FOLLOW US:


Manny Pacquiao Berambisi Kalahkan Lucas Matthysse

20-04-2018 15:06
Manny Pacquiao Berambisi Kalahkan Lucas Matthysse
Manny Pacquiao dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Lucas Matthysse. © Liputan6.com

Bola.net - Setelah lama tak terdengar di kancah tinju dunia, Manny Pacquiao bakal kembali naik ring pada bulan Juli mendatang. Mantan juara dunia delapan kelas berbeda tersebut bakal bertarung melawan Lucas Matthysse di Kuala Lumpur, Malaysia, 15 Juli 2018.

Pacman yang sudah berusia 39 tahun ingin membuktikan kalau eranya belum berakhir. Dalam rilis yang diterima wartawan jelang jumpa pers diKuala Lumpur, Malaysia, Jumat (20/4/2018), Pacquiao mengaku ingin kembali menyandang gelar juara dunia lagi.

"Saya sangat antusias menghadapi pertarungan yang berpeluang memberikan saya gelar juara dunia lagi," kata Pacquiao. "Ini memberi saya motivasi besar untuk kembali memenangkan gelar dan menjadi inspirasi bagi semua orang," katanya.

Dalam duel ini, Pacquiao akan berusaha merebut gelar juara dunia kelas welter yang kini dipegang Matthysse. Petinju asal Argentina tersebut menjadi juara dunia versi WBA setelah mengalahkan petinju Thailand, Tewa Kiram pada pertarungan yang digelar, 27 Januari2018.

Sebelumnya, baik Pacman maupun Oscar De La Hoya, telah lebih dulu mengumumkan rencana duel ini lewat akun Twitter masing-masing. Pertarungan di Axiata Arena, Bukit Jalil nanti akan memperebutkan gelar juara dunia kelas welter versi badan tinju WBA.

Manny Pacqioa dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Lucas Martin Matthysse.

Kick Off MP Promotions

Jumpa pers berlangsung di ruangan Clarke Ballroom, Le Meridien, KL Sentra, Malaysia. Acara ini merupakan bagian dari promosi yang dilakukan oleh pihak promotor. Acara diawali dengan pemaparan dari kedua kubu yang bertanding, lalu diikuti dengan sesi tanya jawab dengan wartawan. Sehari sebelumnya, acara yang sama juga berlangsung di Manila, Filipina.

Pacquao tidak hanya tampil sebagai petinju dalam pertandingan ini. Lewat, MP Promotions, Pacquiao juga menjadi promotor duel melawan Matthysse bekerjasama dengan Golden Boy Promotion milik Oscar De La Hoya. Sebagai promotor, Pacquiao mengatakan kalau penonton tidak akan rugi membeli tiket pertarungannya dengan Matthysse. Sebab mereka akan berusaha tampil menghibur sehingga tidak membuat para penonton merasa bosan.

Sebagai promotor, duel melawan Matthysse juga menjadi awal bagi Pacquiao bersama MP Production menangani duel internasional. "Ini akan jadi kick off MP Promotions memulai jadi promotor bagi pertarungan internasional dan memberi kesempatan bagi para petarung bertalenta dari Asia untuk tampil di pentas dunia," kata Pacqioao dalam sambutannya.

"Banyak negara yang terlibat dalam promo ini. Mulai Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Meksiko, Pakistan, China, India, Indonesia, dan tentu saja Thailand. Jadi ini laga 15 Juli nanti akan berjalan menarik. Karena itu, saya ingin mengundang semuanya untuk menghadiri laga bersejarah ini, karena ini merupakan laga terbesar setelah pertarungan Muhammad Ali yang berlangsung di sini, kalau tidak salah pada tahun 1975 lalu," kata Pacqioao menambahkan.

Partai Lainnya

Hingga saat ini, Pacquiao telah mencatatkan 59 kemenangan (38 KO), 7 Kali Kalah (3KO), dan 2 kali seri. Sebelumnya, Pacquiao juga tercatat sebagai petinju yang mampu merebut gelar juara dunia di delapan kelas berbeda. Pada pertarungan sebelumnya, Pacquiao kehilangan gelar juara dunia kelas welter versi WBO usai kalah angka dari Jeff Horn.

Selain duel Pacquiao melawan Matthysse, sederet partai tambahan juga akan meramaikan duel bertajuk 'Fight of Champions' ini. Salah satunya akan mempertandingkan jagoan Malaysia, Muhammad Farkhan Mohd Haron. Farkhan merupakan petinju Malaysia pertama yang berhasil memenangkan gelar juara WBC Asia kelas Light Heavyweight.

Selain itu, akan bertanding juga petinju asal Filipina, Jhack 'El Capitan' Tepora. Pria berusia 25 tahun ini disebut-sebut sebagai calon penerus Pacquiao berikutnya. Saat ini, Terpoa menyandang gelar juara kelas bulu WBO Inter-Continental dan WBO Oriental.

Banyak yang memprediksi pertandingan melawan Matthysse ini akan menjadi pertandingan terakhir Pacquiao. Namun petinju Filipina tersebut menegaskan bahwa ini bukan pertarungan terakhirnya.

"Ini bukan pertarungan terakhir saya. Ini salah satu untuk membuktikan bahwa saya masih ada di dunia tinju dan bahwa karir saya belum tamat," tutupnya.

Sumber: Liputan6.com