FOLLOW US:


Siapa Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Paling Diwaspadai Vietnam?

30-11-2019 01:55

 | Ari Prayoga

Siapa Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Paling Diwaspadai Vietnam?
Striker Timnas Indonesia U-22, Osvaldo Haay, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). © Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Bomber Osvaldo Haay rupanya menjadi pemain Timnas Indonesia U-22 yang paling diwaspadai oleh bek Vietnam, Nguyen Thanh Chung.

Timnas Indonesia U-22 akan menjalani partai berat kontra Vietnam pada Minggu (1/12/2019) mendatang. Pemenang laga ini bakal memuncaki klasemen Grup B.

Kedua kesebelasan juga belum terkalahkan. Vietnam berhak memimpin klasemen karena unggul agresivitas gol.

Anak asuh Park Hang-seo menang telak 6-0 dan 6-1 pada dua laga pembuka. Sementara Garuda Muda menang dua kali dengan skor identik, 2-0.

Nguyen Thanh Chung mengidentifikasi Osvaldo Haay sebagai pemain paling berbahaya. Striker Persebaya Surabaya itu telah melesakkan dua gol dari dua pertandingan.

"Saya tertarik kepada pemain bernomor punggung 20 (Osvaldo Haay)," kata Thanh Chung.

"Pada Kualifikasi Piala Asia 2020, saya belum sempat berhadapan dengannya. Buat saya, dia memiliki kecepatan yang bagus," tambah Thanh Chung.

Motivasi Vietnam untuk mengalahkan Timnas Indonesia U-22 cukup besar mengingat pada SEA Games 2017 silam, mereka tersingkir di babak grup karena kalah di laga terakhir.

1 dari 1

Kenangan Indah Kualifikasi Piala Asia 2020

Meski kalah pada SEA Games 2017, Vietnam mengantongi bekal kemenangan dramatis pada Kualifikasi Piala Asia 2020 bulan Maret silam. Saat itu, gol tunggal menit 90'+4 yang dilesakkan Trieu Viet Hung berhasil memastikan kemenangan atas Timnas Indonesia.

"Saat Kualifikasi Piala Asia 2020, kami kesulitan mencetak gol ke gawang Indonesia. Namun, saat ini kami adalah tim yang lebih baik dan saya yakin kami sanggup mengalahkan Indonesia," tambah pemain kelahiran 1997 itu.

Sumber asli: Fox Sports Asia
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 29 November 2019