Satu Dekade Pep Guardiola di Man City: Dominan di Inggris, Tumpul di Liga Champions
Aga Deta | 18 Maret 2026 20:10
Bola.net - Manchester City kembali tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Real Madrid. Kekalahan ini menambah catatan panjang kegagalan mereka di kompetisi elite Eropa.
Pada laga tersebut, Real Madrid menang 2-1 dan memastikan agregat 5-1. Hasil ini memperlihatkan perbedaan kualitas dalam hal pengalaman dan mentalitas di Liga Champions.
Pep Guardiola tentu akan menyoroti kartu merah Bernardo Silva sebagai titik balik. Penalti dari Vinicius Junior setelah insiden tersebut membuat situasi semakin sulit bagi City.
Namun jika dilihat lebih luas, kegagalan ini bukan sekadar soal satu pertandingan. Ini menjadi bagian dari pola panjang yang mengiringi perjalanan Guardiola di kompetisi Eropa bersama City.
Kekalahan dari Real Madrid Kembali Terulang

Manchester City datang ke laga ini dengan beban berat setelah kalah 0-3 di leg pertama. Mereka membutuhkan penampilan sempurna untuk membalikkan keadaan.
Situasi semakin buruk ketika Bernardo Silva menerima kartu merah pada menit ke-20. Pelanggaran di garis gawang berujung penalti yang dimanfaatkan dengan baik oleh Vinicius Junior.
Meski bermain dengan 10 orang, City sempat memberikan perlawanan. Erling Haaland mencetak gol penyeimbang sebelum turun minum.
Namun Real Madrid kembali menunjukkan kualitas mereka. Gol kemenangan di masa injury time menegaskan keunggulan mental dan pengalaman mereka di Eropa.
Investasi Besar, Hasil Minim di Eropa

Sejak datang pada 2016, Guardiola memiliki satu target utama. Ia diharapkan membawa Manchester City menjadi raja Eropa.
Untuk mencapai tujuan itu, klub mengeluarkan dana lebih dari 1 miliar pound atau sekitar Rp20 triliun. Investasi besar ini digunakan untuk membangun skuad bertabur bintang.
Guardiola mendapatkan hampir semua pemain yang diinginkannya. Dari lini belakang hingga penyerang kelas dunia seperti Erling Haaland, semuanya tersedia.
Namun hasilnya belum sebanding dengan investasi tersebut. City hanya mampu meraih satu gelar Liga Champions selama era Guardiola.
Satu Trofi di Tengah Rangkaian Kegagalan

Satu-satunya gelar Liga Champions City diraih pada 2023. Mereka mengalahkan Inter Milan di final yang berlangsung di Istanbul.
Kemenangan tersebut sempat dianggap sebagai awal dominasi baru di Eropa. Namun kenyataannya, itu menjadi satu-satunya pencapaian besar mereka sejauh ini.
Selebihnya, City justru sering tersingkir di fase gugur. Kekalahan demi kekalahan membentuk pola yang sulit diabaikan.
Hal ini membuat pencapaian tersebut terlihat seperti pengecualian. Bukan bagian dari konsistensi yang diharapkan dari tim sekelas City.
Dominasi Domestik Tak Berbanding Lurus

Di level domestik, Guardiola sangat sukses bersama Manchester City. Ia mengubah Premier League menjadi ajang yang sering mereka kuasai.
Gaya bermainnya juga membawa pengaruh besar bagi sepak bola Inggris. Banyak tim mulai meniru pendekatan taktik yang ia terapkan.
Namun Liga Champions menjadi ujian yang berbeda. Kompetisi ini menuntut konsistensi, mentalitas, dan keputusan taktis yang tepat di momen krusial.
Beberapa kegagalan sebelumnya menunjukkan masalah serupa. Dari kekalahan melawan Monaco, Lyon, hingga Real Madrid, City kerap gagal di saat penting.
Real Madrid dan Mental Juara Eropa

Real Madrid kembali menjadi momok bagi Manchester City. Ini adalah kali ketiga secara beruntun mereka menyingkirkan tim asuhan Guardiola.
Klub asal Spanyol tersebut memiliki sejarah panjang di Liga Champions. Mereka dikenal sebagai tim dengan mental juara yang kuat.
Ketika melihat celah, Real Madrid mampu memanfaatkannya dengan maksimal. Hal itu terlihat jelas setelah kartu merah Bernardo Silva.
Keunggulan ini tidak bisa dibeli hanya dengan uang. Pengalaman dan tradisi menjadi faktor pembeda yang masih dimiliki Real Madrid.
Klasemen Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Maarten Paes Bertekad Bawa Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 23 September 2026, 15:20
-
MU Bidik Kebangkitan di 'Bulan Neraka' Oktober 2026
Liga Inggris 23 September 2026, 15:01
-
Klasemen Premier League Tanpa VAR: Man City Terjun ke Posisi 3
Liga Inggris 23 September 2026, 14:18
-
Jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026, Tayang di Vidio
Voli 23 September 2026, 14:11
LATEST UPDATE
-
Alasan Marselino Ferdinan Pilih Persija, Bukan Pulang ke Persebaya
Bola Indonesia 23 September 2026, 19:52
-
Pedro Acosta Jagokan Marc Marquez Juara MotoGP 2026, Meskipun Jorge Martin Masih di Puncak
Otomotif 23 September 2026, 19:24
-
Persija Jakarta Tak Mau Terlena dengan Start Sempurna BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 23 September 2026, 18:47
-
Daftar Pelatih FIFA ASEAN Cup 2026: Hanya Malaysia dan Singapura yang Andalkan Pelatih Lokal
Tim Nasional 23 September 2026, 17:44
-
Persija Resmi Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak 2 Tahun
Bola Indonesia 23 September 2026, 17:09
-
Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
Bulu Tangkis 23 September 2026, 16:38
-
Fimelahood Playdate Hadirkan Dino Rescue Adventure, Cara Seru Asah Motorik Anak
Lain Lain 23 September 2026, 16:25
-
Manchester United Bakal Impor Bek Baru dari Italia?
Liga Inggris 23 September 2026, 16:20
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33







