FOLLOW US:

Kenapa Arsenal Tidak Pecat Arsene Wenger, Memangnya Tak Ingin Juara?

Kamis, 26-10-2017 19:46
Kenapa Arsenal Tidak Pecat Arsene Wenger, Memangnya Tak Ingin Juara?
Arsene Wenger © Bola.net
Bola.net - Arsene Wenger akan melatih Arsenal hingga 2019 mendatang. Jika Anda salah satu pihak yang kecewa dengan Wenger, Anda harus bersabar menunggu kontrak tersebut habis atau bahkan mungkin perlu ketabahan lebih panjang lagi.

Ada beberapa alasan kenapa Arsenal tak mudah melepas pelatih 68 tahun tersebut. Ini yang akan menjadi pokok pembahasan tulisan ini.

Klub bermarkas di Emirates Stadium tersebut sudah tak pernah menjadi juara Premier League sejak 2004. Sekarang sudah menjelang akhir tahun 2017.

Tidak sekali fans Arsenal menuntut agar pelatih asal Prancis tersebut segera meninggal jabatannya sebagai pelatih  Arsenal. Namun harapan itu urung terwujud hingga kini.

Musim lalu, Wenger kembali mendapat tekanan dari fans Arsenal setelah hanya mampu finis di peringkat lima sehingga membuat Arsenal absen di Liga Champions musim ini.

Demi mengusir Wenger dari Arsenal, sejumlah fans hingga nekat menerbangkan pesawat di atas stadion dengan membawa pesan bertuliskan 'No Contract #WengerOut'. Protes terus berlanjut untuk mendesak Wenger dengan beberapa cara yang lebih radikal, di antaranya menggunakan pesan-pesan yang dituliskan di bak truk dan kemudian diparkir di depan markas Arsenal.

Jawaban dari manajemen klub atas kekecewaan tersebut justru berujung pada pemberian perpanjangan kontrak dua tahun ke depan pada akhir musim lalu.

Ada beberapa alasan mendasar yang membuat fans The Gunners kecewa dengan Wenger. Selain sudah puasa gelar di Premier League selama 13 tahun, Wenger juga terkenal pelit dalam belanja pemain. Akibat ulahnya tersebut, Arsenal dinilai tak lagi mampu bersaing dengan klub-klub lain seperti Manchester City atau Manchester United yang selalu gila-gilaan dalam membeli pemain.

Selama 21 tahun melatih Arsenal, Wenger tercatat hanya mendatangkan pemain 96. Pembelian Alexandre Lacazette pada bursa transfer musim panas lalu seharga 53 juta euro merupakan pembelian termahal dalam kariernya. Dan sepanjang kariernya sebagai pelatih, Wenger menghabiskan 848 juta euro untuk membeli pemain.

Sementara itu, Jose Mourinho yang karier kepelatihannya belum sepanjang Wenger sudah tercatat menghabiskan dana sekitar 1,5 milyar euro untuk membeli 97 pemain. .

Tuntutan pada Wenger agar segera mundur masih berlanjut hingga memasuki babak baru musim ini. Namun demikian, terlepas dari performa Wenger, Stan Kroenke, sebagai pemegang saham terbesar di Arsenal tetap memberi kepercayaan penuh pada mantan pelatih AS Monaco tersebut.

"Kami rasa Arsene sudah bekerja dengan baik dan dia adalah orang yang tepat [untuk Arsenal]. Kami sangat menghormati Arsene - kami tak akan buru-buru mengambil keputusan. Kami saling menghormati. Kami sangat percaya pada Arsene," begitu kata pemilik klub.


Alasan Arsenal Percaya pada Wenger


Melepas Wenger memang tidak mudah bagi klub berbasis di kota London tersebut. Banyak sekali jasa yang telah diberikan Wenger untuk Arsenal. Terhitung sejak 1996, Wenger telah memberikan sejumlah trofi di antaranya tiga gelar Liga Inggris dan tujuh trofi FA Cup. Rentengan gelar tersebut membuat Wenger termaktub sebagai pelatih tersukses di klub yang identik dengan warna merah-putih tersebut.

Menghentikan Wenger dari jabatan pelatih di Arsenal  berpotensi menimbulkan dampak sistemik seperti halnya yang pernah dialami Manchester United. Setelah ditinggal Sir Alex Ferguson, klub asal kota Manchester United tersebut melakukan beberapa kali pergantian pelatih. Namun tetap saja berjalan seperti tanpa arah sejak 2013. Hingga akhirnya mereka mengangkat Jose Mourinho yang kemudian bisa memberikan harapan lebih baik. Musim lalu, MU menjuarai Liga Europa dan Piala Liga sehingga musim ini bisa kembali bisa bermain di Liga Champions lagi.

Mempertahankan Wenger adalah mempertahankan stabilitas keuangan klub. Wenger bukan tipe pelatih yang suka mendatangkan pemain bintang seperti klub-klub lain meskipun dana itu tersedia. Wenger lebih suka membeli pemain yang memiliki potensi. Kemudian ia memolesnya sedemikian rupa sehingga menjadi pemain besar di kemudian hari.

Beberapa pemain yang mulanya biasa-biasa saja lalu menjadi pemain luar biasa di bawah tangan dingin Wenger di antaranya adalah Patrick Viera yang ia datangkan dari AC Milan pada awal kariernya di Arsenal. Meskipun sebelumnya ia hanya pemain cadangan di klub Italia tersebut, Viera bisa menjadi pemain penting di Arsenal hingga menyabet tiga gelar Premier League. Selain itu, juga ada nama-nama lain seperti Cesc Fabregas, Kolo Toure dan Robin van Persie.

Dengan pengeluaran minimal dengan hasil maksimal, Arsenal tentu saja mendapat keuntungan besar dari kelihaian Wenger dalam melihat potensi pemain tersebut. Buktinya pada tahun 2004, Arsenal bisa membangun stadion baru yang tak lepas dari campur tangan Wenger. Pembangun stadion yang akhirnya selesai pada 2006 tersebut menghabiskan dana sekitar 470 juta pounds. Efek sampingnya, Wenger harus berhemat jika ingin mendatangkan pemain baru karena Arsenal banyak menanggung utang untuk pembangunan rumah baru tersebut.

Dengan segala keterbatasan, tapi  Wenger tetap mampu menjadikan timnya bersaing di papan atas di Premier League. Dan sekarang, kehadiran stadion berkapasitas 60 ribu penonton tersebut membuat Arsenal punya kandang yang lebih mewah dan bisa meningkatkan pendapatan klub setiap musimnya. Perlu ditegaskan lagi, ini semua tak lepas dari buah pikir Wenger.

Selain itu, keunggulan Wenger adalah kemampuannya dalam melejitkan pemain muda dari akademi Arsenal sendiri. Pada musim 2016/2017 lalu, menurut Press Association Sport, Arsenal merupakan klub paling banyak menggunakan muda  di semua kompetisi dengan menurunkan 11 pemain dengan total waktu bermain 7.549 menit. Adapun pemain akademi Arsenal yang sudah bersinar saat ini di antaranya Hector Bellerin, Francis Coquelin, dan Alex Iwobi.

Keuntungan lain Arsenal memertahankan Wenger yaitu karena prestasinya. Meskipun memang belum mampu meraih gelar Premier League sejak 2004, namun Arsenal sukses menjuarai FA Cup tiga kali sejak tahun 2014. Gelar pada 2017 kemarin menandai bahwa Arsenal adalah klub paling banyak menjuarai kompetisi tertua di dunia tersebut.


Siapa yang Pantas Gantikan Wenger?


Memang musim lalu Arsenal hanya mampu finis di peringkat lima sehingga membuat mereka tak bisa tampil di Liga Champions musim ini untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.  Mungkin itu satu-satunya alasan bagi Arsenal jika ingin melepas Wenger. Tapi buktinya Wenger masih mendapat kesempatan untuk melanjutkan pekerjaannya di Arsenal.

Lagi pula mencari pengganti Wenger  bukan pekerjaan yang mudah. Wenger adalah pelatih yang dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan estetika dalam bermain. Formasinya andalannya di Arsenal dengan susunan  4-2-3-1 telah banyak menginspirasi klub-klub lain di Inggris. Hanya baru-baru ini saja, Wenger ikut-ikutan menggunakan tiga bek.

Perjuangan Arsenal di Liga Inggris musim ini tak akan mudah. Mereka harus bersaing dengan klub-klub yang memiliki  aliran dana besar seperti di Manchester City, Manchester United, atau Chelsea. Meski persaingan berat, tapi Wenger telah terbukti mampu membawa timnya bersaing di papan atas.

Akhirnya, adakah pelatih yang lebih meyakinkan untuk Arsenal selain Wenger?

(bola/shd)