Garnacho Cerita Masa Sulit Saat Dibuang di Manchester United
Aga Deta | 1 Oktober 2025 15:02
Bola.net - Alejandro Garnacho buka suara mengenai pengalaman pahitnya ketika sempat dijauhkan dari tim utama Manchester United. Pemain sayap Chelsea itu menyebut periode tersebut sebagai salah satu fase paling menantang dalam kariernya.
Garnacho sebelumnya dipandang sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di Old Trafford. Namun, performanya menurun menjelang akhir masa baktinya di klub.
Selain di lapangan, Garnacho juga menghadapi persoalan di luar lapangan. Ketegangan meningkat setelah ia dan saudaranya mempertanyakan strategi Ruben Amorim usai kekalahan di final Liga Europa.
Perubahan signifikan terjadi pada musim panas, ketika Garnacho diluar skuat utama. Ia berlatih terpisah sambil menunggu tawaran dari klub lain, hingga akhirnya Chelsea menjadi pelabuhan barunya.
Masa Berat di Old Trafford

Garnacho mengakui sempat merasa terisolasi saat diasingkan dari tim utama. Ia menjalani sesi latihan sendiri tanpa interaksi langsung dengan rekan-rekan setim.
Pengalaman itu menjadi fase yang cukup menekan bagi pemain Argentina berusia 21 tahun tersebut. Meski demikian, ia tetap menghargai masa-masa dan hubungannya dengan Manchester United.
“Saya rasa itu adalah masa yang sulit, hanya berlatih sendiri,” kata Garnacho. “Tapi saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentang klub lama saya, Manchester United,” ujarnya.
“Itu memang momen buruk dalam hidup, tapi sekarang saya sangat senang berada di sini, bermain di kompetisi ini, dan meraih tiga poin hari ini,” tambahnya.
Bermain di Liga Champions

Sejak pindah ke Chelsea, Garnacho belum mencetak gol pertamanya. Meski begitu, ia sudah menunjukkan kilasan kualitas lewat permainan yang membantu tim menang atas Benfica di Liga Champions.
Kemenangan tersebut menegaskan bahwa kepindahan ke Stamford Bridge adalah keputusan tepat. Garnacho mulai menyesuaikan diri dengan sistem taktik Enzo Maresca dan atmosfer kompetisi Eropa.
“Tentu saja, bermain di Liga Champions membuat semua perjuangan musim panas terasa berharga,” kata Garnacho. “Dulu saat muda kami bermimpi bermain di malam Liga Champions, dan sekarang saya di sini, jadi sangat senang.”
“Ini adalah tiga poin penting. Kami membutuhkannya setelah kalah di pertandingan pertama, jadi semua sangat senang,” tutupnya.
sumber: Metro
Klasemen Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
LATEST UPDATE
-
Barcelona Ajukan Tawaran Resmi untuk Bintang Borussia Dortmund Ini
Liga Spanyol 9 Juli 2026, 11:30
-
YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
Lain Lain 9 Juli 2026, 08:59
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












