Semifinal Piala Dunia 2026: 8 Pemain yang Bisa Menjadi Kunci ke Final

Semifinal Piala Dunia 2026: 8 Pemain yang Bisa Menjadi Kunci ke Final
Pemandangan umum saat upacara pra-pertandingan sebelum laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Swedia di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 30 Juni 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Bola.net - Semifinal Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan empat tim terbaik yang masih bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina kini hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Sebanyak 44 negara sudah mengakhiri perjalanan mereka sepanjang turnamen. Kini, panggung terbesar menjadi milik para pemain kelas dunia yang siap menentukan nasib timnya pada laga krusial.

Pertandingan semifinal diprediksi berlangsung ketat karena keempat tim memiliki kualitas yang relatif seimbang. Dalam situasi seperti ini, aksi individu sering kali menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.

Prancis akan menghadapi Spanyol pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di AT&T Stadium, Arlington. Sehari berselang, Inggris bertemu Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Mikel Merino Jadi Senjata Rahasia Spanyol

Mikel Merino Jadi Senjata Rahasia Spanyol

Pemain Spanyol Mikel Merino merayakan gol dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Belgia di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Jumat, 10 Juli 2026 (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Mikel Merino tampil luar biasa sebagai pemain pengganti sepanjang turnamen. Gelandang Arsenal itu berkali-kali mencetak gol penentu hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan.

Gol kemenangan atas Belgia di perempat final dan Portugal pada babak 16 besar memperlihatkan ketenangannya saat menghadapi tekanan. Prancis wajib mewaspadai kemampuannya menciptakan kejutan pada menit-menit akhir.

Ousmane Dembele Bangkit Bersama Prancis

Ousmane Dembele Bangkit Bersama Prancis

Pemain Prancis Ousmane Dembele merayakan gol dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko di Foxborough, Massachusetts, dekat Boston, Kamis, 9 Juli 2026 (c) AP Photo/Matt Slocum

Ousmane Dembele akhirnya membuktikan kualitasnya setelah sempat tampil kurang maksimal pada laga pembuka. Penyerang PSG itu kini menjelma sebagai salah satu andalan utama Les Bleus.

Gol ke gawang Irak, hattrick saat menghadapi Norwegia, hingga gol penting melawan Maroko memperlihatkan peningkatan performanya. Kepercayaan dirinya menjadi modal besar saat menghadapi Spanyol.

Michael Olise Pengatur Serangan Les Bleus

Michael Olise Pengatur Serangan Les Bleus

Pemain Prancis Michael Olise dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Paraguay vs Prancis di Philadelphia, Sabtu, 4 Juli 2026 (c) AP Photo/Derik Hamilton

Michael Olise menjadi motor kreativitas permainan Prancis dari lini tengah. Pemain Bayern Munchen itu mampu mengatur tempo sekaligus membuka ruang bagi lini depan.

Maroko sempat membatasi pergerakannya pada babak perempat final. Meski demikian, Olise tetap sanggup mengirim sembilan umpan ke sepertiga akhir lapangan yang menghasilkan peluang berbahaya.

Lamine Yamal Tetap Berbahaya

Lamine Yamal Tetap Berbahaya

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Lamine Yamal belum tampil seproduktif yang diharapkan pada debutnya di Piala Dunia. Cedera hamstring yang sempat dialaminya membuat kondisi fisiknya belum benar-benar maksimal.

Walau demikian, pemain Barcelona tersebut tetap menjadi ancaman berkat kemampuan menggiring bola dan melewati lawan. Prancis dipastikan memberikan pengawalan ketat setiap kali Yamal menguasai bola.

Harry Kane Masih Mesin Gol Inggris

Harry Kane Masih Mesin Gol Inggris

Pemain Inggris Harry Kane menatap ke arah lapangan dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026 (c) AP Photo/Moises Castillo

Harry Kane kembali membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak Inggris. Kapten Three Lions itu telah mengoleksi enam gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Dua golnya saat membalikkan keadaan melawan RD Kongo menjadi bukti naluri mencetak golnya masih sangat tajam. Argentina harus menemukan cara untuk membatasi ruang gerak sang penyerang.

Jude Bellingham Selalu Hadir di Momen Penting

Jude Bellingham Selalu Hadir di Momen Penting

Pemain Inggris Jude Bellingham merayakan gol dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia vs Inggris di Miami Gardens, Florida, Sabtu, 11 Juli 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky

Jude Bellingham terus tampil sebagai pembeda bagi Inggris pada fase gugur. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol saat menghadapi Meksiko dan kembali mencetak dua gol ketika menyingkirkan Norwegia.

Kemampuannya muncul pada pertandingan besar menjadi nilai lebih bagi Three Lions. Inggris kembali berharap Bellingham tampil menentukan ketika menghadapi Argentina.

Kylian Mbappe Memimpin Ancaman Prancis

Kylian Mbappe Memimpin Ancaman Prancis

Pemain Prancis Kylian Mbappe merayakan gol dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Irak di Philadelphia, Senin, 22 Juni 2026 (c) AP Photo/Matt Rourke

Kylian Mbappe kembali memperlihatkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Penyerang Real Madrid itu memimpin persaingan Sepatu Emas dengan koleksi delapan gol dan tiga assist.

Secara keseluruhan, Mbappe sudah mengemas 20 gol dari 20 pertandingan Piala Dunia sejak edisi 2018. Jika Prancis melaju ke final, kontribusinya berpeluang kembali menjadi faktor utama.

Lionel Messi Belum Kehilangan Magis

Lionel Messi Belum Kehilangan Magis

Selebrasi Lionel Messi usai mencetak gol pada laga Argentina vs Mesir pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Colin Hubbard

Lionel Messi membuktikan usia 39 tahun bukan penghalang untuk tetap tampil luar biasa di level tertinggi. Kapten Argentina itu langsung mencetak hattrick pada laga pembuka melawan Aljazair sebelum menambah koleksi golnya menjadi delapan.

Pengalaman dan kualitas Messi masih menjadi senjata utama Albiceleste dalam mengejar tiket final. Inggris harus bekerja ekstra keras apabila ingin menghentikan pengaruh sang legenda di laga Semifinal.

Sumber: Sports Illustrated