FOLLOW US:

Bola.net Unseen : Aksi Solidaritas untuk Prabangsa

Jumat, 25-01-2019 15:12
Bola.net Unseen : Aksi Solidaritas untuk Prabangsa
Aksi Solidaritas AJI Surabaya Untuk Menolak Pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. © Mustopa El Abdy

Pada Jumat (25/01) siang, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya, termasuk reporter Bola.net, Mustopa El Abdy melakukan aksi solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Aksi solidaritas ini dilakukan untuk meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mencabut remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Prabangsa dibunuh pada 11 Februari 2009, jasadnya dibuang ke Laut dan baru ditemukan lima hari kemudian. Pembunuhan dilakukan karena Prabangsa menulis dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli yang dilakukan Susrama.

Susrama sendiri merupakan saudara kandung Bupati Bangli dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PDI Perjuangan saat itu.

Pada 15 Februari 2010, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Susrama. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni hukuman mati.

Akhir Desember 2018, Presiden Joko Widodo memberikan remisi kepada terpidana, sehingga hukumannya menjadi 20 tahun penjara. Remisi tersebut kemudian menuai protes dari para jurnalis di Tanah Air.

Di dunia sepak bola, baru-baru ini juga sempat digemparkan dengan kasus pembunuhan terhadap jurnalis Investigatif di Ghana, Ahmed Hussein-Suale. Hussein dibunuh secara tragis dengan dua luka tembak di dada dan di leher.

Hussein dibunuh karena menulis laporan tentang dugaan kasus korupsi di badan sepak bola FIFA. Pembunuhan diduga dilakukan oleh profesional, meski polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut.

Awak Bola.net, merasa perlu untuk mengikuti aksi solidaritas ini karena pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis adalah ancaman bagi kemerdekaan pers. Padahal pers adalah pilar keempat demokrasi.

Diharapkan dengan aksi solidaritas ini, kasus kekerasan terhadap jurnalis bisa ditangani secara serius oleh pemerintah dan aparat. Dan yang paling utama, jurnalis berharap presiden mencabut remisi terhadap Susrama.