6935f5a72384f1b7.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4893194/original/066499300_1721128487-976273f7-21fe-4164-85f1-796c6c4bae3e_w650_r0_s.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)

