FOLLOW US:


Pimpin Klasemen MotoGP, Pecco Bagnaia: Kalau Mikirin Gelar, Nanti Saya Jadi Lamban

03-05-2021 14:00

 | Anindhya Danartikanya

Pimpin Klasemen MotoGP, Pecco Bagnaia: Kalau Mikirin Gelar, Nanti Saya Jadi Lamban
Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia © AP Photo

Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, memang tak memenangi MotoGP Jerez, Spanyol, Minggu (2/5/2021). Namun, finis kedua dalam balapan ini cukup membuatnya sukses mengambil alih puncak klasemen pembalap dari Fabio Quartararo dengan koleksi 66 poin.

Bagnaia yang start keempat, mampu mempertahankan posisinya pada dua lap pertama. Namun, pada Lap 3, ia tersalip oleh Aleix Espargaro. Ia pun sempat bertekad main aman pada awal balapan untuk menghemat ban, namun ia menyadari ini sebuah kesalahan.

Saat melihat Fabio Quartararo dan Jack Miller mampu ngotot tampil di depan tanpa bikin ban belakang aus, Bagnaia akhirnya berusaha memperbaiki posisi. Pada pertengahan balap, ia pun kembali menyalip Espargaro, dan sahabatnya sendiri, Franco Morbidelli.

1 dari 3

Nyaris Salah Strategi

Bagnaia akhirnya naik ke posisi kedua, usai Quartararo terjun bebas akibat masalah arm pump. Rider berusia 24 tahun ini pun mengaku sangat lega bisa naik podium, karena ia memang sempat kesulitan mencatat waktu dan ritme yang baik pada sesi latihan dan kualifikasi.

"Saya rasa hasil ini lebih baik dari Portimao. Di Portimao, kami mengendarai motor yang sama sejak Qatar, dan semuanya berjalan baik. Namun, kali ini kami harus bekerja sangat keras. Alhasil, sensasi saya di atas motor juga menakjubkan," ujarnya kepada Crash.net.

"Saya sedikit kesulitan saat start, karena saya pikir jika ngotot dengan ban belakang ini (medium), bakal sulit untuk finis. Namun, saya lihat Jack, Fabio, dan beberapa rider lain bisa ngotot," lanjut pembalap yang juga anggota VR46 Riders Academy ini.

2 dari 3

Masih Ada 16 Balapan Tersisa

Pada dua lap terakhir, Bagnaia sejatinya bisa memangkas margin dari sang tandem, Miller, dari 1,5 detik menjadi satu detik saja. Namun, ban depan mediumnya sudah aus, hingga ia nyaris terjatuh di Tikungan 7, yang memakan banyak korban sepanjang pekan balap.

"Saya coba mempersempit margin, namun saya jadi harus ambil risiko dengan ban depan, yang selip dua lap jelang akhir di Tikungan 7. Jadi, lebih baik tenang dan finis. Finis 1-2 di trek seperti ini jelas membuat kami lebih termotivasi saat tiba di trek di mana motor kami bekerja dengan baik," tuturnya.

Meski begitu, Bagnaia ogah terlena di puncak klasemen. "Saya senang jadi pemimpin klasemen, namun ini baru saja terjadi. Saya belum memikirkannya, karena masih ada 16 balapan tersisa. Kami harus tetap seperti ini. Jika saya mulai memikirkan gelar, saya bisa jadi lamban. Jadi, saya pikirkan balapan demi balapan saja," tutupnya.

Sumber: Crashnet

3 dari 3

Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa