Insiden Rasisme Paling Memalukan Terjadi di Israel

Insiden Rasisme Paling Memalukan Terjadi di Israel
Tamuz pertanyakan keputusan wasit. (c) 101
Bola.net - Dunia sepakbola sudah berusaha habis-habisan untuk memerangi rasisme. Contoh paling segar adalah kasus yang dialami John Terry. Kapten Chelsea ini menjadi bulan-bulanan setelah dituduh melakukan tindakan rasis kepada Anton Ferdinand.

Di sepakbola level tertinggi seperti Premier League, segala sesuatunya memang sangat diperhatikan. Kejadian kecil saja bisa berakibat besar karena dilihat oleh seluruh dunia.

Baru-baru ini, terjadi rasisme 'kelas berat' yang terjadi di Liga Israel. Penyerang Hapoel Tel Aviv berdarah Nigeria Toto Tamuz menjadi korban terakhir saat membela timnya melawat ke Beitar Jerusalem.

Suporter Beitar dikenal sangat fanatik. Mereka adalah para ultranasionalis dan pendukung sayap kanan politik Israel. Mereka tak disukai penggemar klub lain karena sering berbuat ekstrim dalam mendukung timnya, seperti bersiul, menirukan suara monyet dan menyanyikan lagu anti-Arab.

Singkat cerita, Tamuz mendapat perlakuan rasis dari fans Beitar. Ia diteriaki dengan suara monyet, dilempari pisang dan dimaki suporter lawan. Saat berhasil mencetak gol, Tamuz melakukan selebrasi dengan mengacungkan jari telunjuk ke depan mulutnya, pertanda agar fans Beitar untuk diam. Hapoel akhirnya kalah 2-3 di laga itu.

Entah apa yang merasuki wasit, Tamuz mendapat kartu kuning karena selebrasinya. Karena Tamuz sudah mendapat kartu kuning sebelumnya, ia akhirnya diusir dari lapangan. Jika dipikir lagi, hampir semua liga di dunia sudah pernah melihat pemain merayakan gol dengan cara seperti itu, tetapi tak pernah ada yang dipermasalahkan wasit.

Tamuz tentu dibela oleh klubnya. Hapoel menulis surat terbuka yang mengutuk aksi fans Beitar. Tetapi reaksi resmi Beitar sungguh mengejutkan.

Klaim rasis Hapoel merupakan usaha gagal untuk menutupi kekalahan mereka. Jika memang ada tindakan rasis, tentu wasit akan menuliskannya di laporan pertandingan. Beitar menganggap Hapoel harus bisa mengendalikan Tamuz yang provokatif. Sudah waktunya Tamuz mendapatkan hukuman, dan kali ini dia layak dihukum atas kelakuan provokatifnya. (101/hsw)