Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Gia Yuda Pradana | 25 Februari 2026 09:27
Bola.net - Dunia sepak bola Eropa kembali dihebohkan oleh kejutan luar biasa dari klub Norwegia, Bodo/Glimt, yang berhasil menciptakan sejarah di Liga Champions. 'Si Pembunuh Raksasa' ini sukses menyingkirkan jagoan Italia, Inter Milan, dalam babak playoff fase gugur, memastikan tempat mereka di babak 16 besar. Ini adalah pencapaian monumental bagi klub dari Lingkar Arktik.
Kemenangan dramatis ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari performa konsisten Bodo/Glimt yang telah mengejutkan banyak pihak sepanjang edisi Liga Champions musim ini. Mereka telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Duel Inter vs Bodo/Glimt menjadi perhatian setelah hasil leg pertama yang mengejutkan.
Dengan agregat kemenangan yang meyakinkan, Bodo/Glimt kini menatap babak selanjutnya dengan penuh optimisme, mengukuhkan status mereka sebagai kuda hitam paling berbahaya. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan sensasional Bodo/Glimt, termasuk kemenangan mereka atas Inter Milan, dan bagaimana mereka berhasil membalikkan semua prediksi.
Kemenangan Bersejarah Bodo/Glimt di Babak Playoff

Pertarungan antara Inter vs Bodo/Glimt di babak playoff fase gugur Liga Champions menjadi puncak dari perjalanan luar biasa klub Norwegia tersebut. Pada leg pertama yang digelar di kandang mereka, Bodo/Glimt berhasil menghajar Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini sontak mengejutkan banyak pengamat sepak bola.
Tidak berhenti di situ, Bodo/Glimt kembali menunjukkan dominasinya di leg kedua yang berlangsung di markas Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza/San Siro. Mereka berhasil meraih kemenangan tandang 2-1, mengamankan agregat 5-2 atas Nerazzurri. Hasil ini memastikan Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang melaju ke babak 16 besar Liga Champions sejak Rosenborg pada musim 1999–2000.
Kemenangan ini membuktikan kualitas dan persiapan tim yang matang, serta kemampuan mereka memanfaatkan setiap peluang. Para pemain seperti Jens Petter Hauge, Hakon Evjen, dan Ole Didrik Blomberg berperan penting dalam menumbangkan Inter Milan. Mereka berhasil menghukum kesalahan defensif lawan dengan penyelesaian yang efektif.
Bod?/Glimt: Pembunuh Raksasa Eropa

Julukan 'Pembunuh Raksasa' memang pantas disematkan kepada Bodo/Glimt mengingat serangkaian kemenangan mengejutkan mereka atas tim-tim besar Eropa di Liga Champions musim ini. Sebelum menyingkirkan Inter Milan, mereka telah mencatatkan kemenangan penting lainnya yang menegaskan ketajaman mereka. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan mereka bukan hanya kebetulan semata.
Pada 20 Januari 2026, Bodo/Glimt berhasil meraih kemenangan perdana mereka di fase liga Liga Champions dengan mengalahkan Manchester City 3-1 di kandang. Kemenangan ini langsung memberi sinyal bahwa Bodo/Glimt bukan sekadar tim kejutan biasa, melainkan ancaman serius bagi klub-klub top. Mereka menunjukkan gaya bermain tanpa rasa takut.
Selain Manchester City, Atletico Madrid juga menjadi korban keganasan Bodo/Glimt. Mereka dipaksa menyerah 1-2 di kandang sendiri. Tim asuhan Diego Simeone harus mengakui keunggulan wakil Norwegia yang konsisten dalam mengalahkan tim-tim papan atas. Kemenangan-kemenangan ini membuktikan bahwa Bodo/Glimt mampu bersaing di level tertinggi.
Perjalanan sensasional Bodo/Glimt bahkan mencatat rekor unik, menjadi tim pertama dari luar lima liga top Eropa yang mampu meraih empat kemenangan beruntun melawan klub dari liga-liga tersebut sejak era Ajax pada musim 1971/1972. Ini adalah testimoni atas skala pencapaian mereka. Mereka telah menumbangkan sejumlah tim kuat yang selama ini identik dengan dominasi di kompetisi Eropa.
Lebih dari Sekadar Kejutan: Konsistensi dan Taktik Bodo/Glimt

Kesuksesan Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini bukanlah semata-mata keberuntungan, melainkan buah dari strategi dan gaya bermain yang khas. Tim ini dikenal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis yang memungkinkan mereka bersaing dengan tim-tim yang memiliki sumber daya finansial jauh lebih besar. Pelatih Kjetil Knutsen telah membangun tim yang solid dan bermental baja.
Sebelum mencapai panggung Liga Champions, Bodo/Glimt juga telah menorehkan sejarah di kompetisi Eropa lainnya. Pada musim 2021/2022, mereka berhasil mencapai perempat final Liga Konferensi Eropa UEFA, di mana mereka terkenal mengalahkan AS Roma 6-1 di fase grup. Kemenangan telak atas tim asuhan Jose Mourinho itu menjadi indikasi awal potensi besar mereka.
Di musim 2022/2023, Bodo/Glimt juga berpartisipasi di Liga Europa setelah tersingkir dari kualifikasi Liga Champions, menghadapi tim-tim seperti Arsenal dan PSV Eindhoven. Pengalaman di kompetisi-kompetisi ini telah mematangkan tim dan mempersiapkan mereka untuk tantangan yang lebih besar. Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil di Liga Champions.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
- Inter Jadi Korban Efisiensi Mematikan Bodo/Glimt
- Andai Saja Inter Milan Mampu Memecah Kebuntuan Lebih Awal
- Kandasnya Perlawanan Inter Milan
- Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
- Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
- Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
- Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
- Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
- Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
- Prediksi PSG vs Monaco 26 Februari 2026
- Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
- Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid vs Benfica, Sebuah Partai 'Final' untuk Los Blancos
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:13
-
Menang 1-0 di Kandang Benfica, Real Madrid Belum Aman ke 16 Besar Liga Champions!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:02
-
Kylian Mbappe Bakal Absen Lawan Benfica, Ada Apa Gerangan?
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:48
-
Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Liga Italia 25 Februari 2026, 09:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Dewa United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:09
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Madura United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:03
-
Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan, Salah Satu Kejutan Terbesar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:43
-
Bodo/Glimt Cetak Rekor, Inter Milan Alami Eliminasi Bersejarah
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:28
-
Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:24
-
Juventus Hadapi Misi Sulit Lawan Galatasaray, Spalletti Minta Doa Restu Juventini!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:58
-
Main di Kandang, Juventus Pede Bisa Comeback Lawan Galatasaray
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:29
-
Real Madrid vs Benfica, Sebuah Partai 'Final' untuk Los Blancos
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:13
-
Menang 1-0 di Kandang Benfica, Real Madrid Belum Aman ke 16 Besar Liga Champions!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:02
-
Kylian Mbappe Bakal Absen Lawan Benfica, Ada Apa Gerangan?
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:48
-
Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Liga Italia 25 Februari 2026, 09:40
-
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:27
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35


