Inter Milan Menunggu Lawan di Final: Rekor Nerazzurri vs PSG dan Arsenal
Gia Yuda Pradana | 7 Mei 2025 11:37
Bola.net - Teriakan meledak di seantero Giuseppe Meazza ketika Francesco Acerbi menggetarkan jala di detik-detik akhir waktu normal. Barcelona yang sempat mencium aroma final justru terjerembab dalam mimpi buruk di kota mode. Inter Milan tidak hanya bertahan, tapi bangkit dan menggila, mengukir kisah 7-6 yang akan hidup dalam ingatan para tifosi.
Gol-gol dramatis, adu kecepatan taktik, dan penyelamatan-penyelamatan luar biasa menjadi warna dari dua leg semifinal Liga Champions musim ini. Simone Inzaghi, yang dalam tiga tahun terakhir membawa stabilitas, akhirnya mengantarkan Inter ke puncak kompetisi Eropa. Di Allianz Arena, satu laga lagi menanti: final.
Namun, sebelum menatap duel hidup-mati itu, ada dua nama besar yang kemungkinan akan berdiri di seberang lapangan: PSG atau Arsenal. Dua klub dengan sejarah dan wajah yang berbeda, tapi punya satu kesamaan—belum pernah bertemu Nerazzurri di final kompetisi resmi.
PSG: Musuh Baru yang Sudah Pernah Dikenal

Meskipun belum pernah bersua dalam ajang resmi, Inter dan PSG bukanlah dua nama yang benar-benar asing. Mereka pernah beradu taktik dalam laga persahabatan yang tetap menyisakan gengsi. Pertemuan pertama terjadi pada musim panas 2019 di Makau.
Saat itu, Inter masih di bawah komando Antonio Conte dan PSG diasuh Thomas Tuchel. Laga berakhir dramatis, dengan Inter menyamakan skor di detik terakhir melalui Samuele Longo. Adu penalti dimenangi Inter 6-5, memberi semangat bagi proyek baru mereka saat itu.
Pertemuan kedua berlangsung di Jepang, Agustus 2023. Inter kali ini milik Simone Inzaghi, sedangkan PSG dipoles Luis Enrique. Meski tertinggal lebih dulu lewat gol Vitinha, Inter mampu membalikkan keadaan lewat gol-gol Sebastiano Esposito dan Stefano Sensi di pengujung babak kedua. Sinyal kuat bahwa mereka makin matang.
Arsenal: Rival Lama yang Kini Tak Lagi Sama

Dengan Arsenal, catatan Inter lebih beragam dan menyimpan luka lama. Musim 2003/04 menjadi saksi ketika Inter dipermalukan di kandang sendiri oleh generasi emas The Gunners. Skor telak 1-5 di San Siro menyisakan luka yang tak mudah dilupakan.
Di sisi lain, Inter sempat membuat kejutan saat menang 3-0 di Highbury dalam laga pembuka grup. Nama-nama seperti Cruz, van der Meyde, dan Martins bersinar, menunjukkan bahwa Inter juga bisa menaklukkan panggung Eropa. Namun, kehancuran di laga kedua meredam optimisme itu.
Dua dekade kemudian, Inter membalas. Dalam fase liga musim ini, penalti Hakan Calhanoglu memberi kemenangan tipis 1-0 atas Arsenal. Laga itu menunjukkan sisi pragmatis Inter yang matang: bertahan dengan kokoh, mencuri momen, lalu menutup rapat ruang. Sebuah kemenangan yang dibangun dari disiplin, bukan sekadar keberuntungan.
Menatap Final: Warisan, Momentum, dan Reuni Emosi

Final Liga Champions bukan hanya soal gelar, tapi juga panggung warisan. Bagi Inter, ini adalah kesempatan untuk memperpanjang tradisi juara Eropa yang terakhir mereka cicipi pada 2010.
Jika bertemu PSG, akan ada nuansa teka-teki: dua tim besar yang belum benar-benar menguji satu sama lain di laga kompetitif. Namun, jika Arsenal yang lolos, maka final akan menjadi ajang reuni—penuh dengan memori, dendam lama, dan mungkin penebusan.
Apa pun hasilnya, satu hal sudah pasti. Nerazzurri telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya tim masa lalu, tapi juga bagian dari masa depan sepak bola Eropa. Kini, satu langkah terakhir menanti di bawah langit Munich yang siap menjadi saksi perjuangan mereka.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Dari Wina ke Munchen: Jalan Panjang Inter Menuju Final Liga Champions Ke-7
Menghayati Peran Supersub Seperti Davide Frattesi
Dari Penyelamatan Sommer ke Gol Frattesi: Jalur Epik dan Heroik Inter Milan ke Final Liga Champions
Inter Milan ke Final Liga Champions: Lamine Yamal si Jenius dan Pentingnya Angle Ke-4 VAR
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







