
Bola.net - Duet pembalap Repsol Honda MotoGP, Marc Marquez dan Pol Espargaro, mengaku sama-sama tak menyangka bakal dipertemukan lagi dalam naungan tim yang sama, setelah pernah setim di Kejuaraan Catalan pada 2004 lalu. Hal ini mereka sampaikan dalam video presentasi tim yang dirilis pada Senin (22/2/2021) lalu.
Marquez dan Espargaro sangat dikenal dengan rivalitas sengit mereka di Moto2 pada 2011 dan 2012. Kala itu, mereka bersaing sengit memperebutkan gelar dunia. Namun, sejarah hubungan mereka justru sudah dimulai sejak lama, saat mereka bertandem di kejuaraan junior, di bawah naungan tim RACC Impala.
Kala itu, Marquez berusia 11 tahun, sementara Espargaro berusia 13 tahun, dan sama-sama baru merintis karier di ajang road race. "Saya pertama kali bertemu Marc di kategori balap untuk pembalap yang masih sangat muda bersama Conti. Itu pertama kalinya ia naik road bike, dan kurang lebih saya juga sama," kisah Espargaro.
Rivalitas di Moto2 Paling Berkesan

"Kala itu, saya sedikit lebih tua darinya. Jadi, pengalaman saya agak lebih banyak darinya. Tapi kami berdua kala itu sama-sama masih sangat kecil. Saya sangat ingat itu sebagai momen-momen yang menyenangkan. Saya dan Marc sangat menikmati semua pertarungan kami, terutama di Moto2," lanjut juara dunia Moto2 2013 ini.
Duel sengit Marquez vs Espargaro yang paling diingat orang adalah Moto2 Catalunya 2012, di mana mereka sempat bertabrakan. Namun, Espargaro justru lebih ingat Seri Portugal. "Saya ingat semua duel kami, salah satunya di Estoril, saat saya kalah dan saya harus puas finis kedua. Tapi saya sangat menikmatinya," ungkap Polyccio.
Marquez pun menyatakan salah satu hal unik dari pertemuan keduanya pada 2004 adalah mereka sama-sama naik motor Honda. Ia pun mengakui kala itu Espargaro lebih berpengalaman darinya, hingga sukses merebut gelar Kejuaraan Catalan. Namun, hasil Marquez sendiri juga sama sekali tak buruk.
Jalani Karier Sendiri-Sendiri Sejak 2005
"Saat saya masih berusia 11 tahun, itu pertama kali kami jadi rekan setim, yakni di RACC Impala dengan Honda. Kala itu, kami turun di Kejuaraan Catalan. Ia jadi juara sementara saya jadi runner up atau duduk di peringkat ketiga, saya tidak ingat. Itu musim perdana saya di 125cc, sementara baginya itu musim kedua," ujar Marquez.
"Kemudian, kami dipindahkan ke tim lain bersama, di RACC Caja Madrid, tapi ia naik ke Kejuaraan Spanyol, sementara saya masih di Kejuaraan Catalan. Sejak itu, kami menjalani karier dengan jalan sendiri-sendiri walau balapan di trek yang sama dengan hasil balap yang cukup mirip pula bersama tim-tim berbeda," lanjutnya.
Delapan kali juara dunia ini pun mengaku, jika mengingat masa-masa mereka bertandem, ia sama sekali tak menyangka bisa bertandem lagi dengan Espargaro, di tim paling prestisius dalam sejarah MotoGP. "Saya tak pernah membayangkan, usai jadi tandem Pol saat masih berusia 11 tahun, kini saya berusia 28 dan kembali setim dengannya," pungkasnya.
Sumber: Honda Racing Corporation
Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina
Baca Juga:
- Hanya Boleh Naik Motor 30 Menit, Marc Marquez Sebut Menang Target Tak Realistis
- Para Tokoh MotoGP Ramai-Ramai Ucapkan Duka Cita untuk Mendiang Fausto Gresini
- Fausto Gresini Meninggal Dunia, Pertamina Mandalika SAG Team Moto2 Tunda Peluncuran Skuad
- MotoGP Berduka, Fausto Gresini Meninggal Dunia Akibat Covid-19
- Disebut Tak Tahu Terima Kasih, Marc Marquez Tanggapi Kritik dr. Claudio Costa
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 20 Januari 2026 21:41 -
Olahraga Lain-Lain 20 Januari 2026 21:37 -
Liga Champions 20 Januari 2026 21:09 -
Liga Champions 20 Januari 2026 21:04 -
Liga Champions 20 Januari 2026 20:55 -
Liga Champions 20 Januari 2026 20:49
MOST VIEWED
- Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
- Aprilia Akui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Mulai Diiming-imingi Gaji Selangit oleh Pabrikan Lain
- Pedro Acosta Masih Jaga Kans Gabung Skuad Valentino Rossi di MotoGP 2027, Tapi Utamakan Tim Pabrikan
- Jorge Martin Pede 100% Bugar di Balapan Pertama MotoGP 2026, Ingin Segera Menang Lagi
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478013/original/077005300_1768888136-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478745/original/092374700_1768918121-Anggota_DPRD_Kudus_terbukti_judi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4122595/original/078298900_1660371996-063_1414340675.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5317774/original/014808500_1755405615-IMG-20250817-WA0095.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357559/original/067046200_1758532798-10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478699/original/008256800_1768912854-WhatsApp_Image_2026-01-20_at_19.21.37.jpeg)

