Perang Dingin Chelsea vs Bayern Munchen Sudah Dimulai
Yaumil Azis | 25 Februari 2020 10:34
Bola.net - Perang dingin antara Bayern Munchen dan Chelsea sedang bergulir, kendati tidak secara langsung. Pemain dari kedua tim, Thomas Muller dan Mateo Kovacic, saling berbicara mengenai situasi lawannya.
Seperti yang diketahui, Bayern Munchen dan Chelsea dipertemukan di babak 16 besar Liga Champions musim 2019/20. Duel perdana antara kedua raksasa Eropa itu bakalan berlangsung pada hari Rabu (26/2/2020).
Perlu diketahui bahwa kedua tim terakhir kali bertemu pada tahun 2012 lalu, di babak final dalam ajang yang sama. The Blues berhasil keluar dalam laga itu sebagai pemenang usai menjalani drama adu penalti yang melelahkan.
Thomas Muller tahu persis momen menyakitkan itu, sebab ia mencetak gol semata wayang Munchen di waktu normal sebelum dibalas Didier Drogba. Dan sepertinya, ia berniat membalas dendam yang sudah terpendam lama itu.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Komentar Mateo Kovacic
Setelah Muller, kini giliran Kovacic yang memberikan komentarnya soal laga esok hari. Kovacic sendiri bukan salah satu pemain Chelsea dalam laga final yang terjadi pada tahun 2012 itu.
Dalam konferensi pers sebelum laga, pria berkebangsaan Kroasia itu menyatakan kekagumannya atas Munchen. Dan pada saat yang sama, ia juga mengatakan kalau lawannya punya keuntungan besar karena bisa beristirahat lebih baik.
"Mereka punya tim yang bagus, dan mereka sedang tampil dengan baik," ujar sang gelandang seperti yang dikutip dari Goal International.
"Liga mereka tidak seberat Premier League, jadi sudah pasti mereka akan mendapatkan waktu istirahat yang lebih dari kami. Kami sudah bersiap untuk menyakiti mereka," lanjut mantan pemain Real Madrid tersebut.
Pengalaman Bersama Real Madrid
Ini bukan kali pertama Kovacic berhadapan dengan Die Bavarians. Pada babak semi-final musim 2017/18 lalu, ia berkesempatan menghadapi Robert Lewandowski dkk sewaktu masih berseragam Real Madrid.
Pada waktu itu, Real Madrid berhasil mengungguli Munchen secara agregat dan melaju ke babak final. Setelahnya, klub berjuluk Los Merengues itu mengalahkan Liverpool lalu mendapatkan trofi juara.
"Saya beruntung bisa bermain untuk klub sebesar Real Madrid. Saya memenangkan Liga Champions dan saya merasa senang akan hal itu," tambahnya.
"Namun sebagai seorang pemain, kami tidak berpikir terlalu banyak soal memenangkannya karena setiap pekan adalah laga besar buat kami, jadi rasanya tidak berubah," tutupnya.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Hull City vs Chelsea 14 Februari 2026
Liga Inggris 13 Februari 2026, 13:23
-
Raheem Sterling Gabung Feyenoord hingga Akhir Musim, Siap Bangkit di Eredivisie?
Liga Eropa Lain 13 Februari 2026, 09:16
-
Benarkah Alejandro Garnacho Pembelian Gagal Chelsea?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 09:08
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 13 Februari 2026, 08:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs PSBS Biak 16 Februari 2026
Bola Indonesia 15 Februari 2026, 14:37
-
Assist dan Titik Awal Kebangkitan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 09:30
-
Kontroversi Derby D'Italia: Mengapa Wasit tak Melihat VAR pada Kartu Merah Pierre Kalulu?
Liga Italia 15 Februari 2026, 09:27
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00










