
Bola.net - Maverick Vinales akhirnya angkat bicara soal keputusan hengkang dari Monster Energy Yamaha pada pertengahan MotoGP 2021. Rider yang kini membela Aprilia Racing itu mengaku tak sakit hati dan tak mau bicara buruk tentang pabrikan Garpu Tala, namun yakin dirinya memang butuh atmosfer baru demi mencari motivasi.
Kontrak Vinales dan Yamaha sejatinya baru akan habis pada akhir 2022. Tapi usai finis terbuncit di Sachsenring tahun lalu, Vinales memilih hengkang pada akhir musim. Yang mencengangkan, dalam MotoGP Styria, ia ketahuan melakukan 'aksi tak lazim' yang membuat motor YZR-M1 miliknya berpotensi mengalami kerusakan mesin.
Yamaha pun menjatuhinya skors di MotoGP Austria. Mereka bahkan berpisah lebih awal, terhitung sejak 20 Agustus. Alhasil, Vinales yang tadinya dijadwalkan baru ke Aprilia pada 2022, justru balapan dengan mereka di lima seri terakhir. Kepada The Race, Rabu (5/1/2022), Vinales pun mengaku tak merasa dendam pada Yamaha.
Merasa Jadi Gila di Yamaha

Top Gun justru memuji M1 sebagai motor yang hebat, terbukti dari gelar dunia yang disabet Fabio Quartararo. "Saya hanya ingin bicara yang baik-baik soal mereka, karena saya tak punya hal buruk untuk dikatakan. Pada akhirnya, Anda bisa lihat motor itu ada di level yang hebat, dan saya selalu bilang motor mereka fantastis," tuturnya.
"Entah mengapa kami tak bisa membuatnya bekerja. Kadang saya merasa tak terkalahkan, tapi di balapan lain malah terbuncit. Saya jadi gila. Tapi motor itu ada di level yang menakjubkan. Anda bisa langsung melihatnya, motor itu fantastis. Meski begitu, itu bukan tantangan saya, jadi saya ambil tantangan nyata lainnya," lanjutnya.
Keputusan Vinales pindah ke Aprilia juga dipengaruhi fakta dirinya sudah menikah dan memiliki anak. Fakta ini membuatnya mengubah pola pikir, lebih memikirkan karier jangka panjang ketimbang jangka pendek. Vinales mengakui, dulu ia hanya memikirkan hidupnya dari hari ke hari, dan tak terlalu memikirkan masa depan.
Mentalitas Tim Jepang vs Tim Italia

"Menang memang menyenangkan, Tapi saya ingin lebih. Saya ingin merasakan tim di sekitar saya, itulah alasan saya pindah. Saya pindah demi mendapatkan semua atmosfer, semua semangat, terutama karena saya merasa jika pergi ke tempat di mana semua orang 'lapar', maka Anda bisa bekerja lebih keras," tutur Vinales.
Vinales juga menyebut mentalitas tim Jepang yang kalem tak cocok untuknya, dan ia lebih suka tim yang berapi-api seperti Aprilia. "Tim Italia sangat berbeda dari tim Jepang. Jujur saja, saya selalu punya hubungan yang sangat baik dengan tim Jepang, karena saya suka makanan, budaya, tempat-tempat, dan orang-orangnya," kisahnya.
"Karakter orang-orang Jepang kalem dan sistematis. Ini bikin Anda menjadi orang yang sama seperti mereka. Tapi, saya butuh api lebih besar di sekitar saya. Dukungan lebih besar di atas dan di samping motor. Pada akhirnya, saya ingin menunjukkan banyak hal, dan rasanya sulit melakukannya di sana (Yamaha)," pungkas rider 26 tahun ini.
Sumber: The Race
Baca Juga:
- Mulai Dijual 6 Januari, Inilah Jenis dan Harga Tiket MotoGP Mandalika 2022
- Batal Podium di Reli Dakar 2022, Danilo Petrucci: Bodo Amat, yang Penting Happy!
- Kontak Erat Kasus Positif Covid-19, Valentino Rossi Batal Ikut Gulf 12 Hours 2022
- Dari Petaka ke Podium: Danilo Petrucci Finis Ketiga di Stage 4 Reli Dakar 2022
- Dari Razgatlioglu sampai Savadori: Jebolan Red Bull Rookies Cup yang Berprestasi di Luar MotoGP
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 31 Mei 2026 00:00Liverpool Dinilai Tepat Berpisah dengan Arne Slot, Ini Alasannya
-
Otomotif 30 Mei 2026 22:43Klasemen Pembalap Red Bull Rookies Cup 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 31 Mei 2026 00:35Gol Spesial Kai Havertz di Final Liga Champions
-
Liga Champions 31 Mei 2026 00:02Kenapa Ada Water Break di Final Liga Champions PSG vs Arsenal?
-
Liga Inggris 31 Mei 2026 00:00Liverpool Dinilai Tepat Berpisah dengan Arne Slot, Ini Alasannya
BERITA LAINNYA
-
otomotif 30 Mei 2026 22:43Klasemen Pembalap Red Bull Rookies Cup 2026
-
otomotif 30 Mei 2026 21:42Klasemen Pembalap Harley Davidson Bagger World Cup 2026
-
otomotif 30 Mei 2026 21:14Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
SOROT
-
Liputan6 30 Mei 2026 20:00Link Live Streaming Final Liga Champions PSG vs Arsenal di Vidio
-
Liputan6 30 Mei 2026 19:00Tempat Menonton PSG vs Arsenal, Sabtu 30 Mei 2026 Pukul 23.00 WIB
MOST VIEWED
Jadwal Live Streaming MotoGP Italia 2026 di Vidio, 29-31 Mei 2026
Nonton Live Streaming Veda Ega Pratama di MotoGP Italia 2026 di Vidio, 29-31 Mei 2026
Hasil FP1 Moto3 Italia 2026: Adrian Fernandez Tercepat, Veda Ega Pratama di Posisi 20
Jorge Martin dan Red Bull Resmi 'Rehat', Mengalah demi Aprilia Disponsori Monster Energy di MotoGP Italia 2026
HIGHLIGHT
6 Pemain yang Punya Gelar La Liga Lebih Banyak dar...
Xabi Alonso ke Chelsea? Ini 5 Bintang Real Madrid ...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212739/original/051133800_1746656674-PSG_ARSENAL_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5238447/original/092890900_1748720316-AP25151698766567.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203484/original/096368300_1745965426-ARSENAL_PSG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203485/original/044469100_1745965501-ARSENAL_PSG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212742/original/078332400_1746656788-PSG_ARSENAL_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7354325/original/017267700_1780135518-Screenshot_2026-05-30_165842.jpg)

