FOLLOW US:


Zarco atau Alex: Marc Marquez Ogah Pengaruhi Keputusan Honda

15-11-2019 15:45

 | Anindhya Danartikanya

Zarco atau Alex: Marc Marquez Ogah Pengaruhi Keputusan Honda
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez © HRC

Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku berjanji sekaligus tak mau memengaruhi keputusan timnya dalam menentukan siapa yang akan jadi pengganti Jorge Lorenzo di MotoGP musim depan. Hal ini ia sampaikan dalam jumpa pers di Valencia, Spanyol, pada Kamis (14/11/2019).

Menyusul keputusan Lorenzo untuk pensiun, Honda harus putar otak mencari penggantinya. Mereka pun punya tiga kandidat, yakni Cal Crutchlow, Johann Zarco, dan adik Marquez sendiri, Alex Marquez, yang baru-baru ini sukses mengunci gelar dunia Moto2 di Sepang, Malaysia.

Crutchlow mengaku siap jika dipindahtugaskan ke Repsol Honda, meski sudah telanjur nyaman di LCR Honda. Zarco, yang memutuskan kerja sama dengan KTM, juga mengaku senang hati jika diminta menggantikan Lorenzo. Di lain sisi, Alex, sebagai rider muda sekaligus dua kali juara dunia, merupakan prospek menarik.

1 dari 2

Gaet Rider Berpengalaman atau Rider Muda?

Gaet Rider Berpengalaman atau Rider Muda?
Pebalap LCR Honda, Johann Zarco © LCR Honda

Menurut Marquez, Repsol Honda harus betul-betul jeli memilih pebalap kedua untuk musim depan. Menggaet pebalap berpengalaman seperti Crutchlow dan Zarco bisa memajukan pengembangan RC213V, tapi menggaet rider muda juga memberi mereka kesempatan menjalankan proyek jangka panjang.

"Jelas ini bukan keputusan saya, dan saya takkan pernah memaksa Honda ambil keputusan tertentu. Tapi menurut saya, jelas kini mereka harus melihat dua strategi berbeda: menggaet rider yang berpengalaman, atau memberi kesempatan kepada pebalap muda. Saya rasa inilah pertanyaan terbesarnya," ujarnya.

2 dari 2

Alex Marquez Terbukti Layak ke MotoGP

Alex Marquez Terbukti Layak ke MotoGP
Pebalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Alex Marquez © AP Photo

Marquez pun mengakui bahwa Alex ada dalam daftar kandidat Repsol Honda, seperti yang dikonfirmasi sang manajer tim, Alberto Puig. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ia tetap takkan ikut campur mengenai keputusan tim soal tandemnya musim depan.

"Soal adik saya, sudah jelas ia juara dunia Moto2, dan ada dalam daftar kandidat. Tapi ini bukan tugas saya, karena tugas saya adalah kerja sebaik mungkin di sisi garasi saya sendiri. Yang jelas adik saya telah membuktikan tahun ini, bahwa ia bisa bekerja keras dan menjadi rider MotoGP di masa depan," tutupnya.