Musim Lalu PSG Hancurkan Arsenal di Semifinal, Akankah Mimpi Buruk The Gunners Terulang di Final 2026?
Richard Andreas | 7 Mei 2026 18:18
Bola.net - Final Liga Champions 2025/2026 akan mempertemukan dua tim saling mengenal: PSG vs Arsenal. Pertemuan di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei nanti bukan sekadar perebutan trofi Eropa paling prestisius, tetapi juga panggung balas dendam bagi The Gunners.
Arsenal melaju ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid dalam duel dua leg yang ketat (2-1). Di sisi lain, PSG kembali menunjukkan kualitas mereka setelah melewati Bayern Munchen dengan agregat tipis 6-5.
Namun, ada satu memori yang masih membekas bagi Arsenal. Musim lalu, mereka disingkirkan PSG di semifinal Liga Champions dengan agregat 3-1.
PSG menang 1-0 di London sebelum kembali mengalahkan Arsenal 2-1 di Paris. Tim asuhan Luis Enrique kemudian melaju ke final dan akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Kini, kedua tim kembali dipertemukan di partai puncak. Pertanyaannya, apakah sejarah bakal terulang?
PSG Pernah Bikin Arsenal Tak Berkutik

Pada semifinal musim lalu, PSG tampil lebih efektif dan matang dibanding Arsenal. Di leg pertama di Emirates Stadium, Ousmane Dembele langsung mencetak gol pada menit keempat lewat kerja sama cepat dengan Khvicha Kvaratskhelia.
Gol cepat itu membuat PSG tampil percaya diri. Arsenal sempat bangkit setelah jeda, tetapi Gianluigi Donnarumma tampil luar biasa di bawah mistar.
Mikel Merino sempat mencetak gol yang dianulir VAR, sementara Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli gagal memaksimalkan peluang emas yang mereka dapatkan. PSG akhirnya pulang dari London dengan kemenangan penting 1-0.
Pada leg kedua di Parc des Princes, Arsenal sebenarnya tampil lebih agresif sejak menit awal. Declan Rice, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard beberapa kali mengancam gawang PSG.
Meski begitu, lagi-lagi Donnarumma menjadi pembeda. Setelah mampu bertahan dari tekanan Arsenal, PSG menghukum lawannya lewat gol Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi.
Bukayo Saka sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Arsenal gagal menciptakan comeback. PSG menang 2-1 dan memastikan tiket ke final dengan agregat 3-1.
PSG Kini Datang dengan Status Favorit

Menariknya, PSG musim ini justru terlihat lebih komplet dibanding musim lalu. Luis Enrique berhasil membangun tim yang tidak hanya tajam di depan, tetapi juga solid secara kolektif.
Perjalanan PSG menuju final menjadi bukti nyata. Mereka sukses melewati Monaco, Chelsea, Liverpool, hingga Bayern Munchen.
Produktivitas mereka juga sangat mengesankan. PSG sudah mencetak 44 gol hanya dalam 16 pertandingan Liga Champions musim ini, menjadikan mereka salah satu tim paling produktif dalam sejarah kompetisi.
Ousmane Dembele tetap menjadi pusat permainan. Namun, PSG kini tidak lagi bergantung pada satu pemain.
Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, Bradley Barcola, hingga Achraf Hakimi mampu memberi ancaman dari berbagai sisi. Di lini tengah, Vitinha dan Joao Neves membuat permainan PSG jauh lebih stabil.
Luis Enrique juga berhasil mengubah identitas timnya. PSG kini dikenal sebagai tim dengan intensitas tinggi, agresif saat menekan, tetapi tetap tenang ketika menguasai bola.
Arsenal Punya Senjata untuk Membalas

