Ducati Punya 8 Rider di MotoGP 2022, Siapa yang Dapat Jatah Motor Baru dan Lama?

Anindhya Danartikanya | 28 Desember 2021 15:43
Marco Bezzecchi, Luca Marini, Jorge Martin, Johann Zarco, Pecco Bagnaia, Jack Miller, Enea Bastianini, dan Fabio di Giannantonio (c) Ducati Corse

Bola.net - Ducati dipastikan akan menebar ancaman lebih besar di MotoGP 2022. Tak hanya karena tampil sangat kompetitif dengan banyak rider berbeda sepanjang 2021, melainkan juga karena mereka akan menurunkan empat tim dan delapan pembalap sekaligus musim depan.

Menurunkan delapan rider sejatinya bukan pekerjaan baru bagi Ducati. Sebelumnya, mereka sudah pernah menjalankan program ini sampai 2018, sebelum Aspar Team memutuskan mundur dari MotoGP. Alhasil, pada 2019, 2020, dan 2021, Ducati 'hanya' menurunkan enam rider.

Sepanjang 2021, terhitung ada empat rider Ducati yang mendapatkan motor Desmosedici spek pabrikan teranyar, sementara yang dua mendapatkan motor lama. Musim depan, suplai motor baru dan lama pun otomatis berubah karena ada penambahan pembalap.

Dari delapan rider Ducati yang ada, lima di antaranya akan mendapatkan Desmosedici GP22 alias motor terbaru. Ini adalah jumlah motor spek pabrikan terbanyak yang pernah diturunkan Ducati. Sementara itu, tiga pembalap lainnya akan mendapatkan Desmosedici GP21.

Siapa saja sih pembalap Ducati yang dapat motor baru dan motor lama? Berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

Pecco Bagnaia dan Jack Miller - Desmosedici GP22

Jack Miller dan Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Sebagai penggawa Ducati Lenovo Team alias tim pabrikan, tentu saja Pecco Bagnaia dan Jack Miller akan sama-sama mendapatkan Desmosedici GP22. Mereka pun diharapkan bisa memimpin pengembangan motor sekaligus kembali memperebutkan gelar dunia musim depan.

Meski begitu, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, sudah menyatakan bahwa Bagnaia bisa mendapatkan perlakuan istimewa jika pada awal musim depan dirinya langsung tampil garang dan memperebutkan gelar dunia, seperti yang ia buktikan pada paruh kedua musim 2021.

"Pecco adalah rider yang tampil baik pada bagian akhir musim ini. Jika ia memulai musim depan seperti ini juga, kami jelas akan memberinya perhatian spesial. Namun, pada balapan pertama, mereka semua akan punya perangkat yang sama," ujar Dall'Igna via GPOne pada Jumat (17/12/2021).

2 dari 5 halaman

Johann Zarco dan Jorge Martin - Desmosedici GP22

Jorge Martin dan Johann Zarco (c) Pramac Racing

Sebagai tim satelit Ducati, Pramac Racing mulai mendapatkan jatah Desmosedici spek pabrikan pada 2017, yang kala itu diterima oleh Danilo Petrucci. Sejak itu, Pramac selalu mendapatkan satu motor spek pabrikan dan satu motor lama dari Ducati.

Namun, usai berhasil memoles talenta Bagnaia dan Miller, dan menyerahkan mereka ke tim pabrikan, kedudukan Pramac sebagai tim junior Ducati pun kian solid. Alhasil, mulai 2021, skuad Italia ini mendapatkan dua motor spek pabrikan sekaligus untuk kedua ridernya.

Dengan motor spek itu, Johann Zarco dan Jorge Martin terbukti mampu tampil kompetitif. Prestasi mereka sepanjang 2021 pun memperbesar kepercayaan Ducati kepada Pramac, hingga bersedia menyediakan Desmosedici GP22 untuk Zarco dan Martin pada 2022.

3 dari 5 halaman

Enea Bastianini - Desmosedici GP21

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (c) Gresini Racing

Sepanjang 2021, Enea Bastianini banjir simpati dari banyak pihak. Pasalnya, meski menjuarai Moto2 2020, ia sekadar mendapatkan Desmosedici GP19 alias motor yang sudah berusia dua tahun. Namun, ia tak mengeluh dan justru bekerja keras. Ia bahkan berhasil dua kali naik podium.

Sayang, Ducati tetap tak mau memberinya motor Desmosedici GP22 pada 2022 mendatang. Bastianini, yang musim depan pindah ke Gresini Racing, dipastikan hanya akan dapat Desmosedici GP21, yakni motor yang digunakan Bagnaia, Miller, Zarco, dan Martin sepanjang 2021.

Namun, meski setahun lebih tua, motor itu tak bisa diremehkan. Sepanjang 2021, GP21 sukses mengoleksi 24 podium dan 7 kemenangan. Artinya, motor ini sangat kompetitif. Dengan motor itu, Bastianini bahkan jadi rider tercepat kelima dalam daftar kombinasi catatan waktu uji coba pascamusim di Jerez, Spanyol, pada 18-19 November.

4 dari 5 halaman

Luca Marini - Desmosedici GP22

Pembalap Sky VR46 Avintia, Luca Marini (c) Esponsorama Racing

Sama seperti Bastianini, sepanjang 2021, Luca Marini sekadar mengendarai Desmosedici GP19 meski merupakan runner up Moto2 2020. Walau terus mengalami perkembangan di tiap balapan, sayangnya Marini tak pernah sekalipun naik podium dengan motor tersebut.

Uniknya, Marini justru akan dapat Desmosedici GP22 musim depan, ketika Bastianini hanya dapat GP21. Tak diketahui dengan pasti apa yang membuat Ducati menyediakan GP22 untuk Marini alih-alih Bastianini. Namun, kabarnya VR46 Racing Team memang bersedia membayar lebih demi bisa menyewa motor tersebut untuk Marini.

Meski begitu, adik Valentino Rossi tersebut belum menjajal GP22. Ia sekadar menjajal GP21 dalam uji coba pascamusim Jerez pada 18-19 November lalu sebagai proses pengenalan. Ia baru akan dapat kesempatan menjajal GP22 dalam uji coba pramusim di Sepang pada 5-6 Februari 2022 nanti.

5 dari 5 halaman

Marco Bezzecchi dan Fabio di Giannantonio - Desmosedici GP21

Marco Bezzecchi dan Fabio di Giannantonio (c) VR46 Riders Academy, Gresini RacingMarco Bezzecchi dan Fabio di Giannantonio (c) VR46 Riders Academy, Gresini Racing

Musim depan, Ducati juga akan kedatangan dua rider berstatus debutan. Mereka adalah Marco Bezzecchi dan Fabio di Giannantonio, yang masing-masing akan membela VR46 Racing Team dan Gresini Racing.

Karena keduanya sama-sama masih pendatang baru dan masih harus banyak belajar, maka Ducati memutuskan untuk menyediakan Desmosedici GP21 bagi mereka. Mengingat GP21 merupakan motor yang sudah cukup kompetitif, mereka juga diyakini bisa tampil garang pula pada tahun pertama.

Untuk mempelajari motor ini lebih jauh, 'Bez' dan 'Diggia' akan dapat kesempatan menjalani uji coba shakedown bersama debutan lainnya di Sepang pada 31 Januari-2 Februari 2022. Setelahnya, mereka akan bergabung dengan pembalap lainnya di trek yang sama pada 5-6 Februari 2022.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR