
Bola.net - Desakan agar Patrick Kluivert mundur dari jabatan pelatih Timnas Indonesia terus bergema. Kegagalan skuad Garuda melangkah ke Piala Dunia 2026 menjadi titik balik yang membuat masa depan mantan striker Timnas Belanda itu berada di ujung tanduk.
PSSI pun dikabarkan akan segera menggelar rapat Exco untuk menentukan nasib Kluivert. Meski demikian, para petinggi federasi kini diharapkan tak terburu-buru mengambil keputusan. Sebab, mereka perlu belajar dari kesalahan beberapa bulan lalu saat memecat Shin Tae-yong dan menunjuk Kluivert secara mendadak.
Kini, bola liar kembali bergulir. Nama-nama pelatih asing mulai disebut-sebut oleh para pengamat sepak bola nasional sebagai kandidat pengganti yang dinilai lebih tepat untuk memimpin skuad Garuda di masa depan.
Dari Hodak hingga Van Gastel, Kandidat Mulai Bermunculan

Sejumlah nama pelatih asing mulai mengemuka. Shin Tae-yong, yang sempat membangun fondasi kuat di Timnas Indonesia periode 2020 hingga 2024, kembali masuk dalam perbincangan publik. Dua pelatih yang kini berkiprah di BRI Super League, Bojan Hodak dan Jean-Paul van Gastel, juga masuk radar.
Bojan Hodak dikenal sebagai pelatih berprestasi setelah membawa Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 secara beruntun. Sementara itu, Jean-Paul van Gastel berhasil meningkatkan performa PSIM Yogyakarta di awal musim Super League 2025/2026. Meski perjalanan liga masih panjang, eks asisten Giovanni van Bronckhorst di Feyenoord itu dinilai punya visi permainan modern yang menarik.
Namun, dua nama lain tiba-tiba muncul sebagai alternatif realistis: Thomas Doll dan Bernardo Tavares. Kedua sosok ini dianggap memiliki pendekatan yang mirip dengan Shin Tae-yong dalam hal membangun tim dan memoles pemain muda.
Tavares dan Doll, Dua Sosok dengan Pemahaman Lokal yang Kuat

Pengamat sepak bola asal Malang, Efendi Aziz, menilai Thomas Doll dan Bernardo Tavares sebagai figur ideal untuk menangani Timnas Indonesia saat ini.
“Kita harus akui Shin Tae-yong telah meninggalkan legacy fondasi kuat di sepak bola Indonesia, terutama cara dia mengorbitkan pemain muda. Thomas Doll dan Bernardo Tavares punya kemampuan seperti Shin Tae-yong ketika melatih di Indonesia,” ujarnya.
Faktanya, baik Doll maupun Tavares memang banyak menyumbang pemain muda ke skuad Garuda selama mereka bekerja di klub masing-masing. Efendi menambahkan bahwa kembalinya Shin Tae-yong bisa menimbulkan polemik berkepanjangan. “Menurut saya, Shin Tae-yong tak harus kembali melatih Timnas Indonesia karena pro dan kontranya sangat kuat. Jika terus berpolemik, Timnas Indonesia tak akan maju. Sosok Thomas Doll dan Bernardo Tavares lebih netral. Mereka paham sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Meski begitu, Efendi tak menampik bahwa ada risiko tertentu bila Thomas Doll dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia. “Kelemahan Thomas Doll karena dia eks pelatih Persija. Kemarin Patrick Kluivert memainkan Marc Klok dan Beckham Putra lawan Arab Saudi, ada kecemburuan. Ironisnya, Klok dan Beckham tampil kurang bagus. Maka Bernardo Tavares lebih realistis,” jelasnya.
Tavares, yang baru berpisah dengan PSM karena persoalan gaji tertunggak selama beberapa bulan, dianggap memiliki pendekatan taktis yang cocok dengan karakter pemain Indonesia. “Kita lihat bagaimana permainan PSM di tangan Bernardo Tavares. Saya kira pemain lokal kita punya gaya ala Brasil, sementara yang naturalisasi kental Eropa-nya. Jika bisa dipegang tangan yang tepat, akan jadi kekuatan bagus,” tutur Efendi.
Menunggu Langkah PSSI

Kini, keputusan berada di tangan PSSI. Apakah mereka akan memberikan kesempatan kedua bagi Patrick Kluivert, atau membuka lembaran baru bersama sosok lain yang lebih memahami kultur sepak bola Indonesia?
Jika PSSI benar-benar ingin membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kancah internasional, maka pilihan pelatih harus berlandaskan pada visi jangka panjang, bukan sekadar popularitas atau nama besar semata.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Rizki Hidayat, 15 Oktober 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Rizky Ridho Apresiasi Media Cup 2025 Gagasan PSSI Pers
- Jay Idzes Bela Habis-habisan Erick Thohir: Banyak yang Tidak Melihat Betapa Besar Usaha di Balik Layar
- Pelatih Persija Jakarta Bela Rizky Ridho usai Diserang lantaran Dianggap Lakukan Blunder saat Timnas Indonesia Kalah Melawan Irak
- Pelatih Persija Beri Perhatian ke Timnas Indonesia yang Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Saatnya Rizky Ridho dan Jordi Amat Fokus di BRI Super League
- Bambang Pamungkas Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Ini Jadi Momen Terkrusial Beri Dukungan untuk Mereka
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 16 Januari 2026 01:36Ingin Tampil Lebih Baik, Man United Disarankan Angkut Gelandang Barcelona Ini
-
Tim Nasional 15 Januari 2026 20:56Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 16 Januari 2026 01:36 -
Liga Italia 15 Januari 2026 22:47 -
Liga Eropa Lain 15 Januari 2026 21:54 -
Liga Spanyol 15 Januari 2026 21:52 -
Liga Italia 15 Januari 2026 21:23 -
Liga Inggris 15 Januari 2026 21:18
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 15 Januari 2026 20:56 -
tim nasional 15 Januari 2026 20:19 -
tim nasional 15 Januari 2026 19:59 -
tim nasional 15 Januari 2026 19:39 -
tim nasional 15 Januari 2026 19:35 -
tim nasional 15 Januari 2026 19:30
MOST VIEWED
- Gebrakan Pertama John Herdman di Timnas Indonesia: Evaluasi Tim Secara Menyeluruh dan Bangun Jiwa Kompetitif!
- Janji Pertama John Herdman untuk Timnas Indonesia: Bawa Skuad Garuda ke Level Tertinggi!
- Karena Hal Ini, John Herdman Tidak Janji Bisa Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
- Mirip Kanada Era Emas! Asisten John Herdman Cium Aroma Piala Dunia di Timnas Indonesia
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)

