
Bola.net - FIFA sebagai badan sepak bola tertinggi dunia kembali menuai sorotan tajam dan kritik pedas. Keputusan terbaru mereka terkait konflik geopolitik global dinilai tidak hanya kontroversial, tetapi juga mengindikasikan adanya standar ganda.
Dalam pertemuan penting di Swiss, federasi sepak bola Israel dipastikan lolos dari semua sanksi internasional. Keputusan ini diambil meskipun ada desakan kuat dari Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) beserta beberapa federasi lainnya.
Sikap ini sontak menjadi perbincangan, terutama jika dibandingkan dengan sanksi tegas yang dijatuhkan kepada Rusia. Di sisi lain, nasib berbeda justru dialami Iran yang tersandung masalah politik jelang Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memang menyerukan pesan damai melalui sepak bola. Namun, di balik panggung, jejaring politik yang kompleks tampaknya menjadi sutradara utama dari semua drama ini.
Tuntutan Palestina Mentah-mentah Ditolak
Harapan Palestina untuk melihat Israel mendapat sanksi tegas harus terkubur dalam-dalam. Tuntutan mereka agar Israel dilarang tampil di kompetisi internasional ditolak mentah-mentah oleh FIFA.
Dalam kongres yang digelar pada hari Kamis, agenda untuk membahas sanksi ini bahkan tidak pernah sampai ke tahap pemungutan suara. Para petinggi FIFA memutuskan untuk tidak mengambil tindakan apa pun terkait tuntutan tersebut.
Padahal, permintaan untuk menjatuhkan sanksi tidak hanya datang dari Palestina. Beberapa federasi nasional lain juga menyuarakan hal serupa, namun suara mereka seolah tidak didengar sama sekali.
Sebagai bentuk perlawanan simbolis, Palestina akan melakoni dua laga persahabatan bulan depan. Mereka dijadwalkan melawan tim dari Basque dan Catalonia 'sebagai penghormatan bagi para korban genosida'.
Ironi Seruan Damai Gianni Infantino
Di tengah keputusan yang memicu perdebatan ini, Presiden FIFA Gianni Infantino justru membuka pidatonya dengan seruan damai. Ia meminta seluruh dunia untuk fokus pada kekuatan sepak bola sebagai instrumen pemersatu.
Infantino kembali menegaskan komitmen FIFA untuk menyatukan orang-orang di dunia yang terpecah belah. Menurutnya, sepak bola memiliki nilai kemanusiaan yang dapat melampaui masalah geopolitik.
"Di FIFA, kami berkomitmen untuk menggunakan kekuatan sepak bola untuk menyatukan orang-orang di dunia yang terpecah belah," jelas Infantino seperti dikutip oleh media Spanyol, Cadena Cope.
"Pikiran kami bersama mereka yang menderita dalam banyak konflik di seluruh dunia saat ini. FIFA tidak dapat menyelesaikan masalah geopolitik, tetapi dapat dan harus mempromosikan sepak bola di seluruh dunia," tambahnya.
Investigasi Lama yang Sengaja Dilupakan?
Sebelum tuntutan terbaru ini ditolak, perwakilan Palestina, Jibril Rajoub, sempat bertemu Infantino di Swiss. Infantino bahkan mengunggah pertemuan itu di akun Instagram-nya untuk membahas situasi terkini.
Namun, pertemuan itu tampaknya tidak lebih dari sekadar formalitas tanpa hasil. Tidak ada satu pun kemajuan yang dibahas mengenai dua investigasi resmi yang telah diminta Palestina kepada FIFA sejak tahun lalu.
Investigasi pertama adalah mengenai kemungkinan adanya diskriminasi yang dilakukan oleh federasi sepak bola Israel. Kasus ini telah diajukan lebih dari setahun yang lalu namun seolah jalan di tempat.
Investigasi kedua menyangkut partisipasi tim-tim sepak bola Israel yang diduga berbasis di wilayah Palestina. Hingga kini, FIFA belum memberikan jadwal kapan dua kasus serius tersebut akan diselesaikan.
Jejaring Politik di Balik Panggung
Keputusan FIFA yang janggal ini memunculkan spekulasi adanya pengaruh dari kekuatan besar di belakang layar. Hubungan dekat Infantino dengan Presiden AS, Donald Trump, yang merupakan sekutu utama Israel, disebut menjadi salah satu faktor kunci.
Menariknya, Qatar, yang selama ini dikenal sebagai pendukung Palestina, menunjukkan pergeseran sikap. Mereka menyambut proposal damai Trump-Netanyahu, bahkan PM Qatar menerima permintaan maaf langsung dari Netanyahu.
Qatar juga memiliki hubungan politik dan komersial yang sangat erat dengan UEFA. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, terkonfirmasi hadir dalam pertemuan krusial FIFA pada hari Kamis tersebut.
Selain Ceferin, hadir pula Nasser al-Khelaifi, Presiden PSG sekaligus anggota pemerintah Qatar. Kehadiran Al-Khelaifi yang sangat berpengaruh seolah melengkapi gambaran betapa kuatnya jejaring politik yang bermain.
Nasib Berbeda untuk Iran
Jika Israel bisa bernapas lega berkat dukungan politik, nasib yang 180 derajat berbeda justru dialami Iran. Federasi Sepak Bola Iran mendapat kabar buruk jelang undian Piala Dunia 2026.
Mereka dipastikan tidak akan bisa menghadiri acara pengundian yang akan digelar di Amerika Serikat. Seorang juru bicara federasi mengonfirmasi bahwa delegasi mereka telah ditolak masuk ke negara tersebut.
Penyebab utamanya adalah kebijakan larangan perjalanan yang diterapkan oleh Presiden Trump terhadap beberapa negara, termasuk Iran. Aturan ini tampaknya tidak akan dilonggarkan, bahkan untuk acara resmi sekelas Piala Dunia.
Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, kini berencana melobi Infantino agar dapat membantu mereka. Harapan terakhir mereka adalah agar FIFA dapat menjadwalkan pertandingan Iran di Kanada atau Meksiko untuk menghindari masalah ini.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
-
Piala Dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
LATEST UPDATE
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
-
piala dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
piala dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
SOROT
-
Liputan6 13 Agustus 2026 00:06
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi Calon Hakim Agung
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:36MK Tegaskan Hanya Presiden dan Wapres yang Bisa Laporkan Penghinaan
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:15Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL
-
Liputan6 12 Agustus 2026 21:56Nadiem Singgung Era Eks Jampidsus Febrie di Sidang Banding
-
Liputan6 12 Agustus 2026 20:29Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan 6 Bidang SPM
-
Liputan6 12 Agustus 2026 20:19Polisi Dalami Pihak Lain di Balik Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2827786/original/043886600_1560420251-20190613-Kondisi-Gedung-MK-Jelang-Sidang-Perselisihan-Hasil-Pilpres-2019-TEBE-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322646/original/051037800_1786547740-73653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322639/original/062213800_1786546611-IMG_2944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322614/original/032290200_1786541358-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_20.17.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322604/original/064075700_1786540761-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_20.18.24.jpeg)
