FOLLOW US:

Wajah Baru Barcelona dalam Rezim Ernesto Valverde

Selasa, 31-10-2017 16:45
Wajah Baru Barcelona dalam Rezim Ernesto Valverde
Barcelona dan Ernesto Valverde © bola.net

Bola.net - Betapa Barcelona melaju sangat meyakinkan musim ini di bawah pelatih baru Ernesto Valverde. Mereka menjadi pemimpin klasemen La Liga sementara dan tinggal butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan lolos dari babak penyisihan grup Liga Champions.

Setelah menang atas Athletic Bilbao akhir pekan lalu, klub Catalan tersebut kini berada di peringkat pertama mengantongi 28 poin pada pekan ke-10. Dengan juara bertahan, Real Madrid, mereka sudah berjarak delapan poin. Dengan demikian, Barca sangat favorit menjadi juara La Liga musim ini.

Berbicara peluang juara di awal musim memang terdengar prematur. Namun faktanya dalam sejarah La Liga, hanya Barca dan Valencia yang pernah mengejar ketertinggalan 8 poin dari peringkat pertama kemudian menjadi juara.

Barca Sempat Diragukan

Pada awal musim ini, Barca sempat diragukan bisa menjadi juara setelah mengalami sejumlah masalah. Di akhir musim 2016/2017 kemarin, Barca kehilangan Luis Enrique yang tidak bersedia memperpanjang kontraknya. Valverde kemudian ditunjuk untuk menjadi suksesornya.

Di bawah pelatih 53 tahun tersebut, dua laga resmi perdana Barca pada musim 2017/2018, dihantui dengan kekalahan mengenaskan ketika menghadapi Real Madrid dalam merebutkan Piala Super Spanyol. Ya, mereka kalah dengan agregat 5-1, kalah 1-3 di kandang dan kalah 2-0 dalam laga tandang.

Ditinggalkan Neymar yang pilih bergabung dengan PSG juga menjadi pukulan berat tersendiri bagi Barca. Setelah kepergiannya, Barca dinilai tak mendapatkan pemain sepadan dengan pemain asal Brasil tersebut. Setelah itu, Barca mendatangkan pemain Borussia Dortmund yang kontroversial, Ousmane Dembele. Dan pembelian Paulinho dari Guangzhou Evergrande hanya mendapat cibiran belaka.

Tapi Barca menjawab semua keraguan itu lewat performa di atas lapangan.

Singkat cerita, setelah kalah dari Madrid, Barca tak pernah mengalami kekalahan sepanjang 14 pertandingan yang sudah dijalani di semua kompetisi musim ini. Selalu menang bahkan, hanya sekali imbang saat bertemu dengan Atletico Madrid dalam laga tandang di La Liga.

Ini adalah start terbaik Barca dalam satu dekade terakhir setelah Barca menjadi juara pada musim 2012/2013. Tak pelak, maka Barca musim ini memiliki peluang sangat besar untuk menjuarai La Liga. Apalagi Real Madrid yang biasanya menjadi pesaing terberat bagi Barca tengah terseok di awal-awal musim ini.

Valverde Hadir dengan Konsep Lebih Variatif

Dalam beberapa tahun terakhir, Barca sangat kental dengan formasi 4-3-3 warisan Johan Cruyff. Wajah Barcelona seperti itu berlanjut hingga era Josep Guardiola, Tito Vilanova, Gerardo Martino dan yang terakhir pada era Luis Enrique.

Sebagai mantan anak asuh Cruyff di Barca, Valverde memang tidak sepenuhnya meninggalkan ajaran gurunya tersebut. Ia tetap mengadopsi sistem yang sudah berjalan sebelumnya namun ia tidak menutup diri menggunakan formasi lain.

Ketika menghadapi Real Madrid pada bulan Agustus lalu, Valverde mencoba menggunakan formasi lama dengan memasang tiga penyerang beranggotakan Gerard Deulofeu, Luis Suarez dan Lionel Messi. Kalah.

