Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik

Gia Yuda Pradana | 25 Februari 2026 09:27
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen merayakan gol pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Dunia sepak bola Eropa kembali dihebohkan oleh kejutan luar biasa dari klub Norwegia, Bodo/Glimt, yang berhasil menciptakan sejarah di Liga Champions. 'Si Pembunuh Raksasa' ini sukses menyingkirkan jagoan Italia, Inter Milan, dalam babak playoff fase gugur, memastikan tempat mereka di babak 16 besar. Ini adalah pencapaian monumental bagi klub dari Lingkar Arktik.

Kemenangan dramatis ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari performa konsisten Bodo/Glimt yang telah mengejutkan banyak pihak sepanjang edisi Liga Champions musim ini. Mereka telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Duel Inter vs Bodo/Glimt menjadi perhatian setelah hasil leg pertama yang mengejutkan.

Advertisement

Dengan agregat kemenangan yang meyakinkan, Bodo/Glimt kini menatap babak selanjutnya dengan penuh optimisme, mengukuhkan status mereka sebagai kuda hitam paling berbahaya. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan sensasional Bodo/Glimt, termasuk kemenangan mereka atas Inter Milan, dan bagaimana mereka berhasil membalikkan semua prediksi.

1 dari 3 halaman

Kemenangan Bersejarah Bodo/Glimt di Babak Playoff

Kemenangan Bersejarah Bodo/Glimt di Babak Playoff

Pemain Bodo/Glimt Hakon Evjen merayakan gol pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pertarungan antara Inter vs Bodo/Glimt di babak playoff fase gugur Liga Champions menjadi puncak dari perjalanan luar biasa klub Norwegia tersebut. Pada leg pertama yang digelar di kandang mereka, Bodo/Glimt berhasil menghajar Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini sontak mengejutkan banyak pengamat sepak bola.

Tidak berhenti di situ, Bodo/Glimt kembali menunjukkan dominasinya di leg kedua yang berlangsung di markas Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza/San Siro. Mereka berhasil meraih kemenangan tandang 2-1, mengamankan agregat 5-2 atas Nerazzurri. Hasil ini memastikan Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang melaju ke babak 16 besar Liga Champions sejak Rosenborg pada musim 1999–2000.

Kemenangan ini membuktikan kualitas dan persiapan tim yang matang, serta kemampuan mereka memanfaatkan setiap peluang. Para pemain seperti Jens Petter Hauge, Hakon Evjen, dan Ole Didrik Blomberg berperan penting dalam menumbangkan Inter Milan. Mereka berhasil menghukum kesalahan defensif lawan dengan penyelesaian yang efektif.

2 dari 3 halaman

Bod?/Glimt: Pembunuh Raksasa Eropa

Bod?/Glimt: Pembunuh Raksasa Eropa

Pemain Manchester City, Abdukodir Khusanov (kiri), dan pemain Bodo/Glimt, Fredrik Bjorkan, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Julukan 'Pembunuh Raksasa' memang pantas disematkan kepada Bodo/Glimt mengingat serangkaian kemenangan mengejutkan mereka atas tim-tim besar Eropa di Liga Champions musim ini. Sebelum menyingkirkan Inter Milan, mereka telah mencatatkan kemenangan penting lainnya yang menegaskan ketajaman mereka. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan mereka bukan hanya kebetulan semata.

Pada 20 Januari 2026, Bodo/Glimt berhasil meraih kemenangan perdana mereka di fase liga Liga Champions dengan mengalahkan Manchester City 3-1 di kandang. Kemenangan ini langsung memberi sinyal bahwa Bodo/Glimt bukan sekadar tim kejutan biasa, melainkan ancaman serius bagi klub-klub top. Mereka menunjukkan gaya bermain tanpa rasa takut.

Selain Manchester City, Atletico Madrid juga menjadi korban keganasan Bodo/Glimt. Mereka dipaksa menyerah 1-2 di kandang sendiri. Tim asuhan Diego Simeone harus mengakui keunggulan wakil Norwegia yang konsisten dalam mengalahkan tim-tim papan atas. Kemenangan-kemenangan ini membuktikan bahwa Bodo/Glimt mampu bersaing di level tertinggi.

Perjalanan sensasional Bodo/Glimt bahkan mencatat rekor unik, menjadi tim pertama dari luar lima liga top Eropa yang mampu meraih empat kemenangan beruntun melawan klub dari liga-liga tersebut sejak era Ajax pada musim 1971/1972. Ini adalah testimoni atas skala pencapaian mereka. Mereka telah menumbangkan sejumlah tim kuat yang selama ini identik dengan dominasi di kompetisi Eropa.

3 dari 3 halaman

Lebih dari Sekadar Kejutan: Konsistensi dan Taktik Bodo/Glimt

Lebih dari Sekadar Kejutan: Konsistensi dan Taktik Bodo/Glimt

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Kesuksesan Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini bukanlah semata-mata keberuntungan, melainkan buah dari strategi dan gaya bermain yang khas. Tim ini dikenal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis yang memungkinkan mereka bersaing dengan tim-tim yang memiliki sumber daya finansial jauh lebih besar. Pelatih Kjetil Knutsen telah membangun tim yang solid dan bermental baja.

Sebelum mencapai panggung Liga Champions, Bodo/Glimt juga telah menorehkan sejarah di kompetisi Eropa lainnya. Pada musim 2021/2022, mereka berhasil mencapai perempat final Liga Konferensi Eropa UEFA, di mana mereka terkenal mengalahkan AS Roma 6-1 di fase grup. Kemenangan telak atas tim asuhan Jose Mourinho itu menjadi indikasi awal potensi besar mereka.

Di musim 2022/2023, Bodo/Glimt juga berpartisipasi di Liga Europa setelah tersingkir dari kualifikasi Liga Champions, menghadapi tim-tim seperti Arsenal dan PSV Eindhoven. Pengalaman di kompetisi-kompetisi ini telah mematangkan tim dan mempersiapkan mereka untuk tantangan yang lebih besar. Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil di Liga Champions.

LATEST UPDATE