
Bola.net - Pada hari Rabu (7/11), pebalap asal Italia Max Biaggi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia balap motor. Biaggi merupakan empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara World Superbike (WSBK). Gelar keduanya di WSBK, baru saja ia raih tahun ini.
Biaggi mengumumkan keputusannya tersebut dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Sirkuit Vallelunga, Italia, yakni tempat di mana ia memulai karir balap pada usia 18 tahun.
"Semuanya berawal di sini dan akan berakhir di sini," ujar Biaggi di Vallelunga. "Saya bisa mendapatkan kontrak jika saya menginginkannya. Namun saya mengambil keputusan ini karena saya ingin berhenti, bukan karena saya sudah tidak kompetitif lagi."
Pebalap berjuluk The Roman Emperor tersebut menyatakan bahwa keputusannya itu tidak datang dari paksaan. Ia bahkan mengaku ingin memberi kesempatan bagi pebalap lain untuk meraih masa puncak.
"Saya dalam kondisi yang sehat, sementara beberapa pebalap lain pensiun karena cedera. Saya bersikap tenang karena ini keputusan matang dan tidak dipaksakan. Saya sama sekali tidak mendapatkan paksaan, saya memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pebalap lain," lanjutnya.
Biaggi juga mengaku bahwa ia ingin pensiun karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Alasan ini cukup mirip dengan alasan Casey Stoner yang memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini.
"Selain itu, keluarga merupakan faktor penting mengapa saya mengambil keputusan ini. Saya menyadari berapa banyak waktu yang saya curi dari anak-anak dan kekasih saya, Eleonora. Ini saatnya berbagi waktu dengan mereka," pungkasnya.
Semasa karirnya, Biaggi telah membukukan 42 kemenangan di dunia Grand Prix. Ia meraih empat gelar dunia GP250 pada tahun 1994-1997 dengan dua konstruktor berbeda. Ia juga merupakan tiga kali runner-up GP500/MotoGP. Selain itu, ia telah mengoleksi 21 kemenangan di WSBK dan meraih gelar dunia pada tahun 2010 dan 2012. (sp/kny)
Biaggi mengumumkan keputusannya tersebut dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Sirkuit Vallelunga, Italia, yakni tempat di mana ia memulai karir balap pada usia 18 tahun.
"Semuanya berawal di sini dan akan berakhir di sini," ujar Biaggi di Vallelunga. "Saya bisa mendapatkan kontrak jika saya menginginkannya. Namun saya mengambil keputusan ini karena saya ingin berhenti, bukan karena saya sudah tidak kompetitif lagi."
Pebalap berjuluk The Roman Emperor tersebut menyatakan bahwa keputusannya itu tidak datang dari paksaan. Ia bahkan mengaku ingin memberi kesempatan bagi pebalap lain untuk meraih masa puncak.
"Saya dalam kondisi yang sehat, sementara beberapa pebalap lain pensiun karena cedera. Saya bersikap tenang karena ini keputusan matang dan tidak dipaksakan. Saya sama sekali tidak mendapatkan paksaan, saya memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pebalap lain," lanjutnya.
Biaggi juga mengaku bahwa ia ingin pensiun karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Alasan ini cukup mirip dengan alasan Casey Stoner yang memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini.
"Selain itu, keluarga merupakan faktor penting mengapa saya mengambil keputusan ini. Saya menyadari berapa banyak waktu yang saya curi dari anak-anak dan kekasih saya, Eleonora. Ini saatnya berbagi waktu dengan mereka," pungkasnya.
Semasa karirnya, Biaggi telah membukukan 42 kemenangan di dunia Grand Prix. Ia meraih empat gelar dunia GP250 pada tahun 1994-1997 dengan dua konstruktor berbeda. Ia juga merupakan tiga kali runner-up GP500/MotoGP. Selain itu, ia telah mengoleksi 21 kemenangan di WSBK dan meraih gelar dunia pada tahun 2010 dan 2012. (sp/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 5 September 2024 12:24Usai 28 Tahun, Valentino Rossi Akhirnya Ngaku Salah Soal Rivalitasnya dengan Max Biaggi
-
Otomotif 24 Maret 2022 10:58Termasuk Jorge Lorenzo, 3 Rider Resmi Bakal Dinobatkan Jadi MotoGP Legend
-
Otomotif 10 Desember 2021 13:10
LATEST UPDATE
-
Voli 3 April 2026 22:58 -
Liga Inggris 3 April 2026 21:31 -
Bola Indonesia 3 April 2026 21:10 -
Tim Nasional 3 April 2026 20:56 -
Piala Dunia 3 April 2026 20:52 -
Tim Nasional 3 April 2026 19:56
MOST VIEWED
- Kembalinya Kejayaan Pembalap Italia, Bisa Sabet Gelar di 3 Kejuaraan Dunia Bergengsi pada 2026
- Jorge Martin Mulai Garang Lagi, Tapi Sebut Level Marco Bezzecchi Lebih Tinggi di Aprilia
- Marc Marquez Puji Dominasi Marco Bezzecchi, Sebut Bakal Sulit Dikalahkan
- Marc Marquez Loyo di MotoGP Amerika 2026, Davide Tardozzi Sebut Kondisi Fisik Belum Ideal
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545937/original/068205400_1775223417-Mark14-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545914/original/022255900_1775220174-Mark-5.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5536824/original/003447700_1774344317-Oppo_Find_X9_Ultra_02.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5545840/original/073829300_1775213487-IWN_3513.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/8586/original/siram-air-keras-iluts-131006c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538656/original/061438600_1774543468-1000272855.jpg)
