Kisah Serge Gnabry, Pesakitan di Inggris Jadi Pahlawan di Jerman
Serafin Unus Pasi | 9 Desember 2019 21:49
Bola.net - Menjadi pemain yang bisa diandalkan baik di level klub maupun di Tim Nasional merupakan keinginan dari setiap pemainb sepakbola di seluruh dunia. Namun bagaimana rasanya jika anda disebut tidak cukup bagus untuk bermain di klub dan negara anda? Itulah yang terjadi pada Serge Gnabry.
Gnabry memiliki perjalanan karir yang cukup panjang. Disebut-sebut sebagai salah satu bakat besar di Jerman membuat bakatnya diendus Arsenal dan diboyong ke Inggris pada tahun 2011 silam.
Berharap menjadi rising star baru di Inggris, namun segalanya tidak berjalan lancar baginya. Jalan karirnya penuh tanjakan dan lika-liku sehingga ia hampir dilabeli sebagai pemain gagal.
Namun berkat keteguhan hatinya, Gnabry akhirnya membuktikan bahwa semua yang orang-orang katakan mengenainya adalah salah besar.
Pembuktian untuk Mereka

Melangkah empat tahun lebih cepat dan Gnabry tampaknya tak terjinakkan. Dia mencetak empat gol untuk Bayern saat melawan Tottenham Hotspur dalam kemenangan 7-2 yang mengejutkan di Liga Champions UEFA baru-baru ini.
Kecemerlangannya berlanjut bersama Timnas Jerman kala mempermalukan Argentina di Dortmund pada Oktober lalu, dan mencetak hat-trick dalam kemenangan kualifikasi Euro 2020 atas Irlandia Utara pada jeda internasional November kemarin.
Tak berhenti di sana, karena pemain berusia 24 tahun itu telah mencatatkan sembilan gol dalam tujuh pertandingan untuk Die Mannschaft pada tahun ini, lebih banyak dari pemain lain dalam skuad Joachim Löw.
Ia juga mencatat rekor luar biasa di level internasional dengan torehan 13 gol dalam 13 pertandingan senior, prestasi yang hanya mampu dicapai oleh satu pemain lain dalam sejarah Jerman: Gerd Müller.
Prestasi dan Pencapaian Individu

Gnabry terpilih sebagai ‘Pemain Bayern Musim Ini’ bersama kampanye debutnya bersama Die Bayern pada musim 2018/19, menyingkirkan nama-nama besar seperti Robert Lewandowski, Thomas Müller dan Joshua Kimmich dalam persaingan setelah mencatatkan 6 assist dan 13 gol dalam 42 pertandingan kompetitif.
Dia juga memenangkan penghargaan sebagai ‘Pemain Bundesliga Bulan Ini’ untuk periode Oktober tahun 2019. Jadi, bagaimana winger bernomor punggung 22 tersebut bisa berada di levelnya sekarang setelah
dianggap tidak berguna oleh West Brom?
Ya, bisa dibilang semua berkat pengalaman bahwa penyerang kelahiran Stuttgart itu telah berkembang menjadi pemain hebat seperti sekarang ini.
Pengalaman adalah Pembelajaran Paling Berharga

Kekuatan baru Gnabry lahir ketika mengambil keputusan yang sulit di akhir masanya bersama West
Midlands pada musim 2015/16, saat dia memilih untuk mengesampingkan Arsenal dan bergabung
dengan Werder Bremen - dia tidak menoleh ke belakang sejak itu.
Pemain dengan tinggi 175 sentimeter tersebut mencatatkan 11 gol dalam 27 pertandingan Bundesliga untuk Die Grün-Weißen pada musim berikutnya, cukup membujuk Bayern untuk segera mengamankan tanda tangannya.
Namun, penyerang lincah itu sadar bahwa dia baru punya satu tahun penuh untuk pengalaman
bermain di tim utama dan akhirnya meminta dipinjamkan ke Hoffenheim untuk lebih mempersiapkan dirinya terhadap tantangan dalam persaingan dengan nama-nama besar seperti Arjen Robben, Franck Ribery dan Kingsley Coman di Allianz Arena.
Itu terbukti menjadi keputusan bijak dan tepat, serta bekerja di bawah pelatih yang cerdas -Julian Nagelsmann pada musim 2017/18- kemampuan Gnabry terus berkembang. Dia belajar bermain di berbagai macam posisi - termasuk penyerang, gelandang tengah dan bahkan sebagai bek sayap, dan mampu sekali lagi mencapai raihan dua digit gol dengan mencetak 10 gol dalam 22 pertandingan, termasuk satu gol jarak jauh yang sensasional saat melawan RB Leipzig.
Kegemilangan tersebut diteruskan dengan musim pertamanya di Bayern, di mana ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah Bundesliga yang mencetak dua digit gol untuk tiga klub yang berbeda dalam beberapa musim berturut-turut.
(Bundesliga)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






