Winter is Coming: Real Madrid Melengser Setelah 1.099 Hari Bertahkta di Eropa

Richard Andreas | 2 Juni 2019 00:00
Winter is Coming: Real Madrid Melengser Setelah 1.099 Hari Bertahkta di Eropa
Real Madrid (c) AFP

Bola.net - - Setelah 1.099 hari menduduki takhta Eropa, Real Madrid akhirnya bakal menyerahkan trofi Liga Champions mereka pada pemenang final Liga Champions 2018/19 Tottenham vs Liverpool, Minggu (2/6) dini hari WIB nanti. Uniknya, penyerahan trofi itu bakal dilakukan di kota Madrid, meski di stadion Wanda Metropolitano.

Ya, Los Blancos telah memonopoli trofi Liga Champions selama 1.099 hari alias tiga musim beruntun. Setelah meraihnya pada musim 2015/16, Madrid terus menggenggam trofi itu pada dua musim berikutnya, dan baru berakhir musim ini.

Advertisement

Kapten Madrid, Sergio Ramos mengangkat trofi ke-11, 12, dan 13 Real Madrid di Milan, Cardiff, dan Kiev. Namun, kali ini masa kejayaan Madrid bakal berakhir ketika entah Jordan Henderson atau Hugo Lloris yang bakal mengangkat trofi dini hari nanti.

Los Blancos sudah lama tahu hari ini akan datang begitu mereka disingkirkan Ajax Amsterdam dari 16 besar Liga Champions musim ini. Nahasnya, Madrid diusir dari Liga Champions di hadapan publik Santiago Bernabeu sendiri.

Bagaimana sejarah Madrid tercipta sebagai peraih empat gelar Liga Champions dalam lima musim terakhir? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 1 halaman

Bagaimanapun, momen kebangkitkan Madrid tampaknya dimulai dari La Decima di Lisbon pada 2014 silam. Meraih trofi itu tampaknya mengangkat beban klub,

Bagaimanapun, momen kebangkitan Madrid dimulai dari La Decima di Lisbon pada 2014 silam. Meraih trofi itu tampaknya mengangkat beban klub, dan di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane mereka menghadapi lawan yang sama pada edisi 2016.

La Decima merupakan momen penting. Madrid nyaris kalah sampai akhirnya Sergio Ramos mencetak gol sundulan bersejarah di menit ke-90.

Setelah menunda gelar pertama Liga Champions untuk Atletico Madrid dua tahun sebelumnya, Los Blancos mengulangi hasil yang sama di Italia. Kali ini terpaksa melalui adu penalti.

Dengan catatan tidak pernah ada tim yang mempertahankan gelar mereka sejak pembaruan kompetisi, Real Madrid membuat sejarah ketika mereka menghajar Juventus pada edisi 2017. Isco jadi salah satu pemain terbaik.

Trofi itu begitu manis karena di musim yang sama Madrid berhasil menjuarai La Liga. Sudah lama Madrid tak mengawinkan dua trofi tersebut, musim itu adalah salah satu musim terbaik Madrid.

Lalu, tahun lalu mereka melakukannya lagi di Kiev. Madrid membuktikan jurang kualitas dengan Liverpool. Mereka meraih trofi ketiga Eropa beruntun.

Sayangnya, Madrid tak bisa selamanya berada di puncak takhta. Winter is coming, Madrid harus menyerahkan mahkota Eropa pada Liverpool atau Tottenham.

LATEST UPDATE