Bodo/Glimt Hempaskan Inter Meski Tak Berada dalam Ritme Kompetisi Domestik yang Reguler
Gia Yuda Pradana | 25 Februari 2026 09:45
Bola.net - Bodo/Glimt berhasil menciptakan kejutan besar di panggung Liga Champions 2025/2026. Klub asal Norwegia ini sukses melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan agregat meyakinkan 5-2. Performa impresif ini terjadi di tengah jeda liga domestik Norwegia, Eliteserien, yang baru akan dimulai pada April 2026.
Keberhasilan Bodo/Glimt ini menjadi perhatian di kancah sepak bola Eropa. Mereka mampu menunjukkan konsistensi dan ketangguhan luar biasa, bahkan saat tim-tim lain berada dalam ritme kompetisi reguler. Kemenangan atas Inter Milan menjadi bukti nyata bahwa Bodo/Glimt adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa ini.
Perjalanan sensasional Bodo/Glimt ini tidak hanya terbatas pada pertandingan Inter vs Bodo/Glimt, tetapi juga mencakup kemenangan atas tim-tim papan atas lainnya. Mereka membuktikan bahwa persiapan matang dan strategi jitu dapat mengalahkan perbedaan sumber daya yang signifikan. Kisah Bodo/Glimt menjadi inspirasi bagi banyak klub underdog di seluruh dunia.
Perjalanan Gemilang Bodo/Glimt di Liga Champions

Bodo/Glimt telah mencetak sejarah di Liga Champions 2025/2026 dengan serangkaian hasil mengejutkan. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim raksasa Eropa meskipun liga domestik mereka sedang dalam masa jeda panjang. Klub ini menunjukkan mental baja dan kualitas permainan yang tidak bisa diremehkan oleh lawan-lawannya.
Sebelum menyingkirkan Inter Milan, Bodo/Glimt sudah lebih dulu membuat kejutan. Pada 21 Januari 2026, mereka mengalahkan Manchester City dengan skor 3-1, di mana Kasper Hogh mencetak dua gol cepat dan Jens Petter Hauge menambahkan gol ketiga. Delapan hari kemudian, 29 Januari 2026, Bodo/Glimt meraih kemenangan tandang 2-1 atas Atletico Madrid, dengan gol dari Fredrik Sjovold dan Kasper Hogh.
Kemenangan-kemenangan penting itu bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa Bodo/Glimt mampu menantang dominasi klub-klub besar Eropa. Banyak pihak meragukan peluang mereka sejak awal kompetisi, tapi mereka berhasil membungkam keraguan tersebut. Penampilan akhir yang luar biasa di fase liga mengamankan tempat kualifikasi terakhir di hari pertandingan yang dramatis.
Duel Sengit Inter vs Bodo/Glimt

Pertarungan Inter vs Bodo/Glimt di babak playoff fase gugur Liga Champions menjadi salah satu highlight terbesar. Pada leg pertama, 19 Februari 2026, Bodo/Glimt berhasil mengalahkan Inter Milan 3-1 di kandang mereka. Gol-gol Bodo/Glimt dicetak oleh Fet, Hauge, dan Hogh, memberikan keunggulan penting bagi wakil Norwegia tersebut.
Kemenangan di leg pertama menjadi fondasi penting sebelum mereka kembali menunjukkan dominasinya. Pada leg kedua, 25 Februari 2026, Bodo/Glimt kembali mengalahkan Inter Milan 2-1 di San Siro, kandang Inter. Jens Petter Hauge membuka keunggulan pada menit ke-58, diikuti oleh gol Hakon Evjen pada menit ke-72, sementara Alessandro Bastoni mencetak satu-satunya gol untuk Inter Milan.
Kemenangan di San Siro tersebut memastikan Bodo/Glimt lolos ke babak 16 besar dengan agregat meyakinkan 5-2. Hasil ini menegaskan superioritas mereka atas Inter Milan dalam dua pertemuan. Performa solid di kedua leg pertandingan Inter vs Bodo/Glimt membuktikan bahwa mereka layak berada di fase selanjutnya kompetisi elite Eropa.
Rahasia Konsistensi di Tengah Jeda Liga Domestik

