
Bola.net - Ekspektasi tinggi yang dibebankan di pundak Xabi Alonso saat kembali ke Real Madrid musim panas lalu runtuh seketika. Niat hati mengembalikan kejayaan Los Blancos, ia justru terdepak hanya dalam waktu delapan bulan.
Kekalahan menyakitkan di El Clasico menjadi pemicu utama yang mengakhiri rezim singkatnya. Namun, di balik skor akhir tersebut, terdapat benang kusut masalah internal yang jauh lebih pelik.
Alonso gagal memenangkan hati para eksekutif klub dan menghadapi pemberontakan di ruang ganti. Gaya pelatihannya yang keras dan disiplin tinggi ternyata tidak sejalan dengan ego para megabintang di ibu kota Spanyol.
Meski demikian, pemecatan ini tidak serta merta mematikan kariernya. Pintu keluar dari Madrid justru bisa menjadi gerbang masuk menuju panggung megah Premier League, dengan Manchester United sebagai kandidat terkuat.
Neraka Bernabeu dan Pemberontakan Pemain

Kepergian Alonso dari Real Madrid dipicu oleh akumulasi ketegangan yang tak terelakkan. Perubahan taktik yang terus-menerus membuat tim kehilangan identitas, sementara pendekatan personalnya gagal meredam gejolak.
Gaya melatih Alonso yang menuntut intensitas tinggi membuat para pemain merasa tidak nyaman. Di sisi lain, ketidakmampuannya beradaptasi dengan "wajah korporat" yang diinginkan manajemen menambah jurang pemisah dengan para petinggi klub.
Lingkungan Real Madrid, dengan mentalitas "superstar-first" yang kental, sekali lagi memakan korban. Namun, kegagalan menaklukkan politik Bernabeu tidak serta merta menghapus rekam jejak brilian Alonso saat menyulap Bayer Leverkusen menjadi juara Jerman.
Old Trafford Memanggil: Jodoh yang Tertunda?

Kabar pemecatan Alonso berhembus hampir bersamaan dengan situasi darurat di Manchester United. Setan Merah baru saja berpisah dengan Ruben Amorim awal bulan ini dan sedang dalam pencarian nakhoda baru.
Man Utd saat ini masih belum mengamankan manajer interim, dengan nama Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer masuk dalam pertimbangan jangka pendek. Namun, untuk proyek jangka panjang di musim panas, Alonso adalah sosok yang sangat menggiurkan.
Mengingat kesuksesan Alonso membangun Leverkusen dengan kontrol penuh, Man United bisa menawarkan apa yang tidak didapatkannya di Madrid: kekuasaan untuk menerapkan sistemnya. Prospek ini disebut-sebut sebagai "jodoh yang pas" (match made in heaven) bagi kedua belah pihak.
Situasi Pelik di Liverpool dan Tottenham

Selain Man United, nama Alonso juga sempat santer dikaitkan dengan Liverpool. Ia pernah menjadi kandidat kuat pengganti Jurgen Klopp, namun saat itu Arne Slot yang terpilih.
Kini, meski Slot sempat mengalami masa sulit di awal musim, pelatih asal Belanda itu berhasil memulihkan performa The Reds. Kecuali jika Liverpool memecat Slot secara mengejutkan, jalan Alonso untuk pulang ke Anfield tampaknya tertutup untuk sementara waktu.
Peluang lain justru terbuka di London Utara. Tottenham Hotspur sedang terseok-seok di bawah asuhan Thomas Frank. Spurs terpuruk di peringkat 14 Premier League dan posisi 11 di klasemen Liga Champions, situasi yang jauh dari kata ideal.
Jika Spurs memutuskan untuk tidak lagi mempercayai Frank, mereka bisa saja nekat mendekati Alonso. Meski begitu, langkah ini membutuhkan keberanian besar dari manajemen Tottenham untuk kembali melakukan pergantian manajer di musim panas.
Pintu Tertutup di Bayern, Menunggu Pep di City?
Kembali ke Jerman untuk menangani Bayern Munchen, klub yang juga pernah dibelanya, tampaknya mustahil terjadi dalam waktu dekat. Vincent Kompany sedang menikmati musim yang fantastis di Bavaria.
Bayern Munchen saat ini unggul 11 poin di puncak klasemen Bundesliga dan tampil solid di Liga Champions. Tidak ada alasan rasional bagi manajemen Die Roten untuk mengganti Kompany dengan Alonso saat ini.
Satu opsi elite lainnya adalah Manchester City. Alonso dinilai punya kapasitas mumpuni untuk menjadi suksesor Pep Guardiola. Namun, skenario ini hanya bisa terwujud jika dan ketika Guardiola memutuskan untuk angkat kaki dari Etihad Stadium.
Untuk saat ini, Alonso kemungkinan besar akan menepi sejenak hingga musim panas tiba. Ia punya waktu untuk mengevaluasi opsi terbaik, sembari menanti klub mana yang berani memberinya kunci kendali penuh untuk membuktikan bahwa kegagalan di Madrid hanyalah sebuah anomali.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 15:21Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:01Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 12:03Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 10:30Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 07:36Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 15:21Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:11Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:06Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 15:01Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
BERITA LAINNYA
-
spanyol 31 Oktober 2026 15:21Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
-
spanyol 31 Oktober 2026 12:03Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
-
spanyol 31 Oktober 2026 07:273 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
-
spanyol 31 Oktober 2026 07:23Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
-
spanyol 31 Oktober 2026 07:183 Pemain Real Madrid yang Wajib Starter Kontra Racing Santander: Espi, Endrick, Trent
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Potensi Kerugian Real Madrid Akibat Candaan 'Diktator China' Kylian Mbappe: Sponsor Hengkang, Penjualan Jersey Terancam!
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

