Pochettino Sebut Chelsea Tim yang Bertahan, Tuchel: Maaf, Saya Tidak Dengar
Yaumil Azis | 25 November 2021 05:06
Bola.net - Permainan Chelsea di bawah asuhan Thomas Tuchel tampak sangat mengesankan. Mereka memiliki catatan yang fantastis, utamanya pada sektor pertahanan.
Tuchel menginjakkan kakinya di Stamford Bridge pada bulan Januari 2021 dan langsung mengimplementasikan format tiga bek. Sesuatu yang sudah cukup familiar buat Chelsea berkat pengalaman dilatih Antonio Conte dulu.
Format tersebut sukses membawa Chelsea keluar sebagai juara Liga Champions musim lalu. Kiprah apik itu berlanjut hingga musim ini. Dan berkat pertahanan yang solid, the Blues bisa menduduki puncak klasemen Premier League.
Chelsea telah melewati 12 pertandingan baru menelan satu kekalahan dan cuma kebobolan empat gol sejauh ini. Tidak ada yang lebih baik dari mereka dalam urusan kebobolan ini, bahkan Manchester City yang berstatus juara bertahan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tidak Peduli Kata Orang
Pertahanan solid itu juga yang membantu Chelsea meraih tiket ke babak 16 besar. Pada matchday ke-5 yang digelar hari Rabu (24/11/2021) kemarin, dengan Juventus sebagai lawannya, the Blues berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 4-0.
Permainan Chelsea menarik perhatian banyak kalangan, tidak terkecuali Mauricio Pochettino yang sekarang menukangi PSG. "Chelsea punya tim yang bertahan. Mereka bermain dalam transisi dan serangan balik," katanya dikutip Metro.co.uk.
Apa yang dikatakan Pochettino mewakili banyak kritikus. Tuchel cukup sering dikritik karena dianggap menggunakan metode bertahan yang tidak atraktif. Dan menurut kalangan lain, hasil 4-0 melawan Juventus adalah bentuk Tuchel melawan kritik.
Tapi sesungguhnya, Tuchel sama sekali tidak memusingi apa yang orang-orang katakan perihal taktiknya. " Saya tidak terlalu mendengarkan apa yang orang-orang bilang soal kami," ucap mantan pelatih PSG tersebut.
Masih Bisa Ditembus, Kok
Malah sebaliknya, Tuchel merasa kalau taktiknya membuat Chelsea jadi semakin berbahaya. Penguasaan bola menjadi titik fokusnya, dan dari situ peluang-peluang berbahaya bermunculan. Tetapi, terkadang, Chelsea juga bisa meninggalkan ruang untuk dieksploitasi oleh lawan.
"Kami dengan instan selalu memegang penguasaan bola, jadi dari situ kami mencoba menciptakan kesempatan dan menjadi berbahaya," kata Tuchel lagi.
"Kami tidak terlalu khawatir dengan apa yang orang-orang katakan. Kami ingin menjadi kuat di semua bagian dalam permainan. Ini sangat rumit."
"Pada beberapa momen, anda harus bertahan dengan kuat dan sebagian dari anda mampu menemukan celah untuk menyerang dengan sedikit lebih mudah di momen lainnya," pungkasnya.
(Metro.co.uk)
Baca juga:
- Fantastis! Ngebet Chiesa, Chelsea Siapkan Dana Rp1,6 Triliun
- Termasuk Cristiano Ronaldo, Ini Starting XI Pemain Tua yang Berkiprah di Liga Champions 2021/2022
- Telikung MU, Chelsea Ajukan Tawaran Perdana untuk Aurelien Tchouameni
- Alternatif Sterling, Barcelona Berniat Caplok Werner dari Chelsea
- Diincar Chelsea, Pablo Gavi Pilih Setia di Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