Liga Utama Norwegia (Eliteserien) beroperasi berdasarkan kalender tahunan, yang biasanya dimulai pada Maret dan berakhir pada Desember. Selama pertandingan Liga Champions pada Januari dan Februari 2026, Bodo/Glimt berada dalam masa jeda musim domestik mereka. Ini berarti mereka memainkan pertandingan Liga Champions tanpa kompetisi liga domestik yang kompetitif selama dua bulan, tidak memainkan laga liga domestik selama 81 hari sebelum mengalahkan Inter Milan.
Pelatih legendaris Juergen Klopp sempat menyatakan kekagumannya terhadap Bodo/Glimt yang mampu mengalahkan tim-tim besar meskipun liga mereka selesai pada November. Klopp menganggap kompetisi Eropa ini sebagai "pramusim" mereka, menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan jeda musim dingin untuk tetap kompetitif. Kesegaran fisik menjadi salah satu faktor penting karena liga domestik Norwegia telah usai sejak November.
Faktor penunjang lainnya adalah kondisi cuaca ekstrem di Norwegia yang dimanfaatkan sebagai keuntungan kandang. Staf stadion bahkan harus membersihkan sekitar 80 ton salju setinggi hingga lima meter di sekitar Aspmyra Stadion menjelang pertandingan melawan Inter Milan. Lapangan sintetis Aspmyra Stadion yang sudah akrab bagi mereka juga menyulitkan tim tamu yang datang dari iklim Mediterania.
Meskipun kurangnya kompetisi domestik, Bodo/Glimt menunjukkan kekompakan, disiplin, dan ketahanan yang mengesankan melawan raksasa-raksasa Eropa. Kesuksesan ini adalah buah dari strategi dan gaya bermain yang khas, dikenal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis. Pelatih Kjetil Knutsen, yang telah membawa timnya meraih empat gelar domestik, telah membangun tim yang solid dan bermental baja, membawa mereka ke peringkat 46 dunia, tertinggi sepanjang sejarah klub.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Inter Jadi Korban Efisiensi Mematikan Bodo/Glimt
Andai Saja Inter Milan Mampu Memecah Kebuntuan Lebih Awal
Kandasnya Perlawanan Inter Milan
Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
Prediksi PSG vs Monaco 26 Februari 2026
Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Gak Jadi Pergi! Antonio Rudiger Semusim Lagi Bersama Real Madrid
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 02:30
-
Here We Go! Barcelona Amankan Transfer Bintang Timnas Inggris Ini
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 02:04
-
Lah? Manuel Ugarte Batal Cabut dari MU?
Liga Inggris 28 Mei 2026, 01:30
-
Davide Frattesi Masuk Radar Juventus, Inter Milan Siap Buka Negosiasi
Liga Italia 28 Mei 2026, 01:00
-
Juventus Patah Hati? Liverpool Batal Lepas Alisson Becker?
Liga Italia 28 Mei 2026, 00:30
-
Barcelona Inginkan Joao Pedro, Chelsea: Sorry, Gak Dulu!
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:59
-
Tottenham Ganggu MU dalam Perburuan Calon Suksesor Casemiro Ini
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:30
-
Piala Dunia 2026: Deretan Bintang Besar yang Gagal Masuk Skuad
Piala Dunia 27 Mei 2026, 23:29
-
Enzo Fernandez Ingin Tinggalkan Chelsea, Tujuan Utamanya Real Madrid
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:01
-
Tolak MU, Bintang Newcastle Ini Bakal Gabung Barcelona?
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:00
-
Kylian Mbappe Kembali Jadi Pemain Terbaik Real Madrid
Liga Spanyol 27 Mei 2026, 22:56
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00










