Arsenal Kena 'Jurus Arsenal', Mikel Arteta Ngamuk
Afdholud Dzikry | 12 Maret 2026 05:18
Bola.net - Arsenal gagal memetik kemenangan saat melawat ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Hasil imbang 1-1 ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi sang manajer, Mikel Arteta.
Arteta menyoroti hilangnya fokus armada Meriam London dalam mengantisipasi situasi bola mati. Padahal, aspek set-piece selama ini menjadi kekuatan utama yang mereka banggakan.
Gol Robert Andrich yang berawal dari sepak pojok membuat Arsenal tersentak di awal babak kedua. Kelalaian ini dianggap sebagai dosa besar karena kurangnya urgensi pemain di lapangan.
Meski Kai Havertz menyelamatkan wajah Arsenal lewat penalti telat, Arteta tetap tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia merasa timnya seolah tidak belajar dari persiapan yang sudah dilakukan sebelum laga.
Kritik Koordinasi Lini Belakang Arsenal

Arteta memberikan kritik pedas terkait buruknya koordinasi pertahanan Arsenal saat kebobolan. Ia menilai para pemainnya tidak siap menghadapi skema yang sebenarnya sudah diprediksi.
"Ada dua sisi dalam kejadian itu. Pertama, lawan cerdik memanfaatkan kelemahan dan kurangnya urgensi kami," ujar Mikel Arteta.
Manajer asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tim pelatih sudah memberikan peringatan khusus sebelum laga dimulai. Namun, instruksi tersebut seolah menguap begitu saja di atas lapangan.
"Kami sudah memperlihatkan tiga rekaman video dari akhir pekan lalu tentang berbagai skema mereka. Kami tidak siap dan akhirnya terjebak," lanjutnya dengan nada kecewa.
Drama Kembalinya Kai Havertz

Di tengah rasa frustrasi, Kai Havertz muncul sebagai pahlawan bagi publik London Utara. Pemain asal Jerman itu sukses mengeksekusi penalti dengan tenang ke gawang mantan klubnya.
Penalti tersebut didapatkan setelah pergerakan lincah Noni Madueke memaksa lini belakang Leverkusen melakukan pelanggaran. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
"Sepak bola adalah permainan yang unik dan sering menghadirkan cerita-cerita spesial," tutur Arteta mengomentari gol Havertz.
Ia memuji ketenangan Havertz yang mampu mengendalikan emosi di stadion yang membesarkan namanya. Baginya, gol tersebut adalah momen krusial untuk menjaga asa Arsenal di leg kedua.
"Kembali ke sini setelah sekian lama dan mencetak gol sepenting itu adalah momen besar. Secara emosional, kami paham apa yang harus dilakukan," tambah sang manajer.
Perjudian Taktis: Saka Keluar, Madueke Masuk
Keputusan Arteta menarik keluar Bukayo Saka saat tim sedang mengejar ketertinggalan sempat memicu tanda tanya besar. Namun, masuknya Noni Madueke terbukti menjadi pembeda di sisa laga.
Madueke memberikan dimensi serangan yang lebih eksplosif dan berani menusuk kotak penalti lawan. Alhasil, skema ini berbuah pelanggaran yang memicu gol penyeimbang bagi Arsenal.
"Saya merasa kami membutuhkan sesuatu yang berbeda. Noni selama ini memberikan kontribusi besar dan menjadi ancaman nyata," jelas Arteta mengenai pergantian tersebut.
Ia memberikan kredit khusus kepada Madueke yang mampu menjalankan peran sebagai game changer. Keberanian pemain muda tersebut menjadi kunci sukses Arsenal mencuri poin di BayArena.
"Dia sangat berani melakukan duel satu lawan satu. Memiliki pemain dengan kemampuan seperti itu saat Anda membutuhkannya adalah keuntungan besar," tutup Arteta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terungkap, Ruang Ganti Real Madrid Sempat Yakin Vinicius Junior Bakal Gabung Arsenal
Liga Spanyol 22 September 2026, 19:24
-
Ini Alasan Declan Rice Lolos dari Kartu Merah saat Arsenal Kalah dari Brighton
Liga Inggris 20 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 20 September 2026, 14:45
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
LATEST UPDATE
-
Manchester City Dilaporkan Bersalah dalam 114 Kasus, Apa Hukuman yang Menanti?
Liga Inggris 26 September 2026, 15:31
-
Manchester City Dilaporkan Bersalah atas 114 Pelanggaran Finansial Premier League
Liga Inggris 26 September 2026, 15:01
-
Prediksi Norwegia vs Portugal 28 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 14:16
-
Prediksi Jerman vs Yunani 28 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 13:17
-
Prediksi Denmark vs Wales 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 12:10
-
Prediksi Serbia vs Belanda 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 11:51
-
5 Alasan Pau Cubars Jadi Sosok Penting di Lini Belakang Barcelona
Lain Lain 26 September 2026, 10:00
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Kylian Mbappe Cedera, Zidane: Bisa Serius dan Absen di Laga Berikutnya
Piala Eropa 26 September 2026, 06:50
-
Turki vs Prancis: Jangan Hanya Melihat Skor Akhir
Piala Eropa 26 September 2026, 06:42
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


