
Bola.net - Berbagai pertanyaan muncul, dari cara bermain, penghitungan poin sampai tentang cabang olahraga itu dipertandingkan di SEA Games XXVI Palembang, Sumatera Selatan.
Petanque namanya, cabang olahraga asal Prancis itu ternyata masih awam dipahami masyarakat Indonesia terutama para pengunjung di arena SEA Games 2011 di komplek Jakabaring Sport City kota "empek-empek" Palembang.
Tentunya, berbeda dengan masyarakat disejumlah negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Petanque sudah dikenal sejak puluhan tahun silam seperti di Malaysia, Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam.
Di negara-negara serumpun itu, Petanque ternyata salah satu cabang olahraga populer dan merakyat.
Karenanya, pada cabang olahraga Petanque tersebut, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos dan Vietnam merupakan tim yang paling unggul sepanjang pertandingan SEA GAmes 2011.
Pada SEA Games Palembang, cabang olahraga Petanque memperebutkan enam medali emas.
Pada posisi pertama, Thailand merebut tiga medali emas, disusul Kamboja (dua emas) dan Vietnam (satu emas). Sementara Laos dan Malasyia harus puas dengan medali perak dan perunggu.
Bagaimana dengan tim Petanque Indonesia, pada SEA Games Palembang itu tim "Garuda Muda" harus puas di papan bawah bersama Filipina, Singapura dan Brunei Darussalam.
Di SEA Games 2011, Indonesia menurunkan atlet delapan putra dan putri masing-masing orang.
Manejer tim Petanque Indonesia M Arifin Thahir, menyatakan semua pihak diharapkan turut membantu untuk memasyarakatkan cabang olahraga Petanque di Tanah Air.
Sebagai langkah awal, menurutnya diperlukan pembentukan pengurus daerah (Pengda) guna menjaring atlet untuk cabang olahraga tersebut di seluruh Tanah Air.
Langkah awal harus dibentuk Pengda di masing-masing provinsi di Indonesia, khusus di Pulau Sumatera karena Petanque itu adalah cabang olahraga baru di Tanah Air, katanya.
"Meski di SEA Games, Petanque sudah dipertandingkan sejak di Kuala Lumpur (Malaysia) 2001, namun bagi kita baru pertama kali mengikutkan atlet di cabang olahraga itu," kata dia menjelaskan.
Karena itu, Arifin menyarankan Pengda untuk cabang olahraga Petanque tersebut sebaiknya dibentuk awal dari provinsi di Pulau Sumatera, kemudian baru menyebar ke wilayah lain di Indonesia.
Sebab, katanya, saat ini provinsi yang telah membentuk Pengda Petanque adalah Sumatera Selatan.
"Artinya, kalau di seluruh provinsi di sumatera sudah ada Pengda maka rutinitas pertandingan pasti di Sumatera Selatan dan dapat diikuti olah daerah-daerah di sumatera juga," katanya menambahkan.
Untuk saat ini yang sudah dibentuk guna menaungi cabang olahraga itu yakni Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI).
Selain itu, ia menyarankan agar Petanque juga harus disosialisasikan ke tengah-tengah lembaga pendidikan yakni dari SD hingga SMA, serta kepada masyarakat luas.
"Tahap awal saya sudah bicarakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, terutama dengan instansi terkait di sini agar lapangan Petanque yang ada di Palembang dapat dimanfaatkan bagi anak-anak sekolah untuk berlatih," kata dia.
Namun, untuk mengembangkan cabang olahraga Petanque juga mengalami kesulitan yakni tidak adanya bola yang dijual di Indonesia.
"Bola Petanque itu terdekat yang ada di Singapura, sementara di negara kita tidak dijual sehingga menjadi masalah," kata dia.
Di Singapura, Arifin menyebutkan bahwa bola Petanque yang terbuat dari bahan timah, sedikit lebih besar dari bola kasti dan beratnya berkisar 600-800 gram itu seharga sekitar Rp5 juta/buah di Singapura.
