
Bola.net - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini. Mata uang Rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah terdepresiasi sebesar 9 poin atau 0,06 persen. Posisinya kini berada di level 16.289 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 16.280.
Pelemahan ini terjadi setelah pada hari sebelumnya rupiah sempat mencatatkan penguatan. Pergerakan yang fluktuatif ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri.
Salah satu faktor eksternal yang paling signifikan datang dari dinamika perang dagang. Kebijakan terbaru dari pemerintah AS menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
Di sisi lain, investor juga tengah bersikap antisipatif. Mereka menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.
Kombinasi berbagai sentimen ini menciptakan tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Mari kita bedah lebih dalam faktor-faktor yang menjadi pemicu pelemahan nilai tukar hari ini.
Dampak Perpanjangan Gencatan Senjata Dagang
Analis pasar keuangan melihat adanya korelasi kuat antara pelemahan rupiah dengan kebijakan terbaru AS. Perpanjangan penundaan pengenaan tarif terhadap produk Tiongkok menjadi pemicu utamanya.
Langkah ini membuat dolar AS kembali menguat atau rebound. Akibatnya, mata uang lain, termasuk rupiah, mengalami tekanan.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul diperpanjangnya penundaan tarif pada China untuk 90 hari,” kata Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/8/2025).
Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang gencatan perang tarif. Tanpa perpanjangan ini, produk Tiongkok akan dikenakan tarif tambahan sebesar 24 persen.
“Dampak tarif lebih besar pada dolar AS (karena) dampaknya pada ekonomi AS lebih besar,” ucap Lukman.
Antisipasi Rilis Data Inflasi Amerika Serikat
Selain faktor perang dagang, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh sikap investor. Mereka cenderung menahan diri atau wait and see menjelang rilis data inflasi AS.
Data inflasi ini menjadi indikator penting bagi bank sentral AS, The Federal Reserve. Angka ini akan menjadi pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Pasar memperkirakan akan terjadi kenaikan pada angka inflasi. Baik inflasi umum maupun inflasi inti diprediksi akan menunjukkan peningkatan.
“Inflasi umum diperkirakan naik ke 2,8 persen dari 2,7 persen dan inflasi inti naik ke 3 persen dari 2,9 persen,” ungkap Lukman.
Ekspektasi kenaikan inflasi ini dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan sikap moneter yang lebih ketat. Hal tersebut berpotensi membuat dolar AS tetap diminati oleh investor.
Kilas Balik Pergerakan Rupiah Kemarin
Pergerakan rupiah hari ini kontras dengan yang terjadi pada awal pekan. Kemarin, nilai tukar justru dibuka dengan penguatan yang cukup signifikan.
Pada perdagangan Senin (11/8/2025), rupiah sempat menguat sebesar 42 poin. Penguatan ini terutama dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait potensi kebijakan The Fed.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang masih dalam tekanan dari prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed menyusul pernyataan dovish The Fed Bowman yang mendukung tiga kali pemangkasan hingga akhir tahun,” kata Lukman pada hari sebelumnya.
Pernyataan yang lebih longgar atau dovish dari pejabat The Fed, Michelle Bowman, menjadi pemicunya. Hal ini didorong oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi.
Selain itu, sentimen positif dari dalam negeri juga sempat menopang penguatan rupiah. Adanya prediksi kenaikan data penjualan ritel domestik turut memberikan sentimen positif bagi pasar.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:54Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:41Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
BERITA LAINNYA
-
news 27 Oktober 2026 17:27BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
-
news 26 Oktober 2026 05:39BRI Tegaskan Komitmen Zero Tolerance terhadap Fraud dalam Kasus KUR Fiktif BRI Kepanjen
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 18:12Triple 80, Strategi Menkes Tekan Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Ginjal
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386723/original/081560300_1793359234-IMG_1306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
