7 Pelajaran dari Kemenangan Timnas Indonesia atas Vietnam: Mental Juara Sudah Terbentuk, Medali Emas Bukan Angan-angan Lagi!

Bola.net - Asa timnas Indonesia U-22 untuk meraih medali emas di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2023 sedikit lagi akan tuntas. Pasalnya Garuda Nusantara berhasil menjejakkan kaki di partai final.
Kepastian itu didapatkan setelah Timnas Indonesia U-22 menghadapi Timnas Vietnam U-22 di semifinal sore tadi. Pertandingan yang digelar di Olympic Stadium Phnom Phen itu berjalan sengit sejak awal laga.
Di laga ini, Garuda Nusantara berhasil menang dengan dramatis. Mereka mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2 di masa injury time.
Dari kemenangan ini ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Bengong Saat Bola-bola Mati

Pelajaran pertama yang bisa dipetik dari kemenangan atas Vietnam ini adalah Indonesia wajib membenahi cara bertahan saat menghadapi set piece.
Gol pertama Vietnam yang dicetak oleh Nguyen Van Tung ini lahir dari skema bola mati. Pada saat itu koordinasi antara kiper dan bek Indonesia kurang bagus, sehingga sundulan Van Tung bisa masuk ke gawang Indonesia.
Ini kali kedua Indonesia dibobol dengan skema bola mati, jadi Coach Indra Sjafri perlu membenahi lagi agar kesalahan yang sama tidak terulang di final.
Senjata Rahasia Indonesia itu Bernama Lemparan ke Dalam

Satu hal yang menarik di laga ini adalah Indonesia punya kartu As yang mematikan, yaitu lemparan jauh ke dalam.
Pratama Arhan selaku eksekutor lemparan ke dalam mampu melakukan tugasnya dengan baik. Sehingga dua gol pertama Indonesia lahir dari lemparan ke dalam Arhan.
Sayang sekali senjata rahasia ini tidak bisa digunakan di final, karena Arhan mendapatkan kartu merah di laga ini sehingga bakal asben di final.
Pemain Pengganti Jadi Pembeda

Salah satu hal yang patut dipuji dari Indra Sjafri di laga ini adalah kejeliannya dalam membuat pergantian pemain.
Di jeda pertandingan, Indra Sjafri membuat dua pergantian pemain. Muhammad Ferarri dan Muhammad Taufany masuk menggantikan Komang dan Ananda Raehan.
Terbukti pergantian pemain ini jitu, karena dua nama tersebut menjadi pencetak gol kedua dan ketiga Indonesia di laga ini.
Antisipasi Mind Games dengan Lebih Baik

Pekerjaan rumah timnas indonesia berikutnya untuk partai final adalah bagaimana mengatasi mind games lawan.
Seperti yang sudah diketahui, di laga melawan Vietnam tadi, timnas Indonesia sempat terpancing emosi di akhir babak pertama. Itu membuat momentum pertandingan berubah ke arah Vietnam.
Di partai final, provokasi-provokasi lawan akan semakin menjadi-jadi. Itulah mengapa Garuda Nusantara harus belajar menahan emosi agar kejadian serupa tidak terulangi di partai krusial tersebut.
Mental Juara Gak Bisa Bohong

Pelajaran berikutnya yang bisa dipetik dari laga ini adalah timnas Indonesia U-22 sudah mulai menunjukkan bahwa tim ini punya mental untuk juara.
Ini terlihat saat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Timnas Indonesia mampu meredam permainan Vietnam, di mana Indonesia juga tidak patah arang saat Vietnam menyamakan kedudukan.
Indonesia juga mampu bersabar dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik, sehingga Indonesia mampu mencetak gol di masa injury time.
Masterclass Indra Sjafri

Keberhasilan Indonesia untuk meraih kemenangan ini tidak terlepas dari masterclass Indra Sjafri.
Pelatih asal Payukumbuh itu membuat sejumlah perubahan saat Indonesia bermain dengan 10 pemain. Ia juga membuat sejumlah pergantian pemain yang jeli sehingga Indonesia mampu meredam serangan-serangan Vietnam.
Satu hal yang patut dipuji dari Indra Sjafri ketika Vietnam menyamakan kedudukan, ia meminta para pemain Garuda Nusantara tidak bermain pragmatis. Ia meminta para pemain bermain dengan serangan balik cepat dan itu berhasil membuahkan gol kemenangan Indonesia di laga ini.
Satu Langkah Terakhir

Pelajaran terakhir bagi Indonesia adalah Skuat Garuda Nusantara sudah selangkah lagi untuk menyelesaikan penantian panjang mereka.
Seperti yang sudah diketahui, Indonesia sudah lama sekali tidak meraih medali emas di cabor sepak bola putra SEA Games. Terakhir kali Indonesia meraih medali emas di SEA Games Manila tahun 1991.
Sudah 32 tahun berlalu, dan Indonesia sebenarnya sudah beberapa kali masuk final. Terakhir kali Garuda Nusantara masuk final di tahun 2019 saat Indonesia dikalahkan Vietnam dengan skor 3-0.
Itulah mengapa penantian panjang ini harus segera diselesaikan agar Indonesia kembali diakui sebagai tim top di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga:
- Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia U-22 Lolos ke Final SEA Games 2023: Kita Ingin Sejajar dengan
- Timnas Indonesia U-22 Selangkah Lagi Rebut Medali Emas SEA Games 2023, Indra Sjafri Lewati Capaian S
- Momen-momen Menarik Indonesia U-22 vs Vietnam di SEA Games 2023: 'Nyender' di Dada Witan, Ferarri Di
- Sukses Kalahkan Vietnam, Tim Indonesia U-22 Dinilai Punya Mental Baja
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 1 November 2026 11:18Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
-
Bola Indonesia 1 November 2026 10:14Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:10Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:00Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
-
Liga Spanyol 1 November 2026 08:51Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
tim nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
tim nasional 29 Oktober 2026 17:20Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
SOROT
-
Liputan6 1 November 2026 09:46Ketua Kadin Lapor Prabowo, Investasi Dalam Negeri Rp 2.000 Triliun
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
MOST VIEWED
Cerita Unik Mitchell Baker, Striker Timnas Indonesia yang Nyaris Magang di Wall Street
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2026 Masih Misterius, PSSI: Kami Masih Mencari
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9387406/original/067213100_1793501415-atlet-suram-88e80b.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
