
Bola.net - - Meski dikenal sangat sengit bertarung dengan Jorge Lorenzo di GP125 dan GP250, Andrea Dovizioso sejatinya punya rival yang lebih sengit lagi, dan ia adalah mendiang Marco Simoncelli. Kedua rider Italia ini tak saling suka sejak anak-anak, dan kerap cekcok saat keduanya bertarung di kejuaraan yang sama.
Meski begitu, rivalitas mereka yang panas justru tak terlihat saat sama-sama turun di MotoGP. Mereka kembali bertemu saat SuperSic turun di kelas tertinggi pada 2010 dan sama-sama membela Honda, namun keduanya diketahui jarang saling bicara. Kepada Il Giornale, Dovizioso pun bernostalgia soal masa-masa rivalitasnya dengan Simoncelli.
"Saya dan Marco sudah jadi rival sengit sejak usia 7 tahun. Rivalitas yang tak menyenangkan. Kami seperti anjing dan kucing. Ia agresif dan gegabah, sementara saya begitu tenang. Kami punya hidup berbeda, ia suka main-main dan menyenangkan, sementara saya selalu serius. Kami tak pernah cocok, tapi selalu ada rasa hormat karena kami tahu kami sama-sama rider kuat," ujarnya.
Marco Simoncelli (c) MotoGP
Uniknya, Dovizioso merasa sangat kehilangan ketika Simoncelli meninggal dunia usai kecelakaan tragis di MotoGP Malaysia 2011 silam. Rider Ducati Corse ini mengaku sampai menangis karena berduka, dan akhirnya memutuskan untuk hadir dalam upacara persemayaman Simoncelli di Cattolica, Italia, serta bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Hal aneh terjadi pada saya saat Marco meninggal. Saya selalu ingat kami tak pernah bisa jadi teman, kami bahkan tak bicara satu sama lain... tapi saya menangis. Saya yang tak pernah menangis, justru berlinang air mata. Atas alasan ini, saya pergi ke rumah Marco, bertemu ayah dan ibunya. Padahal saya punya hubungan yang jauh lebih buruk dengan ayahnya," ungkapnya.
"Saya ingat hari itu, kami berhadapan satu sama lain dan bertukar pandang, dan kami paham satu sama lain. Untuk pertama kalinya, usai bertahun-tahun, kami sadar kami telah dijauhkan oleh kompetisi dan rivalitas. Untuk pertama kalinya kami benar-benar punya hubungan nyata. Sejak itu, hubungan baik terjalin," lanjut DesmoDovi.
Runner up MotoGP 2017 ini pun menyesal karena terlambat menyadari Simoncelli memiliki arti mendalam baginya. "Menakjubkan bagaimana kehidupan mendorong Anda ke arah yang selama ini tak Anda percayai. Kini usai semua yang terjadi, saya melihat Marco dengan cara berbeda dibanding dulu. Sayangnya, semua sudah terlambat," pungkas Dovizioso.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
-
Liputan6 6 Juni 2026 14:53Saat Otoritas Ekonomi Bergerak di Tengah Gejolak Rupiah
-
Liputan6 6 Juni 2026 14:22
Serapan Kuota Haji Khusus 2026 Capai Rekor, Tersisa 69 Kuota
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7902225/original/067643200_1780732416-IMG_2963.jpg)

