Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Richard Andreas | 25 Februari 2026 18:43
Bola.net - Bodo/Glimt menuliskan babak baru dalam sejarah klub Norwegia dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Prestasi ini datang lewat pertandingan play-off melawan Inter Milan yang berakhir dengan agregat 5-2 untuk Bodo/Glimt.
Salah satu nama yang paling disorot adalah Jens Petter Hauge, winger Norwegia yang memiliki sejarah panjang di klub-klub Eropa, termasuk masa di AC Milan dan beberapa klub lain sebelum kembali menanjak bersama Bodo/Glimt.
Dalam dua leg melawan Inter, Hauge terlibat langsung dalam gol-gol penting yang membuat klubnya menyingkirkan salah satu raksasa dari kompetisi elit Eropa. Perannya kini menjadi simbol perubahan karier yang dramatis.
Latar Belakang Hauge dan Karier yang Berliku

Jens Petter Hauge memulai karier profesionalnya di Bodo/Glimt, klub kampung halamannya di Norwegia.
Kualitasnya menarik perhatian klub besar, dan pada 2020 ia bergabung dengan AC Milan sebagai pemain muda berbakat.
Namun, di Italia dan klub lain yang menerimanya sebagai pemain pinjaman, ia tak pernah benar-benar konsisten menembus starter utama.
Perjalanan yang penuh pinjaman hingga akhirnya kembali permanen ke Bodo/Glimt menunjukkan kariernya sempat dipandang kurang maksimal sebelum kini menemukan titik balik.
Momen Menentukan di Liga Champions

Musim 2025/2026 menjadi spektakuler bagi Bodo/Glimt dan Hauge.
Di fase play-off Liga Champions, mereka menyapu kemenangan besar atas Inter Milan. salah satu tim teratas Serie, dengan agregat 5-2.
Di leg pertama, Hauge menjadi kontributor penting dalam gol timnya, membantu Bodo/Glimt menang 3-1 di kandang.
Kemudian di Giuseppe Meazza, ia membuka keunggulan tim tamu lewat gol pada menit ke-58, membuat tekanan Inter makin berat.
Hauge sebagai Big Game Player
Performa Hauge di San Siro tidak hanya sekadar gol, ia juga memberi assist penting bagi rekan setim yang memperbesar keunggulan agregat timnya.
Para pengamat teknis UEFA bahkan memilihnya sebagai man of the match berkat kontribusi utamanya dalam serangan balik dan efektivitas di momen krusial.
Ekspektasi awal yang sempat meragukan penampilannya di level tertinggi kini berubah total, setelah Hauge terbukti mampu mencetak gol dan menentukan hasil di panggung besar.
Hauge adalah contoh nyata bahwa pemain yang sempat tersisih di klub besar bisa menjadi bintang saat diberikan kepercayaan dan peran sentral dalam tim yang tepat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Milan vs Udinese: Arthur Atta
Liga Italia 12 April 2026, 01:30
-
Hasil Milan vs Udinese: Eksperimen Allegri Gagal, Rossoneri Luluh Lantak
Liga Italia 12 April 2026, 01:21
-
Permintaan Klopp pada Madrid: Belikan Haaland!
Liga Spanyol 11 April 2026, 21:49
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Milan vs Udinese
Liga Italia 11 April 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
6 Menit Hancurkan Chelsea, 6 Poin Kini Jarak Manchester City dan Arsenal
Liga Inggris 13 April 2026, 06:05
-
Apa Kata Liam Rosenior Usai Chelsea Dihancurkan Man City di Stamford Bridge?
Liga Inggris 13 April 2026, 05:48
-
Man City Permalukan Chelsea, Rosenior Soroti Penyakit Lama The Blues
Liga Inggris 13 April 2026, 05:40
-
Man of the Match Chelsea vs Man City: Marc Guehi
Liga Inggris 13 April 2026, 01:48
-
Tempat Menonton Chelsea vs Man City di Premier League, Minggu 12 April 2026
Liga Inggris 12 April 2026, 22:07
-
Link Live Streaming Premier League: Chelsea vs Man City
Liga Inggris 12 April 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45








