FOLLOW US:


Perpisahan Sempurna dan Penuh Cinta Gianluigi Buffon dengan Juventus

20-05-2021 09:22

 | Asad Arifin

Perpisahan Sempurna dan Penuh Cinta Gianluigi Buffon dengan Juventus
Gianluigi Buffon bersama Andrea Pirlo usai membawa Juventus juara Coppa Italia 2020/2021 © AP Photo

Bola.net - Gianluigi Buffon memberi kesan yang positif untuk Juventus pada musim terakhirnya. Sebelum resmi berpisah, Buffon memberikan gelar Coppa Italia sebagai kado perpisahan untuk Si Nyonya Tua.

Juventus meraih gelar juara Coppa Italia usai menang atas Atalanta pada laga final. Bermain di MAPEI Stadium, Kamis (20/5/2021) dini hari WIB, Juventus menang dengan skor 2-1 dari lawannya.

Dua gol Juventus dicetak Dejan Kulusevski pada menit ke-31 dan Federico Chiesa pada menit ke-73. Sedangkan, Atalanta sempat membuka harapan juara dari gol Ruslan Malinovskyi pada menit ke-41.

1 dari 2

Perpisahan Sempurna Buffon

Buffon punya karir yang unik bersama Juventus. Dia bergabung dengan Si Nyonya Tua pada 2001 silam saat dibeli dari Parma dengan harga 50 juta euro. Buffon jadi kiper termahal dunia kala itu.

Sempat meninggalkan Juventus pada 2018 untuk bermain di PSG, Buffon kembali ke Juventus pada 2019. Pada 30 Juni 2021 nanti, kontrak Buffon bersama Juventus akan habis dan keduanya sepakat berpisah.

"Mengakhirinya seperti ini membuat saya bangga dan sangat bahagia, karena saya harus berbagi kemenangan di final dengan rekan satu tim dan para penggemar, memberikan lapisan gula pada kue," kata Buffon kepada RAI Sport.

"Para penggemar, orang-orang Juve, rekan satu tim saya, dan direktur akan selalu menjadi bagian dari hidup saya. Akhir dari hubungan ini tidak mengakhiri itu. Saya pikir saya telah memberikan banyak cinta," tegas Buffon.

2 dari 2

Harus Berpisah

Buffon belum menyatakan akan pensiun dari sepak bola begitu musim 2020/2021 berakhir. Namun, Buffon merasa harus berpisah dengan Juventus akhir musim ini. Buffon harus membuat pilihan dan itu adalah berpisah dengan Juventus.

"Semua hal harus diakhiri. Saya berusia 43 tahun dan pada usia ini Anda harus membuat pilihan yang mungkin tampak tidak populer, aneh atau bahkan gila," kata Buffon.

"Saya tidak pernah bermain untuk mendapatkan trofi, saya bermain untuk melakukan perjalanan, untuk menantang diri saya sendiri. Itulah inti dari keberadaan saya," tegas Buffon.

Sumber: RAI Sport