Senegal dan Mimpi yang Buyar dalam Hitungan Menit

Senegal dan Mimpi yang Buyar dalam Hitungan Menit
Kiper Senegal Mory Diaw (23) tertunduk lesu saat meninggalkan lapangan setelah menelan kekalahan dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Bola.net - Senegal sudah bisa melihat pintu menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026 terbuka lebar. Keunggulan dua gol yang bertahan hingga menjelang akhir pertandingan membuat harapan itu terasa begitu dekat.

Para pemain Senegal bertarung dengan penuh keyakinan sepanjang laga melawan Belgia di babak 32 besar. Mereka mengendalikan banyak momen penting dan membuat lawan berada di ambang kepulangan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Namun, sepak bola kerap menghadirkan cerita yang sulit diterima logika. Senegal kalah 2-3. Dalam hitungan menit, malam yang semula tampak indah berubah menjadi salah satu kenangan paling pahit bagi Lions of Teranga.

Ketika Senegal Menguasai Panggung

Ketika Senegal Menguasai Panggung

Pemain Senegal Habib Diarra (21) bersujud syukur setelah mencetak gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Abbie Parr

Sejak awal pertandingan, Senegal tampil berani dan penuh energi. Sadio Mane serta Iliman Ndiaye menjadi sumber ancaman yang terus menguji ketahanan lini belakang Belgia.

Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-25. Habib Diarra menjadi orang pertama yang memecah kebuntuan setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Keunggulan itu membuat kepercayaan diri Senegal semakin meningkat. Mereka kemudian menggandakan skor melalui Ismaila Sarr pada menit ke-51 dan semakin mendekatkan diri ke fase gugur.

Pada titik itu, Belgia tampak kehilangan arah. Senegal terlihat mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menjaga mimpi mereka tetap hidup.

Pertandingan Selanjutnya
World Cup World Cup | 3 Juli 2026
Spanyol Spanyol
02:00 WIB
Austria Austria

Harapan yang Runtuh di Pengujung Laga

Harapan yang Runtuh di Pengujung Laga

Pemain Belgia Youri Tielemans (8) merayakan gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Waktu terus berjalan dan Senegal masih unggul hingga menit ke-86. Di tribune dan di lapangan, suasana mulai mengarah pada perayaan kelolosan yang sudah dinanti.

Akan tetapi, Belgia menemukan celah untuk bangkit pada saat yang paling menentukan. Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan kembali harapan timnya ketika pertandingan hampir berakhir.

Tiga menit kemudian, pukulan berikutnya datang. Youri Tielemans menyundul bola masuk ke gawang Senegal dan mengubah skor menjadi 2-2.

Dalam sekejap, pertandingan yang tampak aman berubah menjadi penuh kecemasan. Senegal dipaksa memasuki perpanjangan waktu ketika momentum telah berpindah ke kubu lawan.

Akhir yang Terasa Kejam

Akhir yang Terasa Kejam

Para pemain Belgia merayakan gol ketiga mereka dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Perjuangan Senegal belum berakhir selama 30 menit tambahan. Mereka terus bertahan dan berusaha membawa pertandingan menuju adu penalti.

Namun, drama terakhir muncul ketika Tielemans dijatuhkan di kotak penalti pada masa tambahan waktu perpanjangan. Setelah peninjauan VAR, Belgia mendapatkan kesempatan yang mengubah nasib kedua tim.

Tielemans menuntaskan penalti pada menit 120+5 dan membawa Belgia menang 3-2. Senegal yang beberapa menit sebelumnya masih memimpikan tiket ke babak berikutnya harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Pelatih Pape Thiaw tidak menutupi rasa kecewanya setelah peluit akhir berbunyi. Ia berkata, "Kami tersingkir dan itu menyakitkan. Kami harus memberi selamat kepada tim yang telah memberikan segalanya, tetapi sayangnya kami tidak mampu mempertahankan keunggulan dua gol."

Kekecewaan yang sama terpancar dari Habib Diarra, pencetak gol pembuka Senegal. "Kami kecewa. Kami menjalani babak pertama yang bagus, tetapi itu tidak cukup. Pertandingan berlangsung 90 menit dan kami sangat terpukul," ujarnya.

Bagi Belgia, kemenangan ini akan dikenang sebagai comeback luar biasa. Bagi Senegal, malam itu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, jarak antara euforia dan kesedihan terkadang hanya berlangsung beberapa menit.

Sumber: FIFA