
Bola.net - Penyerang milik Bastia, Brandao, divonis masuk penjara selama satu bulan plus denda sebesar 20 ribu Euro setelah mematahkan hidung gelandang PSG, Thiago Motta.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, usai laga PSG versus Bastia 16 Agustus lalu, Brandao menanduk Thiago di lorong menuju ruang ganti pemain. Hidung gelandang 32 tahun itu pun patah dan berdarah-darah.
Penyerang asal Brasil itu pun mendapatkan sanksi berlapis. Otoritas sepakbola Ligue 1, LFP, akhirnya menjatuhinya larangan merumput selama 6 bulan. Hukuman itu dimulai September lalu dan akan berakhir pada bulan Februari tahun depan.
Selain itu, kasusnya juga dilimpahkan ke pengadilan. Jaksa Penuntut sebenarnya sempat meminta agar pemain 34 tahun itu dihukum penjara selama delapan bulan dan denda 15 ribu Euro. Namun, pada akhirnya ia hanya dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan saja, plus denda sebesar 20 ribu Euro.
Namun, pihak pengadilan masih memberikan kesempatan pada Brandao agar tak perlu menjalani vonis penjara tersebut. Pihak pengadilan siap untuk mengadakan perjanjian khusus dengan pihak Brandao. Hanya saja, tak ada detil pasti tentang isi perjanjian itu.
Insiden tandukan itu sendiri bermula dari perseteruan kedua pemain itu di atas lapangan. Pihak Brandao mengaku Thiago kerap memprovokasinya dengan menuduhnya telah melakukan aksi pemerkosaan. Menurut Thiago, di tengah laga, Brandao sempat mengatakan akan menunggu dirinya usai laga berakhir.
"Saat kami berseteru di atas lapangan, ia mengatakan pada saya bahwa ia akan menunggu saya. Saya tak menduga sama sekali bahwa ia akan melakukannya," ujar pemain asal Italia itu pada para penyidik kepolisian. [initial]
(gl/dim)
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, usai laga PSG versus Bastia 16 Agustus lalu, Brandao menanduk Thiago di lorong menuju ruang ganti pemain. Hidung gelandang 32 tahun itu pun patah dan berdarah-darah.
Penyerang asal Brasil itu pun mendapatkan sanksi berlapis. Otoritas sepakbola Ligue 1, LFP, akhirnya menjatuhinya larangan merumput selama 6 bulan. Hukuman itu dimulai September lalu dan akan berakhir pada bulan Februari tahun depan.
Selain itu, kasusnya juga dilimpahkan ke pengadilan. Jaksa Penuntut sebenarnya sempat meminta agar pemain 34 tahun itu dihukum penjara selama delapan bulan dan denda 15 ribu Euro. Namun, pada akhirnya ia hanya dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan saja, plus denda sebesar 20 ribu Euro.
Namun, pihak pengadilan masih memberikan kesempatan pada Brandao agar tak perlu menjalani vonis penjara tersebut. Pihak pengadilan siap untuk mengadakan perjanjian khusus dengan pihak Brandao. Hanya saja, tak ada detil pasti tentang isi perjanjian itu.
Insiden tandukan itu sendiri bermula dari perseteruan kedua pemain itu di atas lapangan. Pihak Brandao mengaku Thiago kerap memprovokasinya dengan menuduhnya telah melakukan aksi pemerkosaan. Menurut Thiago, di tengah laga, Brandao sempat mengatakan akan menunggu dirinya usai laga berakhir.
"Saat kami berseteru di atas lapangan, ia mengatakan pada saya bahwa ia akan menunggu saya. Saya tak menduga sama sekali bahwa ia akan melakukannya," ujar pemain asal Italia itu pada para penyidik kepolisian. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 14 Mei 2026 05:21Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
-
liga eropa lain 12 Mei 2026 19:37Prediksi Lens vs PSG 14 Mei 2025
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7843097/original/050595500_1780664870-IMG_2203.jpeg)
