Fans Liverpool Menang! FSG Batalkan Kenaikan Harga Tiket Usai Protes Keras di Anfield
Afdholud Dzikry | 8 Mei 2026 09:36
Bola.net - Liverpool akhirnya membatalkan rencana kenaikan harga tiket stadion setelah mendapat tekanan besar dari para suporter. Keputusan itu diumumkan klub pada Kamis waktu setempat, sekaligus mengakhiri polemik yang sempat memicu protes luas di Anfield.
Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool, sebelumnya berencana menerapkan kenaikan harga tiket berbasis inflasi selama tiga musim ke depan. Namun, gelombang penolakan dari pendukung membuat manajemen memilih mundur dari kebijakan tersebut.
Aksi protes suporter muncul dalam berbagai bentuk selama beberapa pekan terakhir. Salah satunya terlihat saat ribuan fans mengangkat kartu kuning bertuliskan "Caution: Anfield's Soul at Risk" ketika Liverpool menghadapi Crystal Palace.
Tak hanya itu, sebagian pendukung juga memboikot pembelian makanan dan minuman di area stadion. Mereka menilai manajemen mulai mengabaikan nilai tradisional yang selama ini melekat kuat pada budaya klub.
Tekanan untuk FSG

Tekanan terhadap FSG ternyata tidak hanya datang dari Liverpool. Pada waktu yang hampir bersamaan, suporter Boston Red Sox yang juga dimiliki John Henry ikut melancarkan protes terhadap kebijakan kepemilikan klub mereka.
Di Boston, sebuah pesawat bahkan sempat terbang di atas Fenway Park sambil membawa spanduk yang meminta pemilik menjual tim. Situasi itu menambah sorotan terhadap cara FSG mengelola klub olahraga di dua benua berbeda.
Di Liverpool, hubungan suporter dengan manajemen sempat memanas karena fans merasa suara mereka tidak lagi didengar. Meski begitu, keputusan membatalkan kenaikan harga tiket mulai meredakan ketegangan tersebut.
"Kami berterima kasih kepada mereka di Liverpool yang mau mendengarkan dan berinteraksi dengan kami," ungkap perwakilan kelompok suporter Spirit of Shankly.
Klub kini memastikan harga tiket musim depan hanya akan naik mengikuti inflasi sebelum dibekukan pada tahun berikutnya. Langkah itu mendapat respons positif karena dianggap sebagai bentuk kompromi dari manajemen.
Rekor Pendapatan
Kemarahan suporter sebelumnya dipicu laporan keuangan Liverpool yang mencatat pendapatan lebih dari 952 juta dolar AS hingga Mei 2025. Berdasarkan data Deloitte, angka itu menjadikan The Reds sebagai klub Premier League dengan pendapatan tertinggi.
Spirit of Shankly menilai klub tidak seharusnya membebankan kenaikan harga tiket kepada fans di tengah kondisi finansial yang sangat kuat. Mereka menganggap kebijakan tersebut lahir dari keputusan bisnis, bukan kebutuhan mendesak.
"Kita tidak boleh tertipu dengan berpikir normal jika harga naik tiap musim. Ini murni pilihan LFC yang didorong oleh keserakahan," tegas Spirit of Shankly saat rencana kenaikan tersebut pertama kali muncul.
Sebagai langkah lanjutan, Liverpool berjanji mencari solusi finansial lain bersama Dewan Suporter. Klub ingin membuka peluang komersial baru agar kenaikan harga tiket bisa dihindari pada masa mendatang.
Meski demikian, manajemen tetap memberi sinyal bahwa penyesuaian harga karena inflasi masih mungkin terjadi di masa depan. Untuk sementara, para pendukung bisa merasa lega karena protes mereka berhasil memengaruhi kebijakan besar di Anfield.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Demi Instruksi Taktik, Erling Haaland Tak Bisa Jadi Kapten Manchester City!
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 23:24
-
Marcus Rashford Bisa Hidupkan Lagi Kariernya di Manchester United
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 20:30
-
Persaingan Ketat di Lini Belakang MU Setelah Matthijs de Ligt Pulih dari Cedera
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 20:03
-
Legenda Arsenal Usulkan Pertukaran Marcus Rashford dan Myles Lewis-Skelly
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Liverpool Bisa Kehilangan Curtis Jones, Inter Milan Mulai Bergerak
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:21
-
4 Transfer Impian Liverpool Sebelum Bursa Musim Panas Ditutup
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:18
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Piala Dunia 12 Agustus 2026, 11:21
-
Diincar Liverpool, Luis Enrique Buka Suara soal Masa Depan Bradley Barcola di PSG
Liga Eropa Lain 12 Agustus 2026, 10:51
-
Carlos Espi Punya Senjata yang Tidak Dimiliki Mbappe dan Endrick di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:48
-
Saatnya Real Madrid Membuktikan Statusnya Sebagai Penguasa Liga Champions
Liga Champions 12 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Ingin Tawar Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, tapi Ada 2 Kendala
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 10:32
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Yan Diomande Tak Bisa Menolak Saat Real Madrid Memanggil
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:03
-
Dean Huijsen Warisi Nomor 4 Real Madrid, Mimpi Masa Kecil Jadi Nyata
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:56
-
Ronald Araujo, Liverpool, dan Tempat untuk Menghidupkan Kembali Kariernya
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 09:46
-
Barcelona Tak Sisipkan Klausul Larangan untuk Ronald Araujo di Liverpool
Liga Champions 12 Agustus 2026, 09:42
-
Real Madrid Dua Kali Menolak Manchester United
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


