Tuding Ada Konspirasi dan Dirampok, Raphinha Pertanyakan Kriteria Wasit di Laga Barca vs Atletico

Afdholud Dzikry | 15 April 2026 11:18
Tuding Ada Konspirasi dan Dirampok, Raphinha Pertanyakan Kriteria Wasit di Laga Barca vs Atletico
Kekecewaan Roony Bardghji di akhir laga antara Barcelona melawan Atletico Madrid yang dimenangkan tuan rumah Atletico di perempat final Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Raphinha meradang usai Barcelona disingkirkan Atletico Madrid dari ajang Liga Champions. Ia menyebut timnya telah dirampok oleh keputusan wasit yang dianggap sangat kontroversial di perempat final Liga Champions, Rabu (15/4/2026) dini hari.

Pemain asal Brasil itu tidak bisa menahan emosinya meski sedang dibekap cedera. Ia tetap mendampingi rekan-rekannya ke Madrid demi memberikan dukungan penuh dari pinggir lapangan.

Advertisement

Barcelona sebenarnya sempat menyamakan agregat lewat gol Lamine Yamal dan Ferran Torres. Tuan rumah Atletico sendiri memperkecil skor lewat gol Ademola Lookman.

Upaya demi upaya terus dilakukan Barcelona untuk mencetak gol. Namun, kartu merah Eric Garcia di babak kedua mengubah segalanya secara drastis bagi Blaugrana.

Ini merupakan kartu merah kedua bagi Barca dalam dua pertemuan melawan Atletico Madrid. Hal inilah yang memicu kemarahan besar dari mantan penggawa Leeds United tersebut.

1 dari 3 halaman

Tudingan Perampokan di Metropolitano

Tudingan Perampokan di Metropolitano

Skuad Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Sevilla, Minggu (16/03/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Suasana ruang ganti Barcelona memanas setelah peluit panjang dibunyikan di markas lawan. Raphinha menilai kepemimpinan wasit sangat merugikan perjuangan tim asal Catalan tersebut semalam.

Ia menyoroti perbedaan perlakuan wasit terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh para pemain tuan rumah. Padahal, Atletico dianggap bermain sangat agresif dan kasar sepanjang pertandingan berlangsung.

"Bagi saya, kami telah dirampok," tutur Raphinha kepada TNT Sports Brasil.

"Saya tidak ingin bicara soal wasit, tapi kami bermain sangat baik, mereka melakukan entah berapa banyak pelanggaran, dan wasit tidak mengeluarkan satu kartu kuning pun," cetusnya.

2 dari 3 halaman

Standar Ganda Wasit Liga Champions

Standar Ganda Wasit Liga Champions

Giuliano Simeone dan Joao Cancelo berebut bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kartu merah Eric Garcia melalui tinjauan VAR memang menjadi titik balik permainan bagi Barca. Padahal sebelumnya, Barcelona tengah berada di atas angin setelah berhasil mengejar ketertinggalan gol.

Raphinha merasa ada kriteria yang tidak konsisten saat memimpin pertandingan yang melibatkan Barcelona. Ia pun mempertanyakan integritas keputusan yang diambil wasit dalam dua leg sekaligus.

"Wasit sangat buruk dalam semua keputusan yang dia ambil. Apa yang benar-benar ingin saya pahami adalah, dengan kriteria apa Barca dipimpin?" tanya Raphinha dengan nada geram.

"Saya benar-benar ingin memahami rahasia di balik ketakutan yang menghantui orang-orang ini saat memikirkan Barca akan menang," tegasnya lagi.

3 dari 3 halaman

Anggap Wasit Sudah Tidak Fair

Mantan pemain Leeds ini menegaskan bahwa kesalahan manusiawi adalah hal yang wajar. Namun, ia tidak bisa menerima jika kesalahan fatal tersebut terjadi secara beruntun.

Emosi Raphinha tidak berhenti di sesi wawancara saja setelah pertandingan yang melelahkan itu usai. Ia tertangkap kamera memberikan gestur ejekan kepada para pendukung setia Atletico Madrid.

"Ya, kita semua manusia dan bisa melakukan kesalahan dalam satu pertandingan, itu sesuatu yang bisa saya pahami, tapi jika terjadi dalam dua pertandingan berturut-turut? Itu tidak normal," kata Raphinha.

"Saya rasa hasil dari konfrontasi ganda ini tidak adil," tutup sang pemain yang sedang absen karena cedera hamstring tersebut.

Raphinha bahkan memberikan isyarat bahwa langkah Atletico Madrid akan segera terhenti di Eropa. Ia meyakini tim asuhan Diego Simeone itu bakal gugur pada babak semifinal mendatang.