Di Prancis, Petanque atau bola besi itu diperkenalkan sejak 1907. Bola besi itu dilempar sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut "cochonnet" dan kaki si pelempar itu harus berada di dalam lingkaran kecil.
Di SEA Games, Petanque dimasukkan dalam kategori olahraga konsentrasi yang memiliki persyaratan tertentu, yakni di atas lapangan berdimensi lebar empat meter dan panjang 15 meter.
Sekilas tentang permainan Petanque, selain tiga buah bola besi juga dibutuhkan satu bola kecil (lebih besar dari kelereng) yang terbuat bahan kayu atau disebut dengan boca.
Saat bermain, si pemain berdiri di atas lingkaran sebesar ban sepeda, selanjutnya melemparkan boca. Setelah boca, pemain melemparkan bola timah.
Seorang pemain yang memiliki tiga bola timah, boleh dalam posisi berjongkok atau berdiri dan bola itu dilemparkan harus mendekati boca.
Hal yang sama, setiap lawan juga melemparkan bola pertamanya untuk mendekati boca. Lawan juga boleh melempar sampai mengenai bola timah pemain lainnya, tujuannya agar bola timah lawan jauh dari boca.
Di SEA Games, cabang olahraga Petanque mempertandingkan tiga nomor yaitu perseorangan, ganda, dan menembak. (ant/jef)
Petanque namanya, cabang olahraga asal Prancis itu ternyata masih awam dipahami masyarakat Indonesia terutama para pengunjung di arena SEA Games 2011 di komplek Jakabaring Sport City kota "empek-empek" Palembang.
Tentunya, berbeda dengan masyarakat disejumlah negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Petanque sudah dikenal sejak puluhan tahun silam seperti di Malaysia, Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam.
Di negara-negara serumpun itu, Petanque ternyata salah satu cabang olahraga populer dan merakyat.
Karenanya, pada cabang olahraga Petanque tersebut, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos dan Vietnam merupakan tim yang paling unggul sepanjang pertandingan SEA GAmes 2011.
Pada SEA Games Palembang, cabang olahraga Petanque memperebutkan enam medali emas.
Pada posisi pertama, Thailand merebut tiga medali emas, disusul Kamboja (dua emas) dan Vietnam (satu emas). Sementara Laos dan Malasyia harus puas dengan medali perak dan perunggu.
Bagaimana dengan tim Petanque Indonesia, pada SEA Games Palembang itu tim "Garuda Muda" harus puas di papan bawah bersama Filipina, Singapura dan Brunei Darussalam.
Di SEA Games 2011, Indonesia menurunkan atlet delapan putra dan putri masing-masing orang.
Manejer tim Petanque Indonesia M Arifin Thahir, menyatakan semua pihak diharapkan turut membantu untuk memasyarakatkan cabang olahraga Petanque di Tanah Air.
Sebagai langkah awal, menurutnya diperlukan pembentukan pengurus daerah (Pengda) guna menjaring atlet untuk cabang olahraga tersebut di seluruh Tanah Air.
Langkah awal harus dibentuk Pengda di masing-masing provinsi di Indonesia, khusus di Pulau Sumatera karena Petanque itu adalah cabang olahraga baru di Tanah Air, katanya.
"Meski di SEA Games, Petanque sudah dipertandingkan sejak di Kuala Lumpur (Malaysia) 2001, namun bagi kita baru pertama kali mengikutkan atlet di cabang olahraga itu," kata dia menjelaskan.
Karena itu, Arifin menyarankan Pengda untuk cabang olahraga Petanque tersebut sebaiknya dibentuk awal dari provinsi di Pulau Sumatera, kemudian baru menyebar ke wilayah lain di Indonesia.
Sebab, katanya, saat ini provinsi yang telah membentuk Pengda Petanque adalah Sumatera Selatan.
"Artinya, kalau di seluruh provinsi di sumatera sudah ada Pengda maka rutinitas pertandingan pasti di Sumatera Selatan dan dapat diikuti olah daerah-daerah di sumatera juga," katanya menambahkan.
Untuk saat ini yang sudah dibentuk guna menaungi cabang olahraga itu yakni Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI).
Selain itu, ia menyarankan agar Petanque juga harus disosialisasikan ke tengah-tengah lembaga pendidikan yakni dari SD hingga SMA, serta kepada masyarakat luas.
"Tahap awal saya sudah bicarakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, terutama dengan instansi terkait di sini agar lapangan Petanque yang ada di Palembang dapat dimanfaatkan bagi anak-anak sekolah untuk berlatih," kata dia.
Namun, untuk mengembangkan cabang olahraga Petanque juga mengalami kesulitan yakni tidak adanya bola yang dijual di Indonesia.
"Bola Petanque itu terdekat yang ada di Singapura, sementara di negara kita tidak dijual sehingga menjadi masalah," kata dia.
Di Singapura, Arifin menyebutkan bahwa bola Petanque yang terbuat dari bahan timah, sedikit lebih besar dari bola kasti dan beratnya berkisar 600-800 gram itu seharga sekitar Rp5 juta/buah di Singapura.
Di Prancis, Petanque atau bola besi itu diperkenalkan sejak 1907. Bola besi itu dilempar sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut "cochonnet" dan kaki si pelempar itu harus berada di dalam lingkaran kecil.
Di SEA Games, Petanque dimasukkan dalam kategori olahraga konsentrasi yang memiliki persyaratan tertentu, yakni di atas lapangan berdimensi lebar empat meter dan panjang 15 meter.
Sekilas tentang permainan Petanque, selain tiga buah bola besi juga dibutuhkan satu bola kecil (lebih besar dari kelereng) yang terbuat bahan kayu atau disebut dengan boca.
Saat bermain, si pemain berdiri di atas lingkaran sebesar ban sepeda, selanjutnya melemparkan boca. Setelah boca, pemain melemparkan bola timah.
Seorang pemain yang memiliki tiga bola timah, boleh dalam posisi berjongkok atau berdiri dan bola itu dilemparkan harus mendekati boca.
Hal yang sama, setiap lawan juga melemparkan bola pertamanya untuk mendekati boca. Lawan juga boleh melempar sampai mengenai bola timah pemain lainnya, tujuannya agar bola timah lawan jauh dari boca.
Di SEA Games, cabang olahraga Petanque mempertandingkan tiga nomor yaitu perseorangan, ganda, dan menembak. (ant/jef)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 29 April 2026 21:59 -
Liga Champions 29 April 2026 21:22 -
Liga Inggris 29 April 2026 21:20 -
Bola Indonesia 29 April 2026 21:13 -
Bola Indonesia 29 April 2026 21:08 -
Liga Champions 29 April 2026 20:55
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09 -
seagames2011 2 Desember 2011 01:01 -
seagames2011 1 Desember 2011 21:48 -
seagames2011 1 Desember 2011 13:00 -
seagames2011 29 November 2011 21:47 -
seagames2011 29 November 2011 21:26
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Liverpool Siap Ganti Arne Slot? 5 Kandidat Pelatih...
- Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi M...
- 5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola H...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 8 Pemain yang Pernah Membela Sporting CP dan Arsen...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570024/original/021831800_1777476486-dd45f2a2-220f-45fb-8923-ab0c5a0faf67.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4182842/original/075165400_1665040630-310322582_392928583045124_2038568912183950975_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564458/original/017252000_1776942294-Foto1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569997/original/054939600_1777471445-IMG-20260429-WA0185.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569992/original/016732500_1777469281-hamisi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3445114/original/022835100_1619854241-20210501-Ratusan-buruh-peringati-hari-buruh-sedunia-di-jakarta-ANGGA-5.jpg)