Lalu pada leg kedua, Barca membutuhkan kemenangan setelah tertinggal 3-1, Valverde mengubah formasi menjadi 3-5-2. Sayang, tetap kalah. Dan formasi itu tak pernah ia gunakan lagi sampai saat ini.

Kemudian menjalani dua laga perdana La Liga, Valverde masih mempertahankan format 4-3-3. Lalu saat menjalani derby Catalonia menghadapi Espanyol, Valverde mulai menerapkan format 4-4-2 mendueatkan antara Messi dan Luis Suarez di lini depan. Hasilnya sungguh luar biasa, Barca bisa membobol gawang lawan dengan 5 gol tanpa balas. Messi mencetak tiga gol dan Suarez yang lebih statis di depan gawang menyumbangkan satu gol.

Dengan formasi ini, Barca bisa tampil sangat dominan sepanjang pertandingan menguasai jalannya permainan hingga 75 persen. Hal itu tak lepas dari ketangguhan lini tengah yang berisi empat gelandang. Barisan empat bek juga membuat pemain lawan kesulitan membongkar pertahanan Barca. Tercatat, Espanyol hanya sanggup melakukan satu tembakan tepat ke gawang Barca dalam laga itu.

Format 4-4-2 kembali digunakan ketika memasuki pekan keenam ketika Barca menghadapi Girona. Dalam laga itu, Barca menang telak lagi dengan skor 0-3 di kandang lawan. Barca kembali dominan dalam pertandingan itu. Dan yang lebih penting lagi adalah clean sheet.

Kemudian ketika lawan Las Palmas dan Athletic Bilbao, formasi tersebut kembali digunakan. Valverde menerapkannya sekali di Liga Champions saat menghadapi Sporting CP. Hasilnya, di semua pertandingan dengan formasi 4-4-2, Barca selalu menang dan selalu clean sheet.

Messi juga terbilang lebih subur di tangan Valverde dengan konsep pembaruannya di Barca. Sepanjang musim ini, pemain asal Argentina tersebut telah mengumpulkan 16 gol di semua kompetisi: 12 gol di La Liga, 3 gol di Liga Champions dan 1 gol di Piala Super Spanyol.

Beberapa musim sebelumnya dalam formasi 4-3-3, Messi lebih bermain menyamping. Dan ketika sekarang bermain sebagai dua penyerang, Messi lebih bisa bergerak dinamis di depan gawang lawan atau membantu rekannya mencetak gol.

Bukan hanya Messi yang mengalami peningkatan performa. Andre Gomes yang pada musim sebelumnya tak mendapat tempat, kini bisa digunakan sebagai gelandang sayap.

Kehadiran Paulinho yang sempat banjir cibiran kini telah mencetak tiga gol di La Liga. Pemain 29 tahun tersebut sejauh ini ternyata membuktikan lebih produktif dari Cristiano Ronaldo yang baru mencetak satu gol.

Lawan Sulit Membaca

Ketika masih melatih Bilbao, Valverde mengutamakan formasi 4-2-3-1. Bukan tak mungkin formasi ini juga akan ia terapkan di Barcelona ke depannya jika memang dibutuhkan.

Selain itu, Valverde juga bisa menerapkan format lain di Barca. Namun yang terbaik sejauh ini masih 4-4-2. Dengan format tersebut, Barca lebih seimbang di berbagai lini: penyerang lebih produktif, dominan di tengah, dan kokoh di belakang.

Variasi konsep yang ada di kepala Valverde pun akan memberikan keuntungan tersendiri untuk Barca. Jika sebelumnya musuh selalu menyiapkan cara tertentu untuk menghentikan tiga penyerang Barca, perubahan formasi bisa menjadi opsi selama bertanding. Dan itu bisa mengubah jalannya pertandingan.

Inilah keunggulan Valverde di Barca dibandingkan dengan era-era sebelumnya. Ia berani keluar dari pakem yang sudah ada dan terbukti tak kalah bagus sejauh ini. Jika performa ini terus berlanjut, maka Barca pun bisa menjadi juara La Liga musim ini dan juga menyabet gelar Liga Champions.

Semoga.