FOLLOW US:


Pelatih Vietnam Ungkap Kunci Kalahkan Timnas Indonesia U-22

01-12-2019 22:25

 | Ari Prayoga

Pelatih Vietnam Ungkap Kunci Kalahkan Timnas Indonesia U-22
Timnas Indonesia U-22 kalah 1-2 dari Vietnam pada laga lanjutan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (1/12/2019). © Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Pelatih Timnas Vietnam U-22, Park Hang-seo mengungkap kunci kemenangan timnya atas Timnas Indonesia U-22 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (1/12/2019).

Pada laga lanjutan Grup B SEA Games 2019, Vietnam yang sempat tertinggal pada babak pertama, meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-1. Gol penentu kemenangan Vietnam tercipta pada menit akhir.

"Hari ini kami menunjukkan semangat Vietnam. Kami tertinggal pada babak pertama dan memiliki peluang di babak kedua," kata pelatih asal Korea Selatan itu.

Vietnam yang sudah meraih kemenangan telak pada dua laga sebelumnya, tak mau melewatkan satu pun pertandingan dengan hasil nihil. Setelah tertinggal, mereka menggempur pertahanan Indonesia.

Kesabaran mereka pun membuahkan dua gol dari Nguyen Thanh Chung (63') dan Nguyen Hoang Duc (90+1').

"Kami tidak menyerah dan melakukan yang terbaik. Kami akhirnya bermain kompak dan memenangi pertandingan," katanya.

Dengan kemenangan atas Timnas Indonesia U-22, Vietnam semakin kukuh di puncak klasemen Grup B, dengan nilai sembilan.

1 dari 1

Strategi Indonesia Tak Berhasil

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memberikan penjelasan mengenai hasil dan proses pertandingan tersebut.

"Kami memulai pertandingan dengan baik dengan game plan yang sesuai direncanakan. Adapun pada babak kedua kami sebenarnya memancing Vietnam karena mereka dalam keadaan tertinggal.

Indra sudah mengantisipasi Vietnam akan lebih menyerang pada babak kedua.

"Mereka pasti akan lebih ofensif. Kami berharap adanya serangan balik, akan tetapi selalu gagal. Beberapa kali kami sabar menunggu bola kami rebut dengan counter, akan tetapi tidak berhasil," kata Indra.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Wiwig Prayugi
Published: 1 Desember 2019