Meski punya trauma musim lalu, Arsenal datang ke final dengan modal yang tidak bisa diremehkan. Tim asuhan Mikel Arteta tampil sangat solid sepanjang musim ini, terutama di lini belakang.
The Gunners hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini. Mereka juga mencatat sembilan clean sheet di kompetisi Eropa.
Banyak pengamat menilai pertahanan Arsenal bisa menjadi faktor pembeda di final nanti. Legenda AC Milan, Clarence Seedorf, bahkan menyebut Arsenal punya fondasi ideal untuk menaklukkan PSG berkat kekuatan defensif mereka.
Kendati demikian, Arsenal tetap memiliki pekerjaan rumah di lini depan. Saat menghadapi PSG musim lalu, mereka sebenarnya mampu menciptakan peluang, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Situasi itu tentu tidak boleh terulang di final nanti. Sebab, PSG dikenal sangat klinis ketika mendapat kesempatan.
Arsenal memang memiliki Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Martin Odegaard, dan Declan Rice. Akan tetapi, menghadapi PSG saat ini membutuhkan konsistensi penuh selama 90 menit. Sedikit kesalahan saja bisa langsung dihukum oleh tim asuhan Luis Enrique.
Final Sarat Aroma Balas Dendam

Bagi Arsenal, final ini bukan sekadar kesempatan meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Laga ini juga menjadi peluang untuk membalas sakit hati musim lalu.
Mikel Arteta tentu berharap timnya tampil lebih matang dibanding pertemuan sebelumnya. Arsenal datang ke Budapest dengan rekor tak terkalahkan di Liga Champions musim ini serta pertahanan terbaik di kompetisi.
Biar begitu, PSG tetap layak disebut sebagai favorit. Mereka memiliki pengalaman, mental juara, dan lini serang yang sangat berbahaya.
Luis Enrique juga sudah memahami cara meredam permainan Arsenal. Faktor itu membuat PSG sedikit lebih diunggulkan di atas kertas.
Meski begitu, final Liga Champions sering menghadirkan cerita berbeda. Arsenal mungkin kalah dari PSG musim lalu, tetapi laga di Budapest bisa menjadi panggung sempurna untuk membalikkan keadaan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Terbaru Ezri Konsa: Bisa Main Lawan Hull City?
Liga Inggris 7 November 2026, 04:30
-
Prediksi Arsenal vs Hull City 7 November 2026
Liga Inggris 6 November 2026, 14:55
-
Virgil van Dijk Desak Liverpool Benahi Pertahanan usai Kalah dari Fenerbahce
Liga Champions 6 November 2026, 13:10
-
Jose Mourinho Berhasil Pulihkan Performa Jude Bellingham di Real Madrid
Liga Champions 5 November 2026, 23:30
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Java United vs Persib di Indosiar, 8 November 2026
Bola Indonesia 8 November 2026, 16:26
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 7-8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 16:12
-
Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, 6-8 November
Otomotif 8 November 2026, 16:08
-
Como Tegaskan Status Nico Paz di Tengah Rencana Real Madrid
Liga Italia 8 November 2026, 15:11
-
Dari Gvardiol hingga Baas, 6 Opsi Bek untuk Barcelona
Liga Spanyol 8 November 2026, 11:09
-
Kekalahan Man City Seret Manchester United ke Zona Degradasi
Liga Inggris 8 November 2026, 10:01
-
Cedera Rodri dan Dilema Rotasi yang Dihadapi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 8 November 2026, 09:43
-
Melihat Real Madrid sebagai Tim yang Kompak dan Menjanjikan
Liga Spanyol 8 November 2026, 09:37
-
Rodrigo Mora, Pengagum Cristiano Ronaldo yang Mulai Bersinar di Roma
Liga Italia 8 November 2026, 09:06
-
Roma Mulai Menunjukkan Diri sebagai Penantang Scudetto
Liga Italia 8 November 2026, 09:00
-
Taktik Enzo Maresca Jadi Masalah Besar bagi Man City
Liga Inggris 8 November 2026, 08:50
-
Apa yang Salah dengan Pertahanan Man City?
Liga Inggris 8 November 2026, 08:39
-
Noni Madueke yang Berbeda, Kreativitasnya Kian Terasah
Liga Inggris 8 November 2026, 08:13
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpeluang Mewarisi Nomor 7 Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal
Editorial 6 November 2026, 20:51
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03



