
Bola.net - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa proses penyusunan formula baru untuk upah minimum terus berjalan. Pemerintah menargetkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 bisa ditetapkan sebelum 31 Desember 2025 sehingga dapat berlaku per Januari 2026.
Menurut Yassierli, penyusunan formula tengah dirampungkan lintas kementerian. Ia menegaskan pemerintah berusaha menyelesaikannya tepat waktu, meski finalisasi regulasi masih berjalan.
"Kepastiannya kita tunggu ya. Kita berharap sebenarnya dari patokan jadwal tentu sebelum 31 Desember 2025. Jadi untuk diterapkan bulan Januari (2026)," kata Yassierli di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Menaker menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) baru mengenai pengupahan tidak akan sepenuhnya mengikuti aturan sebelumnya. Ia belum dapat memastikan kapan PP tersebut selesai, tetapi penekanan utamanya adalah penyusunan regulasi yang matang.
"Jadi ini memang kita ingin PP ini benar-benar siap dan tentu ini kita tidak bisa patok targetnya kapan, tapi kita berharap koordinasi lintas kementerian dengan stakeholders-stakeholders ini beres ya tentu sesegera mungkin," ujarnya.
"Jadi amanat dari undang-undang, formula itu dirinci di PP. Makanya sebelumnya ada PP 51 (tahun 2023), sekarang kemudian kita sedang menyiapkan PP yang baru," sambungnya.
Pengusaha Minta UMP Disesuaikan Kondisi Daerah
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penetapan upah minimum tidak bisa disamakan secara nasional. Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menilai perkembangan ekonomi daerah hingga karakter masing-masing sektor usaha harus menjadi rujukan. Ia menekankan bahwa kebutuhan hidup layak (KHL) dalam perumusan upah perlu menggunakan data Susenas dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Hal ini untuk menjaga agar kebijakan pengumpahan itu tetap adil, transparan dan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya," kata Shinta dalam konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta, Selasa, 25 November 2025.
Shinta juga menyoroti bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak bisa disamaratakan. Setiap provinsi memiliki kondisi berbeda yang memengaruhi hasil perumusan upah.
"Jadi di dalam formula itu jelas sudah ada yang dikasih pertumbuhan ekonomi, kadang-kadang masih ada suara-suara mengatakan 'sama aja buat seluruh Indonesia', itu tidak memungkinkan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa perbedaan inflasi dan dinamika ekonomi di tiap wilayah membuat penyesuaian daerah menjadi keharusan.
"Karena kondisi daerah di setiap Indonesia itu berbeda-beda, pertumbuhan ekonominya berbeda, inflasinya berbeda, jadi formula itu memang harus didasarkan dari kondisi daerah masing-masing."
Harapan Apindo: Kenaikan UMP 2026 Harus Berbasis Formula
Lebih jauh, Shinta menegaskan perlunya formula yang jelas dalam menghitung kenaikan UMP 2026. Tanpa formula, kenaikan upah berisiko kembali bergantung pada satu angka acuan seperti tahun sebelumnya. Apindo berharap sistem yang sedang dirumuskan pemerintah bisa menjadi dasar yang lebih proporsional.
"Harapan kami tentunya supaya tidak seperti terjadi tahun lalu di mana tidak ada formula dan hanya sebuah angka, jadi tahun ini kami harap bisa kita kembali kepada formula," ujar Shinta pada kesempatan yang sama.
Dengan berbagai masukan dan dinamika pembahasan, penetapan UMP 2026 menjadi salah satu keputusan penting yang kini tengah dikejar pemerintah demi memberikan kepastian bagi pekerja dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Penulis: Liputan6/Arief Rahman H
Baca Ini Juga:
- Superbank Gelar IPO di Kisaran Harga Rp 525 - Rp 695, Cek Jadwal Lengkapnya
- TNI AL Mulai Seleksi Personel untuk Dikirim ke Gaza
- Aturan Larangan Merokok di Jakarta Diprotes, Pelaku Usaha Waswas Omzet Bakal Turun
- Kabar Gembira Akhir Tahun! Simak Link Resmi Cek BLT Kesra dan Cara Cairkan Dananya
- Cara Cek Bansos Modal KTP doang, Awas Terjebak Modus Oknum Nakal
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
news 31 Oktober 2026 17:13BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
-
news 27 Oktober 2026 17:27BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
-
news 26 Oktober 2026 05:39BRI Tegaskan Komitmen Zero Tolerance terhadap Fraud dalam Kasus KUR Fiktif BRI Kepanjen
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
