FOLLOW US:

Bolanet Unseen: Cerita Piknik Penutup Liga 1 Musim 2018

Rabu, 12-12-2018 14:19
Bolanet Unseen: Cerita Piknik Penutup Liga 1 Musim 2018
Sesi foto bersama Milan Petrovic usai laga Arema FC vs Sriwijaya FC © Play Grup Olga

Satu musim sudah berlalu. Gojek Liga 1 bersama Bukalapak 2018 baru saja usai. Seperti yang sudah diketahui, Persija Jakarta yang tampil sebagai juara musim ini. Persija unggul atas PSM Makassar dalam persaingan gelar juara.

Tapi, kami masih punya satu cerita yang rasanya perlu dibagikan di pekan terakhir Liga 1.

Bola.net punya kesempatan menjadi saksi momen penting yang terjadi pada pekan terakhir Liga 1. Ada reporter yang melakukan peliputan di Stadion Gelora Bung Karno, yang menjadi saksi pesta juara Persija Jakarta dan terdegradasinya Mitra Kukar.

Selain itu, Bola.net juga menjadi saksi terdegradasinya Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito harus terlempar ke kasta kedua sepak bola Indonesia untuk pertama kalinya sejak berdiri pada tahun 2004 silam. Sriwijaya FC terdegradasi setelah pada laga terakhir kalah dengan skor 2-1 atas Arema FC pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (9/12) yang lalu. Nah, perjalanan ini yang hendak kami ceritakan.

Kami menyebut perjalanan menyaksikan laga Arema FC melawan Sriwijaya FC sebagai 'piknik'. Karena piknik, kami datang tidak sendirian ke Stadion Kanjuruhan. Kami datang bertiga. Satu orang dari Bolanet, dengan dua orang fotografer dari media yang berbeda [tak perlu disebutkan nama medianya, kan kompetitor hahaha].

Perjalanan kami mulai dengan membeli camilan. Kami mampir ke kedai roti yang sudah buka sejak tahun 1936. Nama toko roti ini cukup terkenal di Malang, kami sebutkan saja ya, Toko Roti Purimas. Setelah amunisi yang diperlukan terkumpul, barulah kami berangkat menuju Stadion Kanjuruhan.

Namanya juga piknik. Sebelum menginjakkan kaki di Stadion Kanjuruhan, kami juga menyempatkan diri menjajal kuliner di sekitar stadion. Pilihan kami jatuhkan pada 'Bakso Duro'. Letaknya tak jauh dari stadion, mungkin sekitar 300 meter.

Bagi Bolaneters yang punya hobi nonton sepak bola dan kuliner, jika berkesempatan mampir ke Stadion Kanjuruhan, tidak ada salahnya untuk menjajal bakso itu. Rasanya enak kok. Kalau tidak percaya, silahkan dibuktikan sendiri. Soal harga, jangan khawatir, sudah pasti terjangkau.

Setelah perut kenyang, perjalanan berlanjut ke Stadion Kanjuruhan. Rasanya, tak pelu kami ceritakan apa yang terjadi sepanjang laga. Sudah ada review-nya kok. Baca saja di sini.

Langsung saja, kami ingin ceritakan apa yang terjadi begitu laga usai. Para pemain Sriwijaya FC lunglai. Mereka langsung ambruk ke lapangan. Beberapa pemain menangis. Mereka tak kuasa menahan tangis karena Sriwijaya FC harus terdegradasi. Suasana haru terjadi sampai di ruang ganti pemain Sriwijaya FC.

Bahkan, suasana haru itu masih tercipta saat sesi jumpa pers. Sriwijaya FC diwakili oleh pelatih Angel Alfredo Vera. Nampak jelas gurat kesedihan di wajah pelatih asal Argentina tersebut. Namun, Alfredo dengan tenang menjawab setiap pertanyaan dari para wartawan. Hingga akhirnya Alfredo menyudahi sesi ini dengan wajah yang sedih.

Berbeda dengan sesi jumpa pers Sriwijaya FC, saat perwakilan Arema masuk ruang media, suasana pun menjadi ceria. Ada Hamka Hamzah dan Milan Petrovic di sana. Setelah sesi tanya jawab usai. Awak media pun monodong keduanya untuk berfoto bersama dan mereka tidak keberatan untuk melakukannya.

Dan, seperti yang sudah diduga sebelumnya, itu menjadi sesi jumpa pers terakhir Milan Petrovic sebagai pelatih Arema. Sehari setelah laga melawan Sriwijaya, Petrovic diberhentikan dari jabatannya. Terima kasih coach, sudah bersedia berfoto bersama kami!

Setelah beberapa sesi jumpa pers tambahan, tiba waktunya kami meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Tidak langsung pulang, masih ada beberapa kegiatan yang kami lakukan. Masih di area stadion, kami melepas penat dan bercanda dengan rekan-rekan lainnya. Selain itu, kami juga menunggu arus lalu lintas lebih lancar karena Aremania yang datang cukup banyak.

Dalam perjalanan pulang, kembali kami tak kuasa untuk menahan godaan untuk menjajal pesona kuliner Kota Malang. Pilihan jatuh pada menu nasi goreng. Dan, seporsi nasi goreng itulah yang menutup piknik kami di laga pekan terakhir Liga 1 2018.

Sampai berjumpa lagi di musim 2019 [yang entah kapan akan dimulai] hehehehehe..