FOLLOW US:

Mengapa Liverpool vs MU Bukan Laga Menarik untuk Ditonton

Kamis, 12-10-2017 18:16
Mengapa Liverpool vs MU Bukan Laga Menarik untuk Ditonton
Liverpool vs Manchester United © Bola.Net
Bola.net - Dua klub besar di Inggris Liverpool dan Manchester United akan saling adu kekuatan akhir pekan ini di Anfield Stadium. Pertemuan antara kedua tim tersebut tentu saja menjadi penantian para pencinta sepakbola mengingat keduanya adalah klub berpengaruh—bukan hanya di Inggris tapi di dunia.

Permainan yang menarik dari kedua kubu diharapkan akan tersaji sepanjang pertandingan. Namun tak jarang pertemuan antara kedua klub itu berakhir anti-klimaks dan justru menjadi pertandingan yang sangat membosankan.  

Tiga pertemuan terakhir antara kedua kubu sudah cukup menjadi bukti. Selalu tak ada pemenang alias selalu imbang. Meski imbang, bisa dikatakan menarik, jika misalnya tersaji drama. Tapi MU dan Liverpool tampaknya tak pandai menampilkan drama kecuali fakta hanya hasil imbang dengan skor akhir 0-0 atau 1-1.

Pertandingan yang akan berlangsung pada akhir pekan ini kemungkinan besar tak akan berbeda jauh dengan tiga pertemuan sebelumnya. Jose Mourinho sebagai juru taktik Manchester United akan menerapkan teori pragmatismenya yang menuntut kesabaran penonton.  Sebab, ia tak ingin gegabah bermain terbuka di kandang Liverpool.

Sementara itu Liverpool juga tak akan sepenuhnya bermain menyerang dengan konsep ‘Gegenpressing’ seperti kala menghadapi klub-klub yang levelnya di bawah mereka.


Distraksi pasca Jeda Internasional


Semangat saling ‘membunuh’ akan sulit tumbuh dalam pertandingan Liverpool vs MU kali ini karena berlangsung tak lama setelah jeda internasional. Para pemain masih kelelahan setelah menjalani sejumlah pertandingan bersama tim nasional masing-masing.

Selama jeda internasional kemarin, banyak pemain Liverpool yang terpanggil ke tim nasional. Pemanggilan itu membuat skuat utama The Reds hanya menyisakan Alberto Moreno, Joel Matip, Loris Karius dan James Milner.

Perjalanan jauh pulang-pergi akan memberi pengaruh pada performa pemain kala menjalani pertandingan akhir pekan ini. Selain itu, mereka hanya memiliki waktu singkat dalam persiapan. Pemain asal Brasil seperti Roberto Firmino dan Philippe Coutinho misalnya, hanya punya waktu 48 jam untuk melakukan persiapan sebelum menghadapi Manchester United.

Mohamed Salah harus melakukan perjalanan dari Mesir ke Inggris. Seandainya ia dalam kondisi 100 persen, ia bisa menjadi pemain kunci untuk menghadapi tantangan Setan Merah. Namun ia bukan robot.  Ia tak mungkin bisa bermain 100 persen akhir pekan ini setelah berjuang mengantarkan Mesir lolos ke Piala Dunia 2018. Ia butuh istirahat.  (Baca: Tak Salah, karena Salah adalah Kebenaran)

Liverpool sendiri secara keseluruhan terbukti tak bisa tampil optimal pasca jeda internasional. Jurgen Klopp sebagai pelatih yang dikenal dengan permainan ‘Gegenpressing’ tak bisa menuntut pasukannya tampil mencak-mencak sepanjang pertandingan setelah para pemainnya baru kembali dari kampung halamannya. Itulah kenapa pertandingan lawan MU ini membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Liverpool perlu belajar terkait kondisi pemain pasca jeda internasional yang pertama musim ini. Liverpool sudah pernah mengalami kekalahan besar 5-0 dari Manchester City setelah jeda internasional. Maksudnya, Liverpool harus main lebih kalem dalam pertandingan menghadapi MU jika tak ingin mengulang kekalahan memalukan yang serupa.

Manchester United pun memiliki masalah yang sama dengan Liverpool. Beberapa pemain mereka baru saja kembali ke klub dari negaranya masing-masing setelah jeda internasional. Pemain dari Amerika Selatan seperti Antonio Valencia bahkan baru bisa bergabung dengan skuat Mourinho paling cepat pada hari Kamis (12/9), dua hari jelang pertandingan.

Kesimpulannya, masalah kelelahan pemain di kedua kubu adalah faktor utama kenapa pertandingan antara kedua tim nantinya akan berjalan lamban.  



Cedera Pemain Bintang


Cedera juga akan menjadi masalah di masing-masing kubu dalam rangka menunjukkan penampilan terbaiknya. Beberapa pemain bintang tak bisa turun dalam pertandingan Liverpool vs Mu nanti.

Liverpool dipastikan tak bisa memainkan Sadio Mane yang mengalami cedera ketika dalam tugas bersama timnas. Adam Lallana dan Nathaniel Clyne juga tak akan menampakkan batang hidungnya.

Kehilangan Mane akan mengubah wajah lini serang Liverpool mengingat mantan pemain Southampton tersebut sangat penting perannya.  Pemain asal Senegal tersebut bisa menghadirkan magis-magis yang mengesankan seandainya bisa bermain.  Ia telah mengumpulkan tiga gol dan memberi dua assist musim ini.

Di kubu Manchester United juga tak bisa menurunkan sejumlah pemain pentingnya termasuk Paul Pogba. Sang pahlawan kemenangan MU kala mengalahkan Crystal Palace 4-0, Marouane Fellaini, juga tak bisa merumput karena mengalami cedera setelah membela Belgia. Romelu Lukaku si mesin gol MU sepanjang musim ini kemungkinan besar juga absen. Zlatan Ibrahimovic juga.

Para mesin gol baik di kubu Liverpool dan Manchester United sama-sama absen dalam pertandingan ini. Diduga kuat laga nanti akan terjadi krisis gol.


Tidak Ada Kejutan di Anfield


Di kandang Liverpool, Mourinho tak mungkin membiarkan pemainnya bebas meluapkan ekspresinya. Berkaca pada kunjungan terakhir Manchester United di Anfield, mereka hanya mampu menguasai bola 38 persen selebihnya biar Liverpool yang mengolah bola.  Itulah bukti permainan pragmatisme Mourinho saat melawat ke markas Liverpool.

Sementara itu, Liverpool tak bisa membuktikan ketajaman lini serangnya saat bertemu dengan MU meski di kandang sendiri. Dalam pertemuan terakhir, Liverpool tercatat hanya bisa melepas empat tembakan tepat sasaran. Dan pertandingan berakhir dengan skor mirip kaca mata. 0-0.

Akhir pekan ini permainan seperti sebelumnya tampaknya akan terulang, atau bahkan lebih membosankan lagi. Bermain dengan penuh kehati-hatian akan menjadi pemandangan wajar sepanjang laga nanti.


Menebak Gaya Permainan


Manchester United yang berada di peringkat dua klasemen untuk sementara tentu tak ingin kehilangan poin agar posisinya tersebut relatif aman. Untuk itu, mereka akan bermain bertahan sembari menunggu kelengahan barisan pertahanan Liverpool yang mendapat penilaian negatif akhir-akhir ini. Jika tak ada peluang, maka MU akan berpuas diri dengan satu poin saja.

Sementara Liverpool tak akan bermain dengan kepercayaan diri yang bagus, apalagi di dua laga terakhir mereka tak pernah menang. Laga terakhir di Premier League bertemu dengan Newcastle United,  Liverpool hanya mampu meraih hasil imbang 1-1.

Menghadapi MU merupakan laga yang lebih sulit bagi Liverpool dibanding laga-laga sebelumnya. Tak mengalami kekalahan di tangan MU sudah sebuah hasil yang menggembirakan, imbang adalah hasil yang adil, kemenangan besar seperti kala bertemu Arsenal hanyalah keajaiban.

Selain semua faktor di atas, pertemuan ini berlangsung di pekan kedelapan dalam Premier League. Durasi hingga akhir musim masih panjang sehingga pertemuan ini bukan atau belum menjadi penentu gelar. Wajar sekiranya jika kedua kubu sama-sama bermain aman dalam laga besar ini.

*Jangan menjadi pembaca yang pendiam, sampaikan pendapatmu di kolom komentar di bawah atau bergabung di forum penggila sepakbola BOLA.chat. Gabung sekarang, di SINI.

(bola/shd)