Thomas Tuchel Siapkan Strategi Klasik untuk Timnas Inggris: Lemparan Jauh dan Long Ball Kunci Piala Dunia 2026

Bola.net - Thomas Tuchel tengah menyusun rencana berbeda untuk Timnas Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menekankan pentingnya menghidupkan kembali senjata klasik berupa lemparan jauh dan umpan panjang.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap tren yang mulai bangkit kembali dalam sepak bola Inggris. Tuchel menegaskan bahwa detail-detail kecil seperti ini dapat menjadi faktor pembeda saat kompetisi mencapai level tertinggi.
Inggris saat ini memuncaki klasemen kualifikasi grup dengan posisi yang cukup aman. Tuchel kini memiliki waktu terbatas untuk mengasah pola permainan tersebut sebelum ajang bergengsi tahun depan dimulai.
Lemparan Jauh Kembali Jadi Prioritas Tuchel
Dalam pernyataan resminya, Tuchel menegaskan bahwa lemparan jauh akan kembali menjadi komponen penting dalam permainan tim. "Saya sudah bilang, lemparan jauh itu kembali," tegas pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Ia menambahkan bahwa detail semacam ini akan semakin krusial ketika Piala Dunia dimulai nanti. Selain lemparan jauh, Tuchel juga akan menekankan penggunaan tendangan panjang dari kiper serta berbagai opsi permainan langsung.
Bagi Tuchel, Inggris tidak boleh hanya terpaku pada pola permainan pendek yang selama ini menjadi andalan. Namun ia mengakui adanya keterbatasan waktu untuk melatih pola permainan tersebut secara optimal.
"Kami tidak bisa memasukkan semuanya dalam empat hari latihan," kata Tuchel sambil menegaskan pentingnya efisiensi dalam memanfaatkan waktu yang tersedia.
Data Statistik Long Ball Era Tuchel

Berdasarkan catatan kualifikasi, Inggris di bawah arahan Tuchel hanya memainkan 4% umpan panjang dari total operan yang dilakukan. Angka tersebut terpaut jauh lebih rendah dibandingkan era Gareth Southgate di Euro 2024 yang mencapai 8,8%.
Meski demikian, Tuchel menekankan bahwa statistik itu masih dipengaruhi oleh kualitas lawan yang dihadapi selama ini. Dari empat pertandingan yang telah dijalani, dua di antaranya hanya melawan tim kecil seperti Andorra.
Tuchel juga menambahkan bahwa pola serangan melalui crossing kini kembali menjadi salah satu fokus yang tengah dibenahi tim. Menurutnya, semua pola klasik tersebut kini kembali relevan dalam dinamika permainan sepak bola modern.
Persiapan Matang Menuju Amerika 2026
Posisi Inggris yang aman di puncak grup memberikan ruang gerak bagi Tuchel untuk bereksperimen. Ia masih memiliki tiga jeda internasional lagi untuk menyiapkan tim sebelum laga uji coba pra-Piala Dunia digelar.
Tuchel menyebut pentingnya melakukan refleksi bersama staf pelatih agar pola permainan tersebut dapat diterapkan secara efektif. "Saya perlu memikirkan ini bersama asisten pelatih saya. Semua pola ini kembali, termasuk crossing," ungkap Tuchel.
Kontrak Tuchel bersama Federasi Sepak Bola Inggris akan berakhir setelah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Artinya, turnamen tersebut akan menjadi panggung utama untuk membuktikan efektivitas rencana strateginya.
Waktu yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi Tuchel dalam mengimplementasikan filosofi barunya. Namun dengan pengalaman melatih di level tertinggi, ia optimis dapat memaksimalkan potensi skuad Inggris dengan pendekatan yang lebih variatif.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 6 Mei 2026 15:24 -
Bola Indonesia 6 Mei 2026 15:17 -
Bola Indonesia 6 Mei 2026 15:15 -
Tenis 6 Mei 2026 15:09 -
Bola Indonesia 6 Mei 2026 14:35 -
Bola Indonesia 6 Mei 2026 14:29
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 6 Mei 2026 16:00 -
piala dunia 6 Mei 2026 07:28 -
piala dunia 5 Mei 2026 22:15 -
piala dunia 5 Mei 2026 21:58 -
piala dunia 5 Mei 2026 21:30 -
piala dunia 5 Mei 2026 21:20
MOST VIEWED
- Sepenting Apa Lionel Messi di Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026?
- Eduardo Camavinga Terancam Dicoret dari Timnas Prancis: Dari Bintang Utama, Kini Jadi Pilihan Keenam!
- Neymar Siap Terima Peran Cadangan di Timnas Brasil Demi Mimpi Piala Dunia 2026
- Deretan Rekor Bersejarah Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026: Kapten, Penampilan, Gol, Assist, dan Kesempurnaan
HIGHLIGHT
- 7 Tim yang Mampu Comeback Usai Kalah di Leg Pertam...
- 5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalka...
- Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan...
- Gratis tapi Berkelas, 15 Bintang Top yang Bisa Dir...
- 6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
- Peta Kekuatan Semifinal Liga Champions: PSG Terdep...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579553/original/073146900_1778056514-IMG-20260506-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579552/original/071374100_1778056514-IMG_20260506_022027.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2901491/original/055737400_1567583634-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3461209/original/082069500_1621525571-sritexsritex.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5319013/original/012201700_1755502056-Screenshot_20250818_141708.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550354/original/058667800_1775658157-IMG-20260408-WA0079.jpg